PUBLIK

Kang Ibe, Si Penjual “Pentol Kejujuran”

INFOTANAHLAUT.COM- Berstatus sebagai ASN di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tidak membuat Kang Ibe atau nama lengkapnya Iwan Budianto (41) tidak merasa malu dengan rekan sesamanya, bahkan yang namanya ejekan dari sesama ASN sudah sering ia terima, namun baginya semua dianggap angin sepoi-sepoi yang berlalu.
Apa aktivitas bapak dari 2 anak yang tinggal di komplek Takisung Permai di daerah Matah ini. Ia sebagai ASN berjualan pentol serta tahu isi pentol, dan gerobak pentolnya yang setia dalam setiap hari ia bawa ke kantornya di kawasan kantor bupati Tala sedikitpun tidak merasa malu sambil berjualan pentol layaknya pedagang pentol lainnya.
Kang Ibe sejak di mutasi dari kantor pengelola pasar, dan kini sebagai staf di Diskominfo ini bahkan pada rombong jualannya ia tuliskan “Pentol Kejujuran”.
Rabu (21/3) Kang Ibe mengatakan, jual pentol ini hanya sebagai sampingan, di samping ada bakat bisa memasak, maka setiap hari pagi sebelum apel di mulai sudah datang ke kantor bersama gerobak pentolnya sambil mempersiapkan segala sesuatunya sebelum dagangan pentolnya resmi di buka untuk di jual dan dinikmati para ASN lainnya.
Lantas kenapa di namakan Pentol Kejujuran ?
Tidak seperti layaknya pedagang pentol lainnya, pola yang di jalankan Kang Ibe karena tempat ia menaruh gerobak pentolnya dekat kantor tempat ia bekerja, maka dagangan pentol pun ia tinggalkan begitu saja. Hal ini karena ia harus bekerja di kantor Diskominfo, akan tetapi pada gerobak pentolnya ia tulis dengan selembar kertas harga-harga pentol atau tahu pentol. Pembeli yang rata-rata ASN ini pun bisa mengambil pentol atau tahu isi pentol sendiri serta menaruh uangnya sendiri di dalam kotak kaca.
“sengaja hal itu dilakukan, disamping untuk menguji kejujuran ASN, karena ia ambil sendiri pentolnya seberapa banyak, dan ia sendiri yang menaruh uangnya, kalau ada angsulan (kembalian), ya yang beli tadi juga yang mengambil uangnya di tempat yang di sediakan, dan berapa banyak pentol yang di ambil sudah ada tertera harganya, nanti setelah berkisar setengah jam atau satu jam baru di cek pentol dalam panic masih ada atau habis,” terangnya.
Kegiatan tambahan kang Ibe ini memang hanya ada satu-satunya di Kabupaten Tanah Laut, mungkin barangkali se Indonesia. Kang Ibe sendiri sebenarnya sudah punya isteri sebagai perawat di rumah sakit H.Boejasin Pelaihari, dan punya 2 anak laki-laki yakni M.Leo Panabilah duduk di kelas 2 SD, dan M.Levi Panabilah yang masih kecil.
Kegiatan Kang Ibe jika libur kerja, ia tak lantas libur juga jualan pentol. Layaknya pedagang lainnya ia pun keliling kota Pelaihari. Ada gerobak khusus baginya jika berjualan di luar jam kerja kantor, pulang kerumah kadang sebelum petang atau bahkan malam hari.
“bukannya tidak cukup mas gaji sebagai ASN, sudah sangat cukup namun dengan berjualan pentol sudah 3 tahun ini sebagai selingan saja, dalam sehari kalau pentol dan tahu habis terjual bisa mencapai Rp 400 ribu,” ungkapnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook