PUBLIK

Keresahan Warga Dan Jemaat Ahmadiyah Berakhir Dengan Kesepakatan

INFOTANAHLAUT.COM-Adanya keresahan masyarakat di Desa Pemalongan Kecamatan Bajuin atas hadirnya aliran Ahmadiyah belakangan ini, maka oleh Kejaksaan Negeri Pelaihari, Rabu (19/6/2019) memediasi persoalan yang menyelimuti Ahmadiyah dan warga Desa Pemalongan.
Mediasi yang terbalut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat dan Keagamaan (Pakem) wilayah Kabupaten Tanah Laut di gelar di aula kantor Kejaksaan Negeri Pelaihari Jalan Datu Insad Pelaihari.
Rakor di pimpin Kajari Tala Abdul Rahman,SH. Sejumlah pihak terkait yang hadir dalam rakor seperti Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Pasi Intel Kodim 1009 Pelaihari Kapten Infanteri Supriyanto, Kementerian Agama Tala, Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tala, MUI Tala, Polsek Pelaihari kota, Kasat Intel Polres Tala Akp Shofiyah, Kesbangpol Tala, Badan Intelijen Negara (BIN) wilayah Tanah Laut, Camat Bajuin Dwi Anggraini beserta jajaran, serta dari pihak Ahmadiyah sendiri dan tokoh masyarakat Desa Pemalongan.
Persoalan yang mengitari tentang aliran Ahmadiyah di Desa Pemalongan sendiri lantaran adanya laporan dari warga setempat, dimana Ahmadiyah mengutus orang luar untuk menyebarkan kepercayaannya kepada warga, di samping itu dalam hal melaksanakan solat jum’at selalu solat sendiri tanpa membaur dengan warga setempat, padahal dalam satu desa ada dua buah mesjid.
Sempat terjadi perdebatan dalam rakor, baik dari jemaah Ahmadiyah maupun MUI Tala. Debat sendiri di seputar adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) yakni Menteri Agama, Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri nomor 3 tahun 2008, nomor KEP-033A/JA/6/2008, nomor 99 tahun 2008 tertanggal 9 Juni 2008 tentang Peringatan atau Perintah kepada penganut, anggota dan/atau anggota pengurus jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan warga masyarakat. Namun rakor bertujuan bukan untuk saling mencari pembenaran lewat debat, namun menentukan solusi atas keresahan yang belakangan di alami warga Desa Pemalongan.
Setelah melalui beberapa penjelasan dari pihak-pihak terkait persoalan yang di anggap meresahkan warga, maka di tuangkan dalam sebuah surat pernyataan antara pihak warga Desa Pemalongan dengan Ahmadiyah.
Dalam surat pernyataan, H.Supian Sauri selaku ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bajuin sebagai pihak pertama mewakili warga Desa Pemalongan, dan MS.Sriyadi selaku pimpinan jemaat Ahmadiyah Desa Pemalongan sebagai pihak kedua.
Isi dari surat pernyataan yang telah di tanda tangani kedua belah pihak di atas materai Rp 6.000 dengan di ketahui pihak ketua tim Pakem Tala Kejari Tala Abdul Rahman,SH, ketua MUI Tala H.Syahrani, Camat Bajuin Dwi Anggraini dan Kepala Kesbangpol Tala Drs.H.M.Rafiki Effendi.M.Si berisi 3 point.
Pertama, jemaat Ahmadiyah di Desa Pemalongan tidak boleh menyebar luaskan ajarannya di Desa Pemalongan. Kedua, jemaat Ahmadiyah di Desa Pemalongan di perbolehkan melaksanakan solat Jum’at menurut keyakinannya namun tidak boleh mengundang jemaat Ahmadiyah dari luar Desa Pemalongan untuk solat Jum’at, adapun kegiatan lainnya (Silaturahmi dan acara keluarga) di luar hari Jum’at di persilahkan. Dan yang ketiga, kedua belah pihak sepakat menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Desa Pemalongan pada khususnya dan wilayah Kabupaten Tanah Laut pada umumnya.
MS.Sriyadi pimpinan Ahmadiyah usai penandatanganan mengatakan, hasil dari kesepakatan alhamdulillah semua pihak-pihak yang terkait intinya untuk melindungi kami, dan hasil kesepakatan selanjutnya menjadi bahan koreksi sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) dan kesepakatan juga telah sesuai dengan SKB.
Saat di tanyakan berapa banyak jemaat Ahmadiyah, menurut Sriyadi data keanggotaan sudah di serahkan kepada pemerintahan di kecamatan, soal berapa banyak tidak bisa memberikan berapa banyak jemaat, kecuali kepada pihak yang berkepentingam seperti Lurah, Pembakal bahkan Kepolisian.
Ia menambahkan, Ahmadiyah hadir di Desa Pemalongan sejak tahun 2000. Selama itu tidak ada kontroversi di masyarakat, pejabat kecamatan maupun dengan warga. Posisi kami sama dengan warga, baik kegiatan sosial, akan tetapi belakangan ini kami yang tidak mengerti dari mana asalnya yang di katakan membuat resah atau gejolak, padahal kami tidak merasa membuat gejolak atau keresahan itu, kata Sriyadi.
“Di isukan ada kegiatan penyebaran aliran hal itu pun tidak ada kami lakukan dan tidak terbukti dari apa yang di sangkakan,”ucapnya.
Sementara itu H.Supian Sauri ketua MUI Kecamatan Bajuin mengungkapkan, dari kesepakatan artinya sesuai pada isi kesepakatan kedepannya warga tidak merasa resah lagi, tapi di kembalikan kepada masyarakat Desa Pemalongan mudah-mudahan warga menerima isi kesepakatan.
“Berharap kepada warga jangan di jadikan permusuhan, jalin perdamaian, jika sekiranya ada ketidak cocokan, tidak sesuai atau tidak senang di hati, maka harus di musyawarahkan. Sebagai negara kesatuan NKRI perbedaan itu biasa dimana saja, tetap berharap menciptakan tali persaudaraan,”ungkap Supian.
Dengan selesainya rakor, maka selanjutnya oleh Kejari Tala di bentuk tim pengawas.
“Alhamdulillah berhasil menyamakan pendapat antara warga dan jemaat Ahmadiyah, dan kedepan berharap bisa menjadi alat silaturahmi, jangan sampai ada permusuhan atau gesekan utamanya yang menyangkut masalah keyakinan,”kata Kajari Tala Abdul Rahman.
Ia menambahkan, Kejaksaan selaku ketia tim Pakem maka sudah menjadi tanggung jawab dan kewajibannya untuk membina dan melakukan pengawasan terhadap aliran kepercayaan yang ada di dalam masyarakat.
Untuk menindak lanjuti hasil kesepakatan tadi terang Abdul Rahman, maka di bentuk tim terdiri dari Kepolisian, TNI dan Kejaksaan sendri beserta warga Desa Pemalongan, tokoh masyarakatnya, FKUB dan jajaran, Camat serta Kades
Tujuan tim ini kata Abdul Rahman untuk melakukan pengawasan terhadap apa yang sudah di sepakati tadi. Berharap kedepanya tidak ada gesekan, dan tidak ada yang sifatnya memancing ketidak nyamanan yang ada di dalam masyarakat.
Rakor pun di akhiri dengan saling berjabat tangan satu sama lain serta berfoto bersama.Tung

2
33%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
16%
wow
0
0%
sad
3
50%
angry

Komentar Facebook