PUBLIK

Merasakan Fresh Saat Kunyah Daun Sawi Mentah

INFOTANAHLAUT.COM-Apa yang anda rasakan ketika mengunyah selembar daun tanaman Sawi yang langsung di petik dari kebun dalan kondisi masih mentah, apakah pahit ataukah manis. Kalimat “Fresh” justru keluar dari Ichiro Tsurusaki warga dari negeri Jepang yang berkunjung ke lahan perkebunan sayuran organik non kimia yang kini tengah di kembangkan oleh MAPORINA (Masyarakat Pertanian Organik Indonesia) bekerjasama dengan kelompok tani (Poktan) Jakasuma Desa Telaga Kecamatan Takisung di hamparan lahan seluas 6 hektar.
Ichiro Tsurusaki dari JICA EXPERT sebuah lembaga pertanian di Jepang yang bekerjasama dengan Kementerian Pertanian RI, Senin (15/10/2018) yang melakukan kunjungan ke pengembangan sayuran organik atau tanpa menggunakan pestisida turut di dampingi Joko Warsito selaku pengamat hama Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanholbun) Provinsi Kalsel serta Malik dari Distanholbun Tala.
Heri, salah seorang petani setempat mengungkapkan, beberapa hal yang di tanyakan Ichiro yakni tentang proses pertanian organik, kemudian kendala-kendala yang di hadapi dan mengenai hal-hal apa saja yang sudah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut.
“kam petani kaget dan merasakan senang, terlebih sangat terkesima ketika Ichiro berkata Fresh sambil tertawa saat makan daun tanaman Sawi di kunyahnya, itu pertanda bahwa dalam kondisi mentah saja begitu aman di konsumsi langsung oleh manusia. Kebanggaan petani ada perhatian tersendiri dari Pemerintah terhadap pertanian hortikultura sayuran organik,”kata Heri.
Heri mengatakan, bahwa sayuran organik tidak mungkin sempurna, karena hama sifatnya tidak di basmi melainkan hanya di halau, kemudian progres tanaman cukup bagus, hanya masalah air dari musim kemarau yang jadi kendala. Selain itu perlu penelitian lebih lanjut hama apa saja yang ada sehingga penanggulangan lebih tepat.
Pengembangan lahan tanaman sayuran organik yang di kembangkan saat ini berupa tanaman Kangkung, Bayam dan Sawi dan sebagai tanamn pelindung yang di korbankan yakni Kacang panjang dan Mentimun di tambah bunga-bungaan tanaman refugia seperti tanaman bunga bunga matahari yang fungsinya sebagai tanaman pengundang predator untuk memangsa hama pada tanaman. Lebih simpel dapat di katakan seperti lebah yang hinggap pada bunga, ulat pada tanaman akan di mangsa lebah dan burung yang hinggap pada bunga.
Tidak cukup haya berkutat pada tananam sayuran organik, kedepan ada budidaya ikan lele dan penggemukan sapi sebagai kawasan Pertanian Terpadu,tutup Heri pula.Tung

3
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook