KRIMINALITAS

Lakukan Aksi Jika Ada Yang Order

INFOTANAHLAUT.COM-Aksi mereka mulai bergerak jika ada yang order (Pesan). Mereka adalah spesialis pencuri kontrol panel alat berat dimana kontrol panel berfungsi sebagai otaknya alat berat jenis exsavator, tanpa ada itu alat berat tidak bisa di hidupkan apalagi bekerja. hebatnya, aksi mereka sudah sejak tahun 2011 hingga sekarang, namun akhirnya aksi mereka pun dapat di patahkan Polisi.
Tersangka yakni Andi (30) warga Jalan Handil Bakti Raya Rt 9 Desa Handil Bakti Kecamatan Alalak Kabupaten Barito Kuala, dan Aliansyah (55) warga Jalan Swadaya Rt 1 Desa Sungai Tabuk Kramat Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar serta Heri Sulistiawan (60) warga Perumahan Taman Pinang Indah blok O nomor 16 Rt 007/004 Kelurahan Nerogog Kecamatan Pinang, kota Tanggerang. Heri sendiri selaku pembeli spare part di bawah harga pasaran.
Aksi mereka di beberapa wilayah, akan tetapi saat beraksi di wilayah Kecamatan Jorong dapat di tangkap. Pada awal bulan Desember 2018, Polsek Jorong yang mendapat laporan kehilangan kontrol panel dari salah satu perusahaan. Di bawah pimpinan Kapolsek Jorong Iptu Sufianoor langsung melakukan pengecekan. Setelah sejumlah data dan petunjuk di TKP di kumpulkan, kontrol panel di ketahui berada di daerah Liang Anggang Barat Kecamatan Landasan Ulin Barat. Kanit Reskrim Polsek Jorong pun melakukan penyamaran dengan membeli kontrol panel tersebut.
Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Jum’at (21/12/2018) mengatakan, berbagai jenis kontrol panel dan spare part (suku cadang) alat berat telah mereka curi. Aksi mereka sudah cukup lama di Tala terutama di perusahaan-perusahaan yang work shopnya kurang pengamanan, seperti tidak ada cctv, penerangan di malam hari yang minim, ada work shop yang tanpa pagar. Para pelaku punya keahlian sebagai mekanik, dimana mereka bisa mengetahui spare part mana yang harganya mahal, kemudian cara melepasnya dan yang utama mereka melihat pada kondisi aman atau tidaknya beraksi.
“Untuk harga panel kontrol yang mereka jual seharga Rp 8 juta di black market, padahal harga resminya seharga kurang lebih Rp 30 sampai Rp 50 juta tergantung merek,”kata Kapolres.
Kapolres menambahkan, barang yang mereka ambil langsung di kirim ke Banjarmasin untuk di perbaiki selanjutnya di jual ke Jakarta.
Pengakuan dari salah satu tersangka, barang ada pesan baru beraksi. Di awali dengan survei. Cara melepasnya dengan menggunakan beberapa peralatan kunci-kunci dan obeng, dan lama waktu melepas sekitar 20 menit. Selama melepas ada yang memantau kondisi sekeliling dan posisi alat berat yanh di incar yang parkir di tempat sepi atau di hutan.
“Pengambilan kontrol panel sudah 8 kali dilakukan, di Sungai Danau 1 kali, di Jorong 1 kali, di Bati-Bati 2 kali, di Pembataan 2 kali, di Km 17 Gambut 2 kali, dan hasil penjualan 1 set seharga Rp 8 juta di bagi rata berdua. Dalam 1 bulan rata-rata 2 kali,”katanya yang juga mantan operator alat berat.
Barang bukti pun di sita yakni perakatan kunci berbagai ukuran, 2 buah Hp, korek api gas yang ada lampunya, 2 buah sepeda motor, 1 panel monitor, 1 buah controller, 8 buah baut ukuran 10, serta 2 buah kunci L.
Ancaman penjara 7 tahun pun bakal di terima pelaku sesuai dengan pasal 363 ayat 1 ke 3E,4E dan 5E KUHP.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook