PUBLIK

Karena Solidaritas, Ramai-Ramai Kekantor Polres

INFOTANAHLAUT.COM- Ada apa sebenarnya, puluhan warga yang datang dan berkumpul di halaman terminal taksi Tanah Habang Pelaihari ini selanjutnya terlihat ramai-ramai menuju kantor Polres Tala yang berada di samping terminal itu. Lidik punya selidik, setelah sebelumnya warga dari keluarga korban aksi penganiayaan terhadap Irfan yang juga orang perusahaan dari PT.SSA mendatangi kantor Polres Tala belum lama tadi, Senin (7/8) aksi balasan dari warga Desa Ambawang Kecamatan Batu Ampar yang juga rata-rata petani ini pun datang ke kantor Polres Tala. Mereka datang sebagai rasa solidaritasnya kepada 13 orang warga yang kini tengah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Reskrim Polres Tala atas insiden penganiayaan tersebut.
Ratusan warg Desa Ambawang dengan menggunakan sedikitnya 15 armada mobil, baik truk maupun pick up mendapat pengawalan dari Satlantas Polres Tala. Massa akhirnya di turunkan di halaman terminal taksi Tanah Habang yang bersebelahan dengan kantor Polres Tala.
Dalam aksi damai itu, baik anak-anak kaum perempuan dan orang dewasa ikut pula, sementara di pintu masuk utama kantor Polres sendiri langsung di siagakan pasukan anti huru hara, dan di lengkapi dengan metal detector, plus di tambah beberapa anggota Polwan di siagakan. Aksi damai warga juga menjadi tontonan sejumlah warga lain yang kebetulan tengah membuat atau mengurus SIM kendaraan bermotor, selain juga mendapat perhatian masyarakat lainnya yang berdiri di pagar pasar Tapandang Berseri, karena memang pada hari itu tengah ada hari pasar.
Setelah beberapa saat dari jajaran unit Sabhara Polres Tala memberikan arahan kepada massa, dan meminta untuk tidak berbuat anakis, maka di utuslah 10 orang warga untuk bisa masuk kantor Polres. 10 orang warga merupakan perwakilan warga lainnya. Sementara polisi melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang warga, dan
warga lain pun harus menunggu di luar pagar kantor Polres dengan sabar walau cuaca saat itu tengah hujan gerimis.
Salah seorang warga Desa Ambawang Musiyem menuturkan, kedatangan semua warga ke kantor Polres sebagai bentuk cinta kepada Desa Ambawang.
“kalau 13 orang warga kami di panggil kenapa kami tidak, karena di saat kejadian di tanggal 31 Juli lalu itu tidak ada perencanaan sama sekali, hal itu hanya spontanitas warga semata, dimana kami sudah bekerja, mereka datang dan bermaksud untuk menghentikan, tetapi di abaikan, dan malah mengancam dengan senjata tajam,” terangnya.
Kedatangan warga Desa Ambawang tidak sendiri, mereka juga di dampingi pengacara dari LKBH Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.
Dikatakan, M.Rizki Hidayat selaku ketua tim pengacara ULM Banjarmasin, memang beberapa hari yang lewat ada beberapa warga datang ke kantor LKBH ULM dan minta pendampingan terhadap adanya dugaan pengeroyokan, dan status masih keterngan saksi.
“upaya dari LKBH ULM melakukan pendampingan dan sambil menunggu proses pemeriksaan yang dilakukan polisi, dan tim yang turun ada sebanyak 17 orang pengacara,”jelasnya.
Di tempat yang sama Kasat Rekrim Polres Tala AKP Alfian Tri Permadi di konfirmasi mengatakan, sebenarnya hal ini adalah pemanggilan pertama, seharusnya hari Minggu terjadwal, cuma karena berbagai alasan maka di tunda, ujarnya.
Sesuai dengan pemanggilam ada 13 orang yang di mintai keterangan.
“kita lihat perkembangannya, kalau ada petunjuk dan alat bukti terpenuhi maka status di tingkatkan,” jelas Alfian.
Proses pemeriksaan pun dilakukan oleh beberapa anggota unit reskrim. Mereka ke 13 orang tersebut sambil menunggu satu per satu memasuki ruang pemeriksaan di kumpulkan di ruang piket Reskrim.
Di kesempatan itu pula, Camat Batu AmpAr Andi Mashabi juga turuut berhadir. Camat enggan memberikan komentar, namun kedatangangannya sebagai bentuk mendampingi warganya yang bemasalah pasca insiden tersebut.
Informasi di himpun menyebutkan, saat itu massa dari keluarga korban penganiayaan juga berkumpul di sebuah tempat di kota Pelaihari namun tidak di perkenankan untuk datang ke kantor Polres Tala dengan alasan faktor keamanan.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook