POLRES TALA

Memangnya Tubuhku Kelinci Percobaan

INFOTANAHLAUT.COM- Seperti di utarakan Prasetya salah seorang warga perantauan dari Jawa Barat yang kini bekerja di Pelaihari dan memiliki tato di bagian punggung dan kedua tangannya merasa menyesal memiliki tato.
“Tubuh ini bagaikan kelinci percoban saja, memangnya badan ini buku gambar,” ungkapnya, Senin (14/1/2019) saat berada di sebuah klinik kecantikan Ganesha dekat bundaran Polres Tala.
Menurtunya, sudah jelas jika punya tato di masyarakat selalu di pandang sebelah mata, di cap jelek itu pasti, tapi semua di tunjukan dengan sikap yang baik.
Lantas kenapa dulu punya tato ?
Presetya menjelaskan, saat itu sekitar 7 tahun yang lalu dalam kondisi mabuk minuman, sehingga hanya bisa tertidur pulas, dan memang tidak merasakan apa-apa. Pada saat itu teman yang membawa ke sebuah tempat untuk di pasang tato. Awalnya memang percaya diri punya tato, namun lama kelamaan merasakan hal yang kurang nyaman, dan kini tato ingin sekali di hapus.
Keinginan Prasetya menghilangkan tato di badan merupakan keinginan hatinya, dan tidak mau terus menerus sampai pada usia tua. Pengalaman Prasetya pun di tularkan kepada teman-teman dekatnya yang ia kenal, dalam artian tidak perlu ada tato-tato di tubuh segala dan yang sudah terlanjur lebih baik di hapus, karena Prasetya beranggapan pastilah mereka yang punya tato akan menyesal.
Dari ungkapan Prasetya mewakili sejumlah temannya yang juga punya tato. Apa yang di rasakan prasetya dan kawan-kawan seiring pula dengan program dari salah seorang anggota Binmas Polres Tala, yakni Brigadir Deddy Purnomo.
Apa yang di perbuat Brigadir Deddy Purnomo kepada Parsetya ini cukup membuat deg-degan jantung bagi yang baru pertama melihatnya, manakala suara mesin laser di tujukan ke bagian kulit atau bagian tubuh lainnya yang terdapat tato itu sama persis dengan suara arus pendek listrik berikut dengan cahaya biru dan merah layaknya konsleting sebuah arus listrik.
Dengan sentuhan tangan Brigadir Deddy Purnomo, sebuah alat kesehatan yang telah sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan RI bernama Tingmay NDYAG Laser System Portable yang merupakan alat elektronik non radiasi dan termasuk alat kategori bedah, alat untuk menghilangkan tato di kulit itupun langsung mengena di bagian tinta tato.
Dengan meyisihkan kegiatan sosial dari usaha klinik kecantikan yang ia miliki bersama istrinya Rifatul Minnah, Brigadir Deddy Purnomo bersama satuannya di jajaran Binmas Polres Tala membuka secara gratis pembersihan tato kepada masyarakat. Namun tentunya proses menghilangkan tato ada surat keterangan kesehatan dari rumah sakit berupa yang harus dimiliki peserta seperti surat keterangan dari lab kesehatan berupa bebas HIV, bebas diabetes, dan bebas hepatitis A dan B agar bisa di kerjakan laser, karena jika terindikasi penyakit tersebut jelas akan beresiko.
Peserta pembersihan tato yang rata-rata anak muda itu pun menyambut baik, karena jika ingin membuang tato sudah pasti terbentur biaya.
Menurut Brigadir Deddy sebelumnya memang sudah pernah mengadakan di kota Malang Jawa Timur, dan untuk di Tanah Laut baru kali pertama dilakukan dengan menggandeng Sat Binmas Polres Tala.
“Sering bertemu dengan masyarakat khususnya yang punya tato, rata-rata saat di tanya mereka hampir 90 persen menyesal dan ingin berhijrah. Kendala memang pada biaya dan tidak tahu caranya menghapus tato. Dengan alat ini tergerak hati untuk membantu dan semua gratis,”katanya.
Ia menjelaskan, dalam proses penghapusan tato tergantung dari ketebalan tinta, jika tinta tipis maka 1 sampai 2 kali bisa tuntas, namun sebaliknya kemungkinan sampai 4 kali. Langkah Binmas Polres Tala ini sejalan dengan instruksi Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian “Bermanfaat Bagi Masyarakat”.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook