POLITIK

KPU Hadapi Pesilat PS Gunung Jati

INFOTANAHLAUT.COM-Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tala Arief Mukyar beserta jajaran komisionernya harus menghadapi 70 orang berseragam warna hitam plus sabuk putih sebagai seragam khas dari pencak silat. Mereka adalah pesilat dari PS Gunung Jati Pelaihari.
Ketua KPU dan jajaran yang menghadapi para pesilat dari PS Gunung Jati tersebut adalah dalam rangka sosialisasi kepada para pemilih pemula, karena rata-rata pemilih pemula di kalangan generasi millenial ada di PS Gunung Jati, Jum’at (25/3/2019) di aula Dinas Kesehatan Tala.
Awal sosialisasi tentang pemilu di sajikan Fendi Haryadi komisioner KPU Tala dan bergantian dengan ketua KPU Tala Arief Muhkyar.
Menurut Fendi di hadapan 70 pesilat PS Gunung Jati di sampaikan penjelasan tentang umur yang sudah boleh memilih yakni umur 17 tahun.
Apa itu Pemilu ?
Secara singkat di jelaskan, Pemilu sebagai proses memilih pemimpin negara, makanya pemilu sangat penting untuk menentukan pemimpin negara, apa jadinya negara jika tidak ada pemimpinnya, kata Fendi.
Di jelaskan pula tentang 5 macam surat suara yang harus di pilih pada pemilu 17 April 2019 mendatang. Tidak datang ke TPS maka itu menjadi tanggung jawab moral, dan jangan sampai golput atau tidak memilih. Di Kabupaten Tanah Laut sendiri ada 40 persen pemilih pemula di kalangan millenial. Ada sebutan Pemilu legislatif, itu adalah memilih anggota DPRD atau disebut caleg, dan pemilu eksekutif yakni memilih presiden dan wakil presiden. Dipaparkan pula tentang sebutan “Pemilu Luber Jurdil” yang di artikan pemilu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil.
Di jabarkan Fendi, seperti Langsung artinya pemilih secara langsung memberikan suara tanpa perantara. Umum, berarti pemilihan itu berlaku bagi seluruh warga negara Indonesia. Bebas, artinya setiap pemilih dapat menggunakan haknya sesuai dengan hati nuraninya tanpa ada tekanan dan paksaan dari siapapun. Rahasia, berarti pilihan yang di pilih oleh pemilih tidak akan di ketahui oleh siapa pun. Jujur, berarti semua pihak yang terlibat dalam pemilihan umum harus bersikap dengan jujur, dan Adil berarti setiap pemilih dan partai politik peserta pemilu harus mendapatkan perlakuan adil, bebas dari kecurangan manapun. Pada Pemilu tahun 2019, ada 16 partai politik sebagai peserta pemilu.
“Pemilih sekarang banyak pilihan, apa lagi setelah melihat gambar-gambar caleg di pinggir jalan,”kata Fendi.
Pemilih pemula PS Gunung Jati juga di berikan pengetahuan tentang netralitas, dan hanya berlaku kepada TNI dan Polri, sementara bagi anak dan istri TNI maupun Polri boleh memilih. Atau yang tidak boleh memilih yakni warga yang di cabut hak pilihnya oleh negara setelah ada putusan dari Pengadilan Negeri, serta orang gila juga tidak boleh memilih.
Kepada pemilih mellenial ini, KPU Tala meminta harus peka dengan medsos, karena pada usia millenial yang suka medsos, maka jangan asal share informasi atau berita tentang pemilu yang belum tahu benar tidaknya. Di ingatkan pula ada istilah Money politik (Politik uang) yang juga dilarang serta hilangkan masalah RAS. Pada kesempatan sosialiasi juga dilakukan tanya jawab.Tung

0
0%
like
5
100%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook