PEMERINTAHAN

Kunjungan Menteri LH Siti Nubaya, Presiden Beri Perhatian UKM

INFOTANAHLAUT.COM-Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya dengan beberapa pejabat dari Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup, untuk yang kedua kalinya datang ke Desa Telaga Langsat di Kecamatan Takisung, Kamis (4/5). Kunjungan Men LH sendiri untuk melakukan cros cek kesiapan untuk kedatangan presiden Jokowi di Desa Telaga Langsat yang di jadwalkan akan datang pada tanggal 7 Mei 2017 mendatang.
Kedatangan Men LH Siti Nurbaya ke Kelompok Usaha Produktif (KUP) yang merupakan gabungan kelompok tani (Gapoktan) Langsat Membangun.
Di Gapoktan tersebut merupakan budi daya lebah maju dan lebah Kelulut, disamping juga dalam pengelolaan hutan rakyat.
Kedatangan Men LH juga bersama bupati Tala Bambang Alamsyah, serta dari Forkopimda Tanah Laut.
Sebelum melakukan peninjauan ke lokasi penangkaran madu, Siti Nurbaya berdialog dengan para anggota Gapoktan di sebuah lokasi yang dekat dengan kawasan tanaman induatri seperti Mahoni.
“ini kali kedua mendatangi Desa Telaga Langsat, dan semoga saja nanti dalam rangak kedatangan presiden bisa juga mampir ke lokasi ini, karena jadwal dari presiden begitu banyak, karena di seluruh Indonesia lokasi yang sama seperti Desa Telaga Langsat ada sebanyak 80 sampai 90 ribu desa, bayangkan betapa banyaknya,” kata Siti Nurbaya.
Bersua dengan anggota Gapoktan tidak terlalu lama, karena Men LH bersama-sama bupati Tala dan yang lainnya melakukan peninjauan ke lokasi penangkaran madu dan pengelolaan hutan.
Kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik Men LH mengatakan, pada dasarnya justru presiden memberikan perhatian kepada usaha-usaha semacam ini, dan di katakan ekonomi pemerataan itu bobotnya di lahan dan di kesempatan usaha kapasitas sumber daya pendampingan, dan lain sebagainya. Dan lokasi di Kabupaten Tanah Laut ini yang merupakan 40 persen ternak di Kalsel itu pemasok daging sapi di Kalselteng, bupati sudah berdiskusi bahwa Tanah Laut di jadikan kawasan strategis nasional, dan dari lingkungan hidup harus di lihat runag-ruang dan potensi luas wilayahnya yang bisa di pakai. Kalau di lihat di Tanah Laut sendiri masih ada ribuan hektar lahan yang masih bisa di pakai, dan di catatan kami ada dua ratusan ribu lebih.
Siti menambahkan, pada dasarnya konsep pemerataan ekonomi dengan penyediaan akses lahan dan di kelola dengan baik oleh masyarakat dengan kapasitas manajemen, dan kalau perlu selevel koorporat, dan tentu saja ada kesempatan dukungan usahanya, dukungan financial dan KUR diakui belum semuanya merata masuk dan di pahami dengan baik. Kalau melihat di Gapoktan Telaga Langsat sudah ada 13 kelompok, biasanya evolusinya itu setelah Gapoktan adalah koperasi. Melihat hasilnya bukan saja hanya pada ternak sapi, juga ada lebah madu dan lainnya sebagai produk hutan atau produk masyarakat tepi hutan, dan bahkan sekarang sudah ada tokonya di Banjarmasin sebagai salah satu tempat untuk menjual produk-produk nasional.
“Kemetrian jelas mendukung penuh dan memberikan kesempatan untuk arah kemajuan dan kesejahteraan itu,” paparnya.
Men LH Siti Nurbaya dan segenap Dirjen Kemen LH serta bupati Tala mencoba mencicipi madu lebah Kelulut, selanjutnya beranjak meninggalkan lokasi Desa Telaga Langsat.
Sebelum menuju Desa Telaga Langsat, Men LH beserta Dirjennya melakukan kunjungan ke Desa Tebing Siring untuk meninjau lokasi pengelolaan hutan oleh masyarakat di sana.
Sementara itu sekteraris Gapoktan Langsat Membangun Mujiman mengatakan, pengembangan di gapoktan yakni pengembangan Hutan Rakyat, lebah madu, ternak sapi dan perikanan kolam.
“untuk produk madu justru kekurangan bahannya, permintaan akan madu cukup besar, dan bahan yang di perlukan adalah koloni lebahnya yang belum banyak, ada juga karena bibit yang kadang tidak cocok dengan iklim di Jawa yang lembab dan sejuk, sementara di sini panas dan angin kencang, sementara kalau pepohonannya mendukung saja.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook