POLRES TALA

Khatib AIPDA Faturahman Ajak Perbaiki Diri Bersama Umat

INFOTANAHLAUT.COM- Siapa menduga di balik baju jubah panjang warna merah yang membungkus seragam Polisi,kain putih menutupi peci warna hitam,dan berdiri sambil menyampaikan khutbah pada pelaksanaan solat Jumat bersama di mesjid Darul Falihin di Desa Batu Mulya Rw 6 Kecamatan Panyipatan,Jum’at (2007/2018) adalah seorang anggota Polisi dari Polsek Panyipatan yang menjabat kepala 1 Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Panyipatan.
E.Faturahman Ahmed berpangkat Aipda yang terlahir di Barabai 14 Maret 1978 anak dari pasangan H Musaffa dan Sa’idah, memang ada turunan dari sang kakek bernama H Abdurrahman Saleh seorang alim ulama di daerah Barabai dan mempunyai murid di berbagai penjuru Hulu Sungai dan daerah Nagara. Sementara orang tua dari ibu kandung Faturahman adalah tuan guru H.Nunci seorang alim ulama di Barabai pada era tahun 60-an sampai meninggal tahun 1986.
Masa bertugas sejak bulan Maret 1999 di Polsek Panyipatan selama 11 tahun, kemudian pindah ke unit Satlantas Polres Tala selama 5 tahun dan rolling tugas kembali ke Polsek Tambang Ulang dan Polsek Bati-Bati hingga pada akhirnya kembali lagi ke Polsek Panyipatan membuatnya harus melakukan sesuatu seiring dengan perkembangan jaman, utamanya berupaya menyelamatkan generasi muda di wilayah tempat ia bertugas.
Dari satu mesjid ke mesjid yang lain yang ada di wilayah Kecamatan Panyipatan ia kunjungi dan rutin pada saat pelaksanaan solat jumat untuk berkutbah,dan dalam kesempatanya berkhutbhah di mejid Darul Falihin Aipda Faturahman dalam khutbahnya mengangkat materi tentang “akan ada segolongan manusia di akhir jaman”.
“Apa yang dilakukan lewat khutbah tiada lain adalah juga berupaya untuk memperbaiki diri sendiri dulu,dan mengajak umat muslim khususnya kaum muda di Kecamatan Panyipatan agar secara perlahan sama-sama memperbaiki diri,”katanya.
Menurutnya,keliling dari satu mesjid ke mesjid dan dari desa ke desa dilakukan dalam kurun waktu 4 bulan ini.
Bertugas di Polsek Panyipatan bagi Aipda Faturahman punya penilaian tersendiri pada kondisi sosial,budaya masyarakat setempat,dimana masyarakatnya multi plural,yang notabenenya 30 persen adalah anak muda yang belakangan ini pun sudah mulai terpengaruh budaya hedonisme.
“tidak ada memang dalam pikiran untuk menyampaikan khutbah,akan tetapi beberapa bulan lalu ada perintah khotbah,dan sempat mau menolak,namun akhirnya tawaran khutbah pun di terima. Satu sisi sebagai motivasi selain memperdalam ilmu agama,memperbaiki diri dan memperbaiki moral anak muda supaya lebih baik,”ucapnya.
Sebagai personil Polri,diakui Aipda Faturahman sudah seirama dengan program Promoternya Kapolri. Suport dari rekan-rekan Polsek Panyipatan termasuk keluarga kecil begitu besar.
Tidak semata hanya menyampaikan khutbah, Aipda Faturahman juga tidak segan menolak jika ada warga yang mengundangnya dalam sebuah hajatan guna memberikan tausiah.
Baginya pula,selama hayat masih di kandung badan,khutbhah maupun tausiah dari satu desa ke desa yang lain,dari satu mesjid ke mesjid yang lain,bahkan kalau perlu antar kabupaten/kota akan ia lakukan. Dan hanya ada harapan agar keluarga,masyarakat,Pemerintahan khususnya di jajaran Polri berada istiqomah di jalan Allah SWT,”tutupnya.Tung

3
60%
like
1
20%
love
1
20%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook