Kawanan Bangkui Serang Tiga Desa – infotanahlaut.com
PUBLIK

Kawanan Bangkui Serang Tiga Desa

INFOTANAHLAUT.COM-Belakangan ini, tiga warga desa di Kabupaten Tanah Laut cukup di resahkan dengan keberadaan Bangkui atau beruk, sejenis hewan yang menyerupai kera namun tidak berekor panjang. Hal ini menyusul lantaran hewan tersebut setiap saat menyerang warga saat sedang berada di kebun.

Ketiga desa itu di antaranya Desa Bluru, Desa Pantai Linuh di Kecamatan Batu Ampar dan Desa Pamalongan Kecamatan Bajuin pun harus siap siaga. Pasalnya secara geografis ketiga desa itu sangat berdekatan dengan batas perkebunan karet dan sawit, baik itu lahan milik pribadi maupun milik perusahaan.

Bangkui yang datang secara bergerombol itu biasanya berada di tengah kawasan perkebunan, dalam satu gerombolan Bangkui terdir dari Bangkui dewasa dan masih anakan. Dengan serangan inilah wargapun tidak berani pergi ke kebun.

Salah seorang warga sebut saja Slamet Purwadi (30) warga RT 7 Desa Bluru Kecamatan Batu Ampar contohnya yang menjadi korban keganasan Bangkui, ketika dirinya bersama istrinya Siti Fadilah sedang menyadap karet.

“Saya luka diterjang Bangkui itu,” ucapnya, Kamis (22/5) kemarin.

Ia menambahkan, saat itu dirinya sedang menyadap pohon karet pada pagi hari, dan secara tiba-tiba datang dari arah belakang dua ekor Bangkui, namun yang menerjang bagian belakang tubuhnya hanya satu ekor, sedang satu ekor lain hanya melihat dan menunggu. Atas serangan itu, Slamet pun meminta hanya bisa meronta sembari meminta tolong, saat dirinya berjibaku dengan Bangkui. Dalam pengakuannya, pada bagian leher mau di gigit dan pada tangan di pelintir oleh Bangkui.

Beruntung, suara minta tolong tersebut di dengar warga lain dan akhirnya Bangkui berlari,  setelah warga sekitar membantu mengusir. Luka di punggung dan di tangan akibat terkilir, bahkan harus mendapat perawatan dari petugas kesehatan untuk di suntik antibiotik.

Kejadian lain juga di alami oleh Supriyono warga RT 6 Desa Pantai Linuh, namun ia masih beruntung saat di serang Bangkui namun tidak mengalami luka, karena sempat terhindar dan langsung berlari manjauhi Bangkui.

Atas serangan Bangkui, membuat kepala Desa Pantai Linuh  M Ali Ma’ruf selama seminggu ini cukup di pusingkan oleh keresahan warga dengan keberadaan Bangkui, sehingga dirinya membuat status Desanya Siaga Satu terhadap keberadaan Bangkui ini.

“Di perkirakan ada sekitar seratus ekor lebih Bangkui yang berkeliaran di Desa kami,” terangnya.

Sayembara pun di buat, bagi warganya yang berhasil menangkap Bangkui ini, uang sebesar Rp 200 ribu di siapkan jika bisa menangkap Bangkui, dan jika menemukan Bangkui berwarna putih akan mendapatkan imbalan Rp 1 Juta.

Menurut Ali pula, ada 7 ekor yang menyerang warga, dan yang berwarna putih itu paling besar.

Keberadaan Bangkui ini juga sudah di dengar oleh Pihak Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Banjarbaru dan Polsek Batu Ampar, dan jajarannya pun sudah melakukan penjagaan terhadap keberadaan Bangkui ini.

“Ya memang benar ada segerombolan Bangkui di ketiga desa tersebut,” terang Saragih salah satu Polisi Kehutanan BKSDA Kalsel.

Menurutnya, keberadaan Bangkui memasuki yang areal perkebunan warga ini, akibat kawasan yang menjadi tempat tinggalnya terusik, lantaran hutan yang seharusnya menjadi para habitat Bangkui menjadi terganggu, maka wajar jika sekelompok Bangkui ini mencari lokasi baru untuk tempat tinggal.

Di samping itu, ini juga lantaran ulah manusia itu sendiri, karena tanaman perkebunan sudah membuat para hewan yang ada di balik hutan ini tidak mampu lagi menjadi tempat tinggal yang layak.

Hingga berita ini di turunkan, masyarakat Desa Pantai Linuh masih melakukan pencarian, bahkan sampai malam hari juga dilakukan oleh warga.baz

 

1
50%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
50%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook