PUBLIK

Jelaskan Inflasi Dan Wisata

INFOTANAHLAUT.COM- Dalam program “Bupati Menyapa” yang di siarkan radio Pemkab Tanah Laut Tuntung Pandang FM bekerjasama dengan Pro 3 RRI Banjarmasin, host dari penyiar Pro 3 RRI Banjarmasin memberikan kesempatan kepada pendengarnya di seluruh wilayah Kalsel untuk bertanya kepada nara sumber yakni wakil bupati Tala H Sukamta, Rabu (8/11).

Wabup yang stand by di radio Tuntung Pandang FM Pemkab Tanah Laut pun meladeni sejumlah pertanyaan dari pendengarnya, ada yang dari Kabupaten Tabalong dan ada yang dari Banjarmasin.

Usai mengikuti program tersebut, wabup Tala H Sukamta mengatakan, dalam penyampaian program bupati menyapai itu di sampaikan tentang pengendalian inflasi daerah, karena sebentar lagi masuk beberapa moment yakni peringatan mauled nabi Muhammad SAW, Natal, Tahun Baru dan libur sekolah.

“dalam moment tersebut akan terjadi inflasi, dimana harga-harga kebutuhan pokok akan mengalami kenaikan harga. Kebijakan utama mengendalikan kebutuhan pokok seperti daging, telur, ikan, cabe, ayam. Selain itu pendorong inflasi juga dari tabung gas 3 Kg, dimana sudag ada surat edaran kepada PNS untuk tidak memakai tabung gas 3 kg,” jelasnya.

Lebih lanjut Sukamta menambahkan, pelanggaran disiplin kepada PNS yang memakasi tabung gas 3 kg, dan bagaimana sanksi pelanggaran disiplin yang di berian tergantung dari Majelis Pertimbangan Penjatuhan Hukuman Disiplin. Untuk itu PNS yang masih menggunakan tabung gas 3 kg di minta kesadarannya tidak memakai lagi dan beralih yang ke tabung 5,5 kg, atau lebih bagus lagi tabung yang 12 kg. bagi PNS yang punya tabung gas 3 kg, bisa segera menukarnya dengan tabung gas yang 5,5 kg.

Dalam siaran tersebut, Sukamta juga menjelaskan tentang kepariwisataan di Kabupaten Tanah Laut.

Di kepariwisataan salah satunya yang menyangkut parkir kendaraan di objek wisata, maka di jamin tidak ada pungutan saat parkir, karena cukup bayar di gerbang utama, dan di areal parkir cukup mendapatkan karcis parkir, namun toh jika ada petugas parkir yang meinta kembali, jangan segan-segan untuk melaporkan, karena tidak di perkenankan, namun areal parkir yang di maksud adalah yang di kelola pemerintah daerah.

Ada pula pendengar yang menyampaikan bahwa Kabupaten Tanah Laut dulu jaya dengan era gula atau tebu, lantas kapan kejayaan itu bisa kembali terulang.

Menyikapi hal itu Sukamta mengatakan, memang diakui saat dulu ada pabrik gula di kawasan Asia Tenggara merupakan pabrik terbesar, namun karena terlalu banyaknya tingkat korupsi maka dengan sendirinya merusak manajemen pabrik gula. Semua itu tergantung kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dan Perkebunan jika seumpama era kejayaan gula kembali hadir di Tanah Laut, karena sekarang lahan berganti tanaman kelapa sawit.Tung

 

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook