WISATA

Libur Pasca Lebaran Sejumlah OW Jadi Sasaran

INFOTANAHLAUT.CO.- Memanfaatkan moment liburan lebaran kali ini,sejumlah Objek Wisata (OW) menjadi sasaran para pengunjung yang tidak saja datang dari wilayah Kalsel, tapi juga dari Kalteng,Kaltim bahkan dari Jawa. Pada objek wisata pantai Takisung (22 km) dari kota Pelaihari di Kecamatan Takisung,Minggu (17/06/2018) kemarin membludak di kunjungi.
Beberapa objek wisata serupa lainnya seperti pantai Batakan (40 km) dari kota Pelaihari di Kecamatan Panyipatan pun cukup banyak di datangi pengunjung, begitu pula dengan objek wisata pantai Asmara (60 km) dari kota Pelaihari di Kecamatan Jorong tak luput dari sasaran pengunjung untuk menikmati alam pesisir pantai.
Dampak dari membludaknya kunjungan ke wisata pantai sudah barang tentu di barengi dengan bertambahnya jumlah kendaraan roda 2 dan roda 6
Dari pantauan sekitar pukul 09.00 wita sampai pukul 11.00 wita,pada arus lalu lintas di jalan A Yani mulai dari pintu gerbang kota Pelaihari tepatnya di Gunung Kayangan hingga sampai ke simpang 3 tugu SPBU Angsau,jumlah kendaraan terjadi peningkatan,baik roda 4 tidak kurang dari 500 buah masuk ke kota Pelaihari,begitu pula kendaraan roda 2.
Kemacetan mulai terasa saat kendaraan berada di jlan A Yani Desa Pabahan dekat kantor Kelurahan Pabahanan,hal ini menyusul karena sempitnya jalan, disamping ada persimpangan menuju Desa Atilam. Kemacetan dari lokasi tersebut kian memanjang hingga sampai ke simpang 3 tugu SPBU angsau. Kecepatan kendaraan roda 2 dan roda 4 hanya melaju dengan kecepatan antara 20 km sampai 40 km.
Seperti halnya di pantai wisata pantai Takisung,kondisi parkir kendaraan roda 4 termasuk roda 6 (bus) pun kabarnya harus rela parkir di sudut-sudut j mengingat pada lahan parkir yang ada tidak bisa lagi menampung kendaraan roda 4 dan roda 6.
Sementara untuk parkir kendaraan roda 2 oleh pengelola pantai terpaksa harus memanfaatkan lahan masuk ke pantai.
Aulia Rahman,salah seorang pengunjung di pantai Takisung yang datang dari Kalteng ini menuturkan,ia datang ke pantai Takisung hanya untuk memanfaatkan sisa waktu libur pasca lebaran 1439 hijriah.
“Kayaknya pada liburan lebaran tahun ini cukup panjang,dan jumlah pengunjung ke pantai Takisung juga keliatan lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya,hal ini dapat di lihat dari jumlah kendaraan yang parkir, “ungkapnya.
Moment membludaknya kunjungan ke pantai Takisung pun membawa rejeki bagi para penyewa perahu karet mini dan ban karet yang menyewakan kepada pengunjung. Dengn tarif beekisar Rp 20.000 sampai Rp 30.000, tergantung apa yang di sewa untuk mandi di pantai.
Begitu pula dengan penyewaan sepeda motor roda 4 atu ATV pun tak luput dari incaran pengunjung seharga Rp 50.000 dalam waktu 15 menit sekali pakai.
Ia menambahkan,melihat pada kondisi pantai Takisung memang hampir tidak ada perubahan,salah satunya terhadap para pedagang,sejatinya tidak berada di dalam kawasan pantai,nanum ada lokasi khusus,sehingga terlihat rapi dan bersih,dan areal parkir kendaraan jangan sampai ad yang dekat pantai maka perlu di perluas serta di tata sedemikian rupa agar rapi,namun yang paling penting bagaimana caranya menciptakan daya tarik di pantai Takisung ini,ujarnya.
Sementara itu H. Suryani kepala bidang usaha jasa pada Dinas Pariwisata Tanah Laut mengatakan,kunjungan mulai ramai pada hari Sabtu (16/06/2018) atau bertepatan dengan lebaran hari kedua, dimana pada saat kemarin karcis masuk yang habis sebnyak 2.3000 atau sebanyak 23 bundel,dan dalam 1 bundel karcis masuk isi 100 lembar,untuk hari Minggu (17/06/2018) informasi yang masuk sampai pukul 11.00 wita sudah habis sebanyak 17 bundel karcis masuk.
Sementara itu pula kepala Dinas Perhubungan Tanah Laut Adreas Evony di konfirmasi dan saat berada di lokasi wisata pantai Takisung mengatakan, untuk keberadaan parkir roda 2 bagi pengunjung tidak ada masalah,karena ada di siapkan lokasinya,sehingga pengunjung benar-benar nyaman menikmati pantai tanpa harus dekat dengan parkir roda 2. Kalau di katakan parkir roda 2 pengunjung harus dekat pantai itu tidak benar, yang ada di sekitar bibir pantai tersebut hanya bagi mereka masyarakat lokal yang punya usaha jasa penyewaan perahu karet mini,atau pedagang es dan pentol karena mereka jelas pakai kendaraan roda 2 untuk membawa barang dagangannya,sebab ada di pasang penghalang agar roda 2 pengunjung tidak masuk ke dalam kawasan pantai.
“Untuk parkir roda 4 atau roda 6 sendiri tidak ada masalah,karena di kantung-kantung parkir yang sudah di sediakan cukup menampung,dan tidak harus parkir di tepi jalan,kalau toh ada informasi sampai ke tepi jalan barangkali pada saat ada mobil yang hendak masuk dan bertemu dengan mobil lain,sehingga salah satu mobil harus menepikan mobilnya guna memberi jalan mobil yang keluar.
Saat di singgung apakah perlu perluasan parkir dari lokasi yang ada,menurut Andreas hal itu sebenarnya kewenangan Dinas Pariwisata,karena sarana yang wajib di sebuah obejk wisata tentu harus ada areal parkirnya,sementara Dinas Perhubungan hanya sebatas pada arus lalu lintasnya saja,termasuk yang membuka lahan parkir juga Dinas Pariwisata.
“Baru nanti Dinas Perhubungan bertindak pada pertimbangan tehnisnya,seperti perlunya ada pagar di areal parkir, petugas parkir harus jelas dengan menggunkan seragam khusus, dan bersikap ramah kepada pengunjung,kalau perlu ada tempat penitipan helm kalau sewakti-waktu cuaca hujan,atau kalau memang di perlukan lagi pakai portal eletrik seperti parkir di mall,”jelas Andreas.
Untuk memberikan rasa aman dan nyamannya pengunjung datang ke pantai Takisung juga telah di siagakan pos keamanan yang terdiri dari gabungan Polisi, TNI, Dishub,Pramuka,BPBD, serta Poalirud Polres Tala.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook