PUBLIK

“Kalah Manang Akur Barataan”

INFOTANAHLAUT.COM- Pelaksanaan debat kandidat calon bupati dan calon wakil bupati Tala 2018-2023 mendatang lewat debat publik yang di siarkan secara langsung oleh stasiun televisi swasta lokal Kalsel, RRI dan radio Pemkab Tanah Laut Tuntung Pandang FM, Sabtu (5/5) malam kemarin di gedung Balairung Tuntung Pandang Pelaihari, dapat berjalan aman dan lancar. Pengamanan ekstra di berlakukan oleh Polres Tala yang di back up Brimob Polda Kalsel agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan, utamanya bagi para pendukung masing-masing paslon, di samping memang di berikan batasan kepada pendukung yang bisa memasuki gedung utama pelaksanaan debat paslon lantaran keterbatasan gedung.
Untuk memisahkan antar dua pendukung, beberapa dari Polwan Polres Tala di tempatkan di barisan tengah yang duduk memanjang sesuai kondisi kursi undangan.
Bertindak selaku moderator pada debat paslon dari unsur akademis Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, dan termasuk para panelisnya.
Dalam debat paslon mengangkat tema “Peningkatan SDM Tanah Laut”, dan tidak lupa membawa take line Kalah Manang Akur Barataan (kalah menang tetap damai semua).
Penyampaian materi di debat sendiri hanya merewind (mengulang) saat penyampaian visi dan misi di DPRD Tala beberapa waktu lalu.
Ada 5 segmen yang di siapkan panitia pelaksana debat dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tala dengan pihak Even Organizaer (EO). Di segmen 1 tentang visi misi, segmen 2 pertanyaan dari panelis, segmen 3 antar paslon saling bertanya, segmen 4 tentang harapan, dan segmen 5 closing statmen.
Di utarakan paslon nomor 1 H.Sukamta yang berpasangan dengan Abdi Rahman pada closing statmennya, bahwa yang tidak kalah penting adalah bagaimana seorang bupati juga harus merasakan apa yang di rasakan oleh rakyat.
“kalau perlu tidur pun di rumah rakyat, bersama rakyat, dan makanananya pun apa yang di makan oleh rakyat,”kata Sukamta.
Sementara itu bagi paslon nomor 2 Bambang Alamsyah yang berpasangan dengan Ahmad Nizar di closing statmennya mengungkapkan, bahwa pasangan ini tidak akan mengkotak-kotakan warga Tanah Laut, baik suku, ras dan golongan.
“tidak ada itu yang namanya membedakan status agama, ras dan golongan orang Tanah Laut, semua sama di berlakukan secara adil,”kata Bambang.
Pelakasanaan debat paslon yang di mulai dari pukul 21.00 wita berakhir pada pukul 23.00 wita.
Masyarakat dan para pendukung masing-masing paslon yang tidak dapat masuk kedalam gedung dapat menyaksikan prosesi debas paslon lewat layar lebar.
Saat para paslon ini menguraikan atau menjelaskan tentang program kerjanya, masing-masing pendukung bersorak-sorak tanda mendukung jagoannya. Kendati saling bersorak-sorak namun suasana tetap berjalan tertib.
Selesai pelaksanaan debat, pihak keamanan pun tetap mengatur proses bubarnya para pendukung masing-masing paslon. Dua pintu yang di siapkan yakni untuk keluar masuk pendukung masing-masing paslon.
Sementara itu ketua KPU Tala Kamaru Zaman dalam keterangan persnya mengatakan, memang kesepakatan waktu pelaksanaan debat ini hanya 2 jam, dan itu kesepakatan antara KPU dan pihak EO.
“pasca debat ini di harapkan masing-masing paslon bisa memanfaatkan sisa waktu untuk kampanye, dan yang utama para tim pemenangan untuk bisa mengajak warga menggunakan hak pilihnya,”kata Kamaru Zaman.
Menurut Sugito warga Pelaihari yang ikut seksama mengikuti jalannya debat menuturkan, dari debat ini publik dapat menilai langsung mana bupati Tala dan wakilnya kedepan yang memilik kemampuan memimpin daerah dengan program kerjanya.
“yang penting program kerja tidaklah perlu terlalu muluk, selangit dan naujubillah manis, kalau tidak sanggup di jalankan maka akan malah mendustai rakyat,”kata Sugito.
Pelaksanaan debat paslon turut di hadiri penjabat bupati Tala Achmad Sofiyani, Sekda Tala Drs.Syahrian Nurdin, sejumlah ASN, serta pimpinan parpol masing-masing penduku, dan unsur Forkopimda. baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
1
100%
angry

Komentar Facebook