LIPUTAN KHUSUS

Merasakan Ramadhan Dirutan Kelas 2B (Bagian-2 habis) Oleh :Basuki Rahmat,SE Merasakan Seperti Disebuah Pesantren

INFOTANAHLAUT.COM- Memang agak beda menjalankan ibadah puasa dalam rutan dengan di rumah masing-masing, namun di tempat ini dan di bulan penuh berkah ini sebagai ajang bagi mereka untuk mempertebal keimanan, sebagai renungan untuk menyadari atas perbuatan yang pada akhirnya membawa mereka kerutan.

Layaknya apa yang dilakukan umat muslim di luaran, kegiatan ibadah pun sama persis, mulai dari kegiatan pesantren ramadhan, solat tarawih serta tadarus al qur’an pun mereka lakukan.

Seperti halnya pelaksanaan ibadah tarawih, oleh petugas demi alas an keamanan, setiap pelaksanaan solat tarawih pun bergantian dilakukan yakni penghuni blok A dan blok B.

Petugas sendiri menyediakan sebuah aula di bagian tengah rutan untuk kegiatan solat tarawih dan sekaligus melaksanakan tadarus al qur’an.

Pun ruangan yang di sediakan cukup besar itu masih saja tidak bias menampung sepenuhnya, sehingga harus sampai kebagian selasar aula. Sementara bagi penghuni rutan perempuan di tempatkan di bagian belakang aula yang terkoneksi dengan jalan menuju ruang tahanan perempuan.Tahanan perempuan sendiri jumlahnya tidak terlalu banyak, sehingga tidak terlalu berdesak-desakan, di samping itu istri para petugas pun acap kali ikut tarawih bersama.

Memang tidak semua penghuni yang ikut solat tarawih, oleh petugas yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada penghuni rutan blok C yang di minim security tersebut sebagian ikut berjaga di pintu-pintu.

Gema suara salawat dan kumandang ayat-ayat suci al qur’an pun mengumandang dari dalam aula.

Usai solat tarawih, beberepa tahanan kembali bersiap-siap untuk melanjutkan tadarus qur’an di aula tersebut.

Dalam tadarus qur’an sendiri sama-sama saling koreksi jika ada salah baca ayat.

Di utarakan Mansyur salah seorang tahanan, memang agak beda ibadah puasa tahun ini di rasakan, tidak kumpul bersama keluarga, namun keluarga di rumah sudah di kabari bahwa di dalam rutan sungguh bagaikan di sebuah pesantren, kebebasan beribadah terbuka lebar bagi siapa saja, termasuk menyimak tausiah pada kegiatan pesantren ramadhan di kala pagi hari.

“begitu tidak seperti di sebuah penjara, ketenangan beribadah, mendekatkan diri kepada sang khaliq sangat di rasakan, kendati ada kerinduan dengan keluarga di rumah di saat-saat ramadhan seperti ini,” ucap Mansyur.

Semoga hikmah dari ramadhan ini benar-benar membawa ketenangan dan kedamaian hingga pada akhirnya menyadari atas perbuatan yang telah dilakukan untuk tidak lagi berjumpa dengan yang naman Rutan, Amin.(*)

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.