PUBLIK

Kala Dana Desa Menggoda, Banyak Kades Tak Manfaatkan TP4D

INFOTANAHLAUT.COM- Dana desa memang tidaklah sedikit yang di gelontoran pemerintah, dan hal itu di butuhkan manajemen yang pas dalam pengelolaan dana desa oleh kepala desa, jangan sampai malah tergoda oleh dana desa dan pada akhirnya kades menyalahgunakan kewenangannya demi untuk meraup kepentingan pribadi lewat dana desa.
Permasalahan hukum yang kerap kali menimpa aparat kepala desa dalam hal mengelola Anggaran Dana Desa (ADD) menjadi sebuah ketakutan bagi aparat desa tersebut, padahal di Kejaksaan Negeri Pelaihari telah menyiapkan Tim Pengawal, Pengaman, Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) sebagai mitra kerja aparat desa dalam hal pengelolaan atau penggunaan dana desa dari pemerintah, namun TP4D masih banyak tidak di manfaatkan kades.
Sejalan dengan itu, Kamis (24/8) di gedung Sarantang Saruntung Kejaksaan Negeri Pelaihari memberikan sosialiasi tentang Dana Desa dan TP4D kepada seluruh kepala desa di Kabupaten Tanah Laut, dan sosialisasi di buka oleh wakil bupati Tala H Sukamta.
Sosialisasi di berikan dengan maksud agar para kepala desa ini tidak selalu merasa takut dalam menggunakan dana desa, sepanjang sesuai prosedur dan berpedoman pada aturan yang berlaku.
Kejari Tala Sri Tatmala.W,SH dalam keterangan persnya usai pelaksanaan sosialisasi mengatakan, memang dalam hal penggunaan dana desa ini menjadi hal yang kadang takut bagi kades untuk terjerat hukum. Dan bicara soal bagaimana pelanggaran penggunaan dana desa itu terjadi, maka biasa dalam modus operandinya, seharusnya penggunaan dilakukan secara swakelola tapi di berikan kepada pihak ke tiga, padahal dalam aturannya harus dilakukan dengan swakelola.
“sosialiasi ini agar para kades mempunyai kesadaran bahwa ada TP4D di Kejakasan Negeri yang bisa memberikan pengawalan untuk pelaksanaan dana desa dan itu gratis dan kapanpun diminta, harapan kedepan tidak akan terjadi kebocoran keuangan negara, dan akhir yang bisa di capai agar kades ini terhindar dari perbuatan yang melanggar hukum, serta tidak menyalah gunakan kewenangannya,”terang Sri.
Sementara itu, Salam Kades Tajau Pecah menuturkan, bahwa intinya kepada rekan-rekan seprofesi untuk lebih berhati-hati dalam menjalankan atau berperan sebagai kepala pengelola keuangan desa, jangan sampai terjadi kades bersentuhan dengan hukum dari beberapa kades yang kini di tangani pihak Kejaksaan Negeri yang ke sandung persoalan dana desa hingga harus di tahan di rutan.
“di Desa Tajau Pecah sendiri di tahun 2017 ini sudah mencapai 80 persen pembangunan fisik dari dana desa dengan besarnya anggaran sebesar Rp 1,7 miliiar rupiah,”terang Salam.
Ditempat yang sama, wakil bupati Tala H Sukamta kepada awak media usai sosialisasi mengatakan, banyaknya kasus pelanggaran yang dilakukan kades terkait dengan pengeloaan dana desa, saya mendorong kepada para kades untuk memanfaatkan adanya TP4D dari Kejaksaan.
“kasus-kasus pelanggaran hukum oleh kades atas angraran desa itu karena ketidak tahuan, kealpaan hal itu bisa di hindari, dan berharap kedepannya pengelolaan dana desa bisa bersih, maka jangan ragu untuk berkonsultasi dengan TP4D, dan di tahun 2017 yang di damping TP4D ada sebanyak 51 pekerjaan, tahun sebelumnya hanya 31 kegiatan,” kata Sukamta.
Di tengah-tengah Kejaksaan Negeri Pelaihari melakukan sosialisasi, kini Plt Kades Kurau Utara Fahriah telah menjadi tersangka lantaran ada dugaan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah dari pengelolaan ADD tahun 2016.
Kasi Intel Kekajsaan Negeri Tala Marjuki mengatakan, adanya laporan dari masyarakat bahwa ADD tahun 2016 sebesar Rp 1,5 milliar ke Desa Kurau Utara yang selanjutnya untuk kegiatan fisik berupa pembuatan sumur bor, jalan, jembatan, pengurukan tanah kuburan 2 buah (dilokasi berbeda), dan pos kamling.
“kita juga menurunkan tim ahli dari Universitas Lambung Mangkuran Banjarmasin, dan hasilnya ada terdapat Rp 300 juta di duga unsur kerugian negara,” ucapnya.
Lantas apakah ada tersangka lainnya ?
Menurut Marjuki, dari tim penyidik di Kejakasan Negeri Pelaihari masih memungkinkan ada calon-calon tersangka lainnya.
Plt Kades Kurau Utara sendiri sudah di tahan dan di titipkan ke Rutan Pelaihari sejak hari Rabu (23/8) lalu.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook