PEMERINTAHAN

Menunggu Jawaban Sang Gubernur

INFOTANAHLAUT.COM- Saat ini pihak bidang penatausahaan aset pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Tanah Laut tengah menanti-nantikan jawaban dari Gubernur Kalsel Sahbirin Noor terhadap penggunaan aset berupa eks kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tala, pasca peralihan kewenangannya ke Pemprov Kalsel, yanh kini eks kantor Distamben mangkrak selama kurang lebih 1 tahun.

Kepala bidang penatausahaan aset Berahim.S.sos,Msi, pada BPKAD Tala, Selasa (12/12) kemarin mengatakan, usulan tertulis secara resmi sudah di ajukan ke bupati Tala, dan kurang lebih 4 bulan lamanya surat sudah berada di gubernur Kalsel.

Di jelaskan, surat ke gubernur Kalsel terkait pinjam pakai eks kantor Dinas Pertambangan dan Energi yang berada di jalan A.Syairani Pelaihari, namun sampai kini belum ada jawaban.

“pernah pula datang pihak dari Itwil provinsi Kalsel yang juga menyayangkan jika eks kantor Distamben tersebut tidak di gunakan, dan usulan atau surat yang telah di ajukan ke gubernur Kalsel tersebut meminta kelak eks kantor Distamben di gunakan untuk kantor Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), karena selama ini Dispora menggunakan fasilitas umum berupa ruangan di Stadion Pertasi Kencana Pelaihari sebagai kantor, untuk menyangkut pembayaran tagihan listrik maupun telpon pada eks kantor Distamben Tala kewenangannya berada di Dinas Pertambangan provinsi Kalsel,” jelas Berahim.

Seperti halnya eks kantor Dinas Kehutanan Tala yang kewenangannya juga pindah ke Pemprov Kalsel, kini di gunakan sebagai UPT Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel dengan nama baru yakni Dinas Kehutanan Pengelelolaan Hutan Kabupaten Tanah Laut.

Berharap tambah Berahim, ada segera jawaban dari gubernur Kalsel atas usulan penggunaan pinjam pakai kantor eks Distamben tersebut untuk di gunakan Dispora Tala.

Sementara saat di singgung soal aset daerah lainnya berupa sekolah SDN Kayu Abang 2 di Kecamatan Tambang Ulang yang kini telah tutup, menurut Berahim sejauh ini tidak ada masuk usulan atas bangunan tersebut dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tala.

“kami siap saja memprosesnya, mau diapakan bangunan sekolah tersebut tergantung dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan sebelumnya juga harus dilakukan survei ke bangunan sekolah tersebut,” kata Berahim pula.

Bangunan SDN Kayu Abang 2 di Dusun Tambak Sari Mulya Desa Kayu Abang Rt 5 Kecamatan Tambang Ulang kondisi fisiknya masih sangat layak. Bangunan terbuat dari papan kayu pada dinding dan berlantai kayu Ulin itu masih terlihat bagus, dan konon di bangun di jaman orde baru. Ada terdapat 3 ruang kelas, 1 kantor dan di tambah 2 unit rumah dinas guru.

Sekolah tersebut di bangun untuk keperluan pada anak-anak transmigran, namun karena program transmigran di anggap gagal, para penghuni transmigran pun pada hengkang, maka seiring itu kondisi siswa pun ikut sepi. Sebagian memang warga transmigran ada yang bertahan, dan di pindahkan ke SDN Kayu Abang 1 yang jaraknya kurang lebih 1 km dari SDN Kayu Abang 2, termasuk para guru-gurunya juga telah di pindahkan tugas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ke sekolah lain.

Faktor lain, saat terjadi curah hujan yang tinggi, maka halaman SDN Kayu Abang 2 pasti di genangi banjir, dan membutuhkan waktu berminggu-minggu agar air bisa surut, itulah makanya oleh Diknasbud SDN Kayu Abang 2 tutup operasional.Tung

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook