Mantan Bupati 2 Periode Jadi Saksi Foto Viral Medsos Salam Dua Jari – infotanahlaut.com
HUKUM

Mantan Bupati 2 Periode Jadi Saksi Foto Viral Medsos Salam Dua Jari

INFOTANAHLAUT.COM- Sidang lanjutan mengenai dugaan tidak netralnya 5 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) lewat beredarnya foto viral di medsos yang mengacungkan salam dua jari oleh kepala dinas saat berforse di lapas Sukamiskin Kota Bandung pada 7 April 2018 lalu, Jum’at (25/5) kembali di gelar di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri Pelaihari.
Dalam sidang kedua ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi Drs.H.Adriansyah atau biasa di sapa Aad yang notabennya mantan bupati Tala dua periode, dan merupakan ayah kandung dari Bambang Alamsyah yang kini sebagai paslon nomor urut 2 berpasangan dengan Ahmad Nizar. Aad saat menghadiri sidang di dampingi anak putrinya Marlia Adriana.
Dalam sidang menghadirkan 6 orang saksi yakni Zulfuadin (ASN Dinas Pariwisata), Drs.H.Adriansyah, Muhardin (kadis PU), Riyadi (kadis LH), Heppy Adriani (Pensiunan ASN tahun 2010) dan Achmad Ratomi,SH (Dosen Fakultas Hukum Unlam Banjarmasin) yang bertindak sebagai saksi ahli.
Dalam keterangan Aad saat ketua Majelis Hakim sidang yang di pimpin oleh Boedi Haryantho,SH maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) memberikan sejumlah pertanyaan, oleh Aad di jawab dengan tenang.
Seperti saat itu memang ada olahraga persahabatan berupa tenis lapangan di lapas Sukamiskin Bandung antara ASN Tanah Laut dengan warga binaan lapas. Mengenai befoto bersama dengan mengacungkan salam dua jari tersebut hampir semua orang yang ada di lapas itu berfoto. Aad mengaku sudah pernah melihat hasil foto saat di mintai keterangan di penyidik Polres Tala,.
“soal dua jari itu barangkali sebuah ekpresi yang muncul karena menang dalam pertandingan persahabatan tenis lapangan muncul ekpresi kemenangan (Victory), dan tidak ada arahan untuk salam dua jari, apalagi berpifikir untuk Pilkada,” kata Aad.
Aad menambahkan, memang kaitannya bermain tenis lapangan sehubungan dengan akan habis melewati masa hukuman, dan main tenis sendiri sudah sering dilakukan dengan ASN di Tala, karena semua berniat silaturahmi dan olahraga.
Sementara dari saksi ahli Achmad Ratomi,SH dari dosen Unlam Banjarmasin menyikapi kasus ini berpendapat bahwa di butuhkan kesadaran dari para ASN.
“memang budaya orang Indonesia mengedepankan silatutrahmi, apalagi Aad adalah mantan atasan mereka, idelanya ASN pintar membaca situasi apa dampak yang bakal muncul, terlebih Kabupaten Tanah Laut tengah memasuki pilkada, dan sudah sama-sama tahun apa hubungannya Aad dengan salah satu paslon”jelasnya.
Sidang pun di skor mengingat masuk solat Jum’at, dan di teruskan kembali tepat pukul 14.14 wita.
Dalam lanjutan sidang, keterangan saksi Muhardin memang sudah sering main tenis lapangan di lapas Sukamiskin, akan tetapi saat itu Aad tidak main tenis karena kondisi kesehatan kurang fit.
Muhardin saat itu tidak ikut berfoto bersama 5 orang ASN lainnya yang kini sebagai terdakwa.
Begitu pula dengan keterangan saksi Riyadi (kadis LH), bahwa ke lapas Sukamiskin hanya untuk silaturahmi dan olahraga, bahkan ia mengaku sempat menyanyi 2 kali karena ada fasilitas organ tunggal di acara olahraga tersebut.
Keterangan Riyadi sendiri saat ikut berfoto namun ia menggunakan salam 3 jari bukan 2 jari, karena menurutnya dengan 3 jari menandakan netral. Kemudian keterangan Heppy Adriani (pensiunan ASN) ia pun di ajak untuk ikut main tenis, namun lupa siapa yang memfoto.
Sidang lanjutan kasus dugaan ketidak netralan ASN ini akan di gelar Senin (28/5) mendatang dengan agenda pemeriksaan terdakwa.
Usai sidang, Kasi Pidum Kejari Tala yang juga sebagai JPU Adya Satya Lambang Bangsawan,SH mengatakan, memang tadi ada di cocokan dengan keterangan saksi Heppy Adriani setelah di putar ulang videonya saat di periksa di Gakumdu, karena ada perbedaan dengan jawabannya.
Saat di tanyakan dalam sidang terungkap ada kamera panjang atau kamera khusus foto, menurut Adya hal itu tidak terungkap karena hanya terlihat kameranya saja sementara orangnya tidak terlihat siapa yang memegang.
Dalam kasus ini di sita 5 buah HP yang masing-masing milik ke 5 terdakwa. Penasehat Hukum terdakwa dalam kasus ini adalah Mahyudin yang juga mantan anggota DPRD Tala.
Seperti pada sidang sebelmnya, pengamanan dari jajaran Polres Tala di tempatkan di seputar ruang sidang dan di hadiri masyakat yang ingin tahu kasusnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
1
100%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook