PUBLIK

Masing-Masing Klaim Nomor Miliki Arti Sendiri

INFOTANAHLAUT.COM- Seperti yang sudah di jadwalkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tala, Selasa (13/2) di gedung Balairung Tuntung Pandang dilakukan pengundian nomor urut bagi paslon H.Sukamta-Abdi Rahman dan Bambang Alamsyah-Ahmad Nizar.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan, pengamanan ekstra ketat dari aparat Polres Tala unit Sabhara di pintu gerbang menuju gedung pun di siagakan. Semua pengunjung yang tidak memiliki kupon tanda masuk yang di berikan oleh KPU sebanyak 200 buah kepada tim masing-masing, maka tidak di perkenankan masuk ke dalam gedung.
Sebelum berangkat ke titik acara, di sekretariat H.Sukamta-Abdi Rahman di jalan Pancasila (60 meter dari gedung Balairung) membuka pelayanan makan gratis kepada masyarakat Tanah Laut atau pun pendukungnya. Sementara di sekretariat paslon Bambang Alamsyah-Ahmad Nizar di jalan A Yani (Depan Kodim 1009 Pelaihari) hanya berkumpul di sekretariat oleh masing-masing parpol pendukung guna menuju lokasi acara.
Masing-masing paslon mengklaim, bahwa nomor urut yang mereka dapatkan memiliki arti tersendiri.
Setelah melalui rapat pleno KPU, cabup Ahmad Nizar mendapat kesempatan pertama mengambil nomor urutan dalam toples kaca berisi stereopom, di susul cabup Abdi Rahman. Ahmad Nizar mendapat nomor undian 2, dan Abdi Rahman mendapat nomor undian 1, sehingga untuk mengambil nomor pasangan paslon di dapat H.Sukamat-Abdi Rahman mendapat nomor urut 1 dan Bambang Alamsyah-Ahmad Nizar nomor paslon 2.
Pengundian nomor urut tersebut turut di hadiri parpol pendukung masing-masing paslon, dan oleh KPU jumlah undangan per paslon di batasi 100 orang, mengingat luas gedung yang terbatas pula. Yel-yel dari masing-masing pendukung pun mengumandang suasana gedung, berikut dengan atribut yang di bawa. Unuk paslon H.Sukamta-Abdi Rahman para pendukungnya membawa gambar keduanya yang di bentuk seperti kipas tangan berbentuk bulat, dan berpakaian serba putih. Sementara untuk paslon Bambang Alamsyah-Ahmad Nizar para pendukungnya sudah mempersiapkan atribut bertuliskan “Nyata dan Bekerja”. Tulisan tersebut juga terdapat di baju kaos yang di kenakan pendukungnya.
Apa arti nomor 1 bagi paslon h.Sukamta-Abdi Rahman.
Menurutu H.Sukamta dalam keterangan persnya usai acara mengatakan, nomor 1 adalah ridho dari Allah SWT, dan menyerahkan segalanya kepada sang maha kuasa, karena bisa maju sebagai cabup juga karena ridhonya.
“jadi kami yakini nomor ini adalah ridho dari Allah SWT untuk menjadi orang nomor 1 di Kabupaten Tanah Laut,” kata Sukamta.
Lantas apakah ada mimpi sebelumnya, menurut Sukamta hal itu tidak ada karena saya orang yang tidak terlalu percaya dengan mimpi-mimpi tersebut, dan berdoa saja, saya ingin maju sebagai orang nomor satu, dan yang terpikir mengabdikan diri di Tanah Laut ini sebagai apapun.
Sementara itu nomor 2 bagi paslon Bambang Alamsyah-Ahmad Nizar juga memiliki makna. Usai pengundian nomor urut, paslon Bambang Alamsyah-Ahmad Nizar melakukan sujud syukur di mesjid Agung Syuhada.
Bambang mengatakan, memang beragam macam pendapat tentang nomor 2 ini, dan kami tentunya ini merupakan hal terbaik yang di berikan Allah SWT, dan ishaa Allah angka 2 ini membawa keberuntungan.
“kalau di kaitkan dengan masa tugas sebabagi bupati, maka bisa di bilang 2 periode untuk menuntaskan apa-apa yang telah di kerjakan, semua tentunya baik dan makna ke mesjid sebagai bentuk rasa syukur, dan mudahan Tanah Laut aman, tentram, dan berpesan kepada masyarakat pilihlah pemimpin dengan menggunakan akal, hati nurani, kita orang beriman bertanyalah dengan guru-guru kita pilihlah yang terbaik, yang pada akhirnya membawa kebaikan bagi masyarakat. Nomor 2 itu adalah Piss, Victory, 2 kali dan mungkin juga Valentino Rosi,”ungkap Bambang yang di sambut aplaus dari pendukungnya.
Semenentara itu ketua KPU Tala Kamaru Zaman pasca pengundian nomor urut paslon mengatakan, untuk hari pertama kampanye sesuai jadwal berlangsung pada Kamis (15/2) dilakukan kampanye deklarasi damai kedua paslon berikut tim pemenangan masing-masing dengan tempat pelaksanaan yang sama pula.
Menurtnya pula, masing-masing paslon di perbolehkan membawa armada roda empat mmaksimal 20 buah mobil.
Sementara menyangkut Alat Peraga Kampanye (APK), KPU telah menyiapkan titik-titik pemasangan, dan di setiap 1 desa ada 1 APK gambar kedua paslon, termasuk 1 spanduk di setiap desa, dan di pastikan mencetaknya sebanyak 270 buah untuk spanduk, kemudian baliho untuk tingkat kabupaten ada 5 titik begitu pula sampai tingkat kecamatan ada 5 titik untuk APK yang di siapkan KPU, juga ada umbul-umbul di tiap kecamatan. Menyakut bahan kampanye, KPU juga mencetak berupa pamphlet, stiker dan juga poster yang jumlahnya hampir 10.000 lembar untuk 1 macam dan untuk 1 paslon.
“Sesuai dengan PKPU tentang kampanye mereka bisa menambah APK 150 persen dari yang di siapkan KPU. Umpamanya KPU menyiapkan 100, maka mereka boleh menambah 150 namun dengan desain yang sama. Dan soal titik memang tidak di tentukan, Cuma KPU menentukan titik-titik yang di laranag di pasang APK seperti tempat ibadah, sekolah-sekolah, dan di jalan protokol, dan berharap para tim pemenangan bisa mentaati aturan tersebut,” beber Kamaru Zaman.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook