PUBLIK

Kirim Rp 50 Juta, Perkara Pasti Beres

INFOTANAHLAUT.COM- Nama Kasi Pidsus Tri Taruna.F,SH dan Kasi Intelijen Stirman Eka,PS,SH hingga sampai kepala Kejaksaan Negeri Pelaihari Sri Tatmala Wahanani,SH, ketiganya di catut oleh seorang penelpon gelap yang meminta uang sebesar Rp 50 juta rupiah. Pencatutan nama ini dilakukan oleh seseorang penelpon gelap terkait kasus korupsi APBDes oleh kades Kurau Utara, Fahriah tahun 2016 sebagai tersangkanya yang sedang di tangani pihak Kejaksaan. Korupsi yang dilakukan yakni sebesar Rp 1,5 milyar dari hasil pemeriksaan Kejaksaan Negeri Pelaihari, namun dari hasil perhitungan (audit) BPKP kerugian negara sebesar Rp 379 juta rupiah. Kades Kurau Utara itu kini tengah menjalani proses hukum dan sudah di sidangkan kasusnya di Pengadilan Negeri Pelaihari.
Alat bukti beberapa titik sumur bor, pos kamling dan urukan tanah kuburan muslimin desa setempat serta keterangan saksi ahli sudah menguatkan pihak penyidik Kejaksaan menentukan Kades Kurau Utara tersebut sebagai tersangka korupsi APBDes 2016. Penggeledahan di rumah kades Kurau Utara pun sudah dilakukan pihak Kejaksaan beberapa waktu lalu.
Pencatutan nama ini terungkap saat Baihaki (30) anak dari terdakwa kades Kurau Utara, Kamis (18/1) ia di dampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intelijen memberikan keterangan di hadapan awak media.
Baihaki menceritakan, saat itu ia hendak menuju kantor Kejaksaan Pelaihari guna meminta surat ijin ke Kejaksaan untuk membesuk ibunya yang kini di tahan di rutan Pelaihari. Saat di kantor Kejaksaan Baihaki di telpon oleh si penelpon dengan nomor baru semula mengatas namakan Kasi Pidsus Tri Taruna.F,SH, dan meminta di kirimkan uang sebesar Rp 50 juta, jika ingin kasus ibunya beres, namun sebaliknya jika tidak kirim uang, maka proses pekara ibunya akan di persulit. Baihaki semakin terkejut, dan langsung mendatangi ruang kerja Kasi Pidsus seraya melaporkan apa yang baru ia alami.
Kedua kalinya HP Baihaki kembali berbunyi dengan nomor yang sama dan mengatas namakan Kasi Intelijen Stirman Eka,PS,SH, modusnya sama dengan meminta Rp 50 juta, bahkan mengaku kenal baik dengan Kejari Tala Sri Tatmala Wahanani,SH karena selanjutnya uang Rp 50 juta itu juga akan di teruskan ke Kejati Kalsel.
“telpon kembali berbunyi dan menanyakan apakah uang sudah di transfer, pembicaraan di pancing bahwa hanya punya Rp 20 juta, dan kalau mau di antar dan di serahkan kontan, maka di buat janjian ketemu di depan rumah makan Istana Sop jalan Kemakmuran pada pukul 11.00 wita. Akan tetapi lama kami di tunggu-tunggu di tempat janjian tak kunjung datang dengan sipenelpon,” terang Striman.
Stirman menambahkan, saat si penelpon menelpon Baihaki pun langsung di perdengarkan di hadapan Kejari Tala di ruang kerjanya.
Atas kondisi demikian, setelah melakukan koordinasi dengan pihak Reskrim Polres Tala guna melacak nomor telpon tersebut, ternyata di ketahui bahwa si penelpon yang mencatut nama Kasi Pidsus dan Kasi Intelijen serta Kajari itu berada di daerah Sulawesi Selatan.
“masyarakat yang mengalami hal demikian apalagi mencatut nama pejabat di Kejaksaan Pelaihari, di minta dengan sangat untuk konfirmasi ke Kejaksaan, karena ini jelas sangat tidak benar,” himbau Stirman.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook