RELIGI

Langgar Tengah Diyakini Ratusan Tahun Umurnya

INFOTANAHLAUT.COM-Langgar Tengah, begitulah sebutan familliar bagi tempat ibadah umat muslim yang memiliki nama sebenarnya langgar Nurul Huda. Langgar ini dapat di temui di Jalan Majakeling Pelaihari atau arah ke pasar lama Pelaihari. Posisinya tepat berada di tengah-tengah Jalan Majakeling.
Di yakini langgar Tengah ini sudah berusia ratusan tahun, dan konon sudah sejak jaman penjajahan masa Jepang dulu langgar ini sudah ada.
Belum jelas kepastian tahun berapa langgar Tengah ini awal di bangun, namun cerita dari warga setempat menyebutkan tidak jauh dari langgar Tengah tersebut ada sebuah danau kecil yang dulunya sebagai jalur transportasi kapal-kapal milik Jepang yang sandar, itulah ia yang di namakan Danau Ujung Brock yang sekarang bernama Danau Permai. Danau itu itupun kini telah di keruk Pemkab Tanah Laut dan di wacanakan sebagai tempat wisata air. Antara Danau Permai dan langgar Tengah inilah dulunya saling keterkaitan awal terbentuknya secara bersamaan yang ramai oleh para penjajah Jepang dan warga pribumi.
Cerita dari H.Salimi (83), Jum’at (26/10/2018) warga setempat menuturkan, kalau dulu langgar Tengah bangunannya dari kayu dan bertongkat atau seperti rumah pagggung, dan tidak terlalu besar. Konsep bangunan seperti itu sebagai bentuk untuk menghindari banjir, disamping di eranya dulu pada sekitar langgar Tengah masih sangat jarang perumahan penduduk, masih di kelilingi semak belukar dan hanya jalan setapak, serta menghindari masuknya binatang-binatang buas kala itu.
“Dibagian depan langgar ada dulu sebuah rumah warga, namun pindah sehingga keadaan langgar Tengah pun sendirian berdiri,”ucap H.Salimi.
Seriring perkembangan jaman di Jalan Majekeling mulai ramai rumah-rumah warga berdiri di sekitar langgar Tengah. Seiring kemajuan jaman pula, Jalan Majakeling masuk dalam proyek pelebaran jalan, al hasil rumah warga yang terkena proyek pelebaran jalan pun harus pindah. Sementara warga tetap berkeinginan posisi langgar Tengah tetap pada posisi semula, karena kalau terkena proyek pelebaran jalan tidak ada posisi lahan dimana untuk memindahkan langgar tersebut.
Kini, seiring waktu langgar Tengah pun di renovasi menjadi bangunan yang permanen dan posisinya tetap berada di tengah-tengah Jalan Majakeling. Oleh Pemkab Tala pun pada sekitar langgar Tengah telah di buatkan taman jalan agar terkesan Jalan Majakeling menjadi indah.
Tetap bertahan di tengah-tengah kemajuan kota Pelaihari, langgar Tengah minimalis berukuran 5×6 meter persegi itu tetap kokoh dan di percantik bangunannya, kegiatan pengajian-pengajian seminggu sekali terdengar selalu di langgar Tengah tersebut.Tung

6
85%
like
0
0%
love
1
14%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook