PERTANIAN & BUDIDAYA

Lahan Diluar Pulau Jawa Target Penyangga Pangan

INFOTANAHLAUT.COM-Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman yang datang ke Kabupaten Tanah Laut, tepatnya di Desa Tambak Sarinah Kecamatan Kurau, Senin sore (25/2/2019) melakukan panen padi di lahan pasang surut. Prosesi panen padi juga di dampingi gubernur Kalsel H.Sahbirin Noor, Pangdam Mayjen TNI Subiyanto, Danrem 101/Antasari Kolonel Inf M. Syech Ismed, bupati Tala H.Sukamta dan Dandim Kodim 1009 Pelaihari Letkol Inf Bagus Budi Adrianto.
Panen padi di lahan pasang surut Desa Tambak Sarinah seluas 350 hektar menggunakan pola tanam Satu Kali Mawlwit (semai) Dua Kali Panan (Sawit Dupa).
Sebelum melakukan panen padi Mentan RI melihat lebih dekat peralatan panen padi yang bekerja memanen padi, selanjutnya secara bersama-sama melakukan panen padi.
Usai melakukan panen bersam, Amran Sulaiman dalam keterangan persnya mengatakan, pada tahun ke 3, 4, dan 5 penggarapan lahan pangan dilakukan di luar pulau Jawa. Kalsel dan Sumatera Selatan yang menjadi target pengembangan penyangga pangan nasional. Perjuangan untuk pasang surut yang di kenal dengan SERASI (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani), dimana hal itu di perjuangkan selama 3 tahun. Awal perjuangannya adalah dulu hanya menggarap 1.000 hektar lahan rawa, lahan pasang surut. Kemudian di tingkatkan lagi menjadi 40.000 hektar, dan tahun 2019 di tingkatkan lagi menjadi 50.000 hektar. Dulu, produksinya hanya 2 ton per hektar dan tanamnya hanya 1 kali setahun. Dengan menerapkan tehnologi baru, pertama tehnologi untuk bibit benih unggul yang cocok untuk rawa dan pasang surut dan di butuhkan 2 tahun penelitian dengan nama Ipara 2 dan Ipara 3, dan yang bisa di lihat sekarang di Desa Tambak Sarinah.
Kemudian terang Amran, dulu produksi 2 ton, sekarang jadi 6 ton per hektar, maka pendapatan petani naik 3 kali lipat. Dan kalau dulu tanam kali sekarang 2 dan ada 3 kali dalam setahun.
“Itu artinya pendapatan petani meningkat 500 persen, inilah mimpi besar yang sudah jadi kenyataan, dan target tahun ini 500.000 hektar optimalisasi lahan pasang surut,” jelas Amran.
Ada potensi 10 juta hektar, bagaimana memabangunkan lahan tidur dan bangunkan petani tidur, dengan menggunakan pendekatan tehnologi, karena tanpa tehnologi hampir mustahil bisa bersaing dengan negara lain. Perbandingan tanpa tehnologi 1 orang per hektar panennya selama 25 hari, dan menggunakan combain harvester (alat panen) hanya butuh waktu 3 sampai 4 jam selesai 1 hakter. Selain itu juga dapat menekan biaya operasional yang turun sampai 40 persen,dulu biaya panen Rp 2 juta sekarang bisa turun Rp 1 juta begitu pula dengan biaya tanamnya.
“Itulah yang di kembangkan sekarang dari petani tradisional di tranformasikan menjadi petani modern,”kata Amran
Amran juga menjelskan, PDB pertanian naik tajam, 2014 naik menjadi Rp 900 trilyun menjadi Rp 1.460 trilyun di tahun 2018, mudahan 2019 bisa meningkat menjadi Rp 1.600 trilyun.
Untuk potensi pengembangan lahan pertanian di Kalsel sendiri ada seluas 500.000 hektar, akan tetapi yang di garap mungkin 200 an ribu hektar di tahap pertama.
Indonesia terang Amran, mampu mensuplay memenuhi pangannya dengan penduduk 500 juta sampai 1 milyar penduduk di Indonesia bisa di beri makan. Hitungan sederhan. Lahan sekarang ada 7 juta hektar, potensi lahan pasang surut 10 juta hektar. Dari 7 juta indek pertanamanya setahun hanya 1,8 kali pertahun, kalau 10 juta bisa di tanami 2 sampai 3 kali, maka 7 juta tambah 10 juta bisa tanam 2 kali.
Amran juga mengingatkan, pertanian bukan hanya padi semata tapi komoditi jagung. Ekspor jagung meningkat menjadi 29 persen, PDB naik Rp 600 trilyun, dan yang menarik inflasi dari 10,26 persen turun menjadi 1,26 persen di tahun 2017 lalu dan itu penurunan paling tajam di pemerintahan Presiden Jokowi-Jk.
“Sebentar lagi akan ada ekspor,”kata Amran.
Usai memberikan keterangan pers, Amran Sulaiman melakukan pertemuan dengan warga setempat bersama. Di hadapan warga Amran mengajak warga bila perlu jangan biarkaan lahan tidur, Kalimantan surganya padi, sementara negara lain hanya 6 bulan di beri waktu tanam padi karena selebihnya musim salju dan Indonesia tidak pernah kekurangan beras dan jagung karena anggaran untuk peralatan pertanian sebesar Rp 3 sampai 4 trilyun rupiah.
Dalam giat panen perdana di lahan pasang surut turut di hadiri Aster Kasdam VI/Mulawarman Kolonel Inf Jones, Danrindam VI/Mulawarman Kolonel Inf Irwan, Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, jajaran Dinas Tanaman Pangan, Holtikuktura dan Perkebunan Provinsi Kalsel dan Kabupaten Tanah Laut, para Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) provinsi dan Kabupaten Tanah Laut, para camat se Tala, serta jajaran lain yang terkait bidang pertanian.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook