PUBLIK

Minat Pilih Kedelai Masih Minim

INFOTANAHLAUT.COM-Gerakan Upsus Pajale untuk mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan dan bisa mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan nasional, atau biasa disebut Pajale, ternyata dari jenis tanaman kedelai masih minim di minati petani. Dimana untuk sasaran 20.000 orang hektar, di tanam sampai sekarang hanya 170 hektar.
Kepala bidang tanaman pangan Ir.Basri pada dinas tanaman pangan, holtikuktura dan perkebunan Tala, Kamis (27/4) pekan tadi mengatakan, minimnya untuk hasil kedelai lantaran petani banyak yang beralih, karena dulunya pernah menanam kedelai, namun kini pindah ketanaman jagung.
“selain itu juga serangan hama lebih cenderung banyak, walau hal itu bisa di atasi namun membutuhkan modal yang cukup besar, dan untuk bisa mencapai 200.000 hektar itu sangat sulit,” jelasnya.
Faktor lain tambahnya, harga kedelai di saat panen begitu murah karena selama ini kedelai masih mengandalkan impor, kendati kedelai lokal lebih bagus dari kedelai impor namun harga murah yakni Rp 8.000 per kg.
Di Kabupaten Tanah Laut sasaran pengembangan padi tahun ini dengan luas tanam 55.750 hektar pada 2 musim yakni penghujan dari Oktober 2016 sampai Maret 20017. Sasaran target sebanyak 46.000 hektar yang sudah mulai terealiasi sampai Maret sampai Oktober 2016 lalu sebanyak 4.6175 atau 104 persen.
Di musim kemarau sasaran tanam bulan April sampai September 2017 sampai sekarang sudah tanam sebanyak 6.740 atau 69 persen, dengan keseluruhan target 52.915 hektar dari total sasaran tanam padi 5.570 hektar.
Di komoditi jagung, sasaran tahun 2017 seluas 22.000 hektar terbagi dua musim tanam. Pada tanam musim hujan seluas 16.000 hektar, dan musim kemarau seluas 6.000 hektar. Yang telah realisasi dari Oktober 2016 sampai Maret 2017 seluas 18.810 hektar atau 1177,6 persen, dan tanam total jagung sampai sekarang seluas 22.671 hektar atau keseluruhan mencapai 103,5 persen.
Menurut Basri pula, dengan memanfaatkan lahan yang kosong untuk bisa di Tanami jagung, dan yang masuk dalam kawasan hutan dengan pola pinjam pakai atau di daerah Areal Pemanfaatan Lain (APL) .
Sementara dukungan TNI dalam hal ini Kodim 1009 Pelaihari terhadap program Upsus Pajele terus memberikan dukungan penuh, di samping adanya nota kerjasama antara TNI dengan Kementerian Pertanian.
Menurut Dandim 1009 Pelaihari Letkol Infanteri DD Josep Surbakti,SE di sela-sela kunjungan Pangdam VI Mulawarman belum lama tadi mengatakan, bahwa TNI bersifat pendampingan dalam rangka untuk menunjuang Upsus Pajale, dan mendukung pemerintah daerah, termasuk untuk peralatan pendukung atau alsintan pihak Kodim 1009 sudah siap untuk segi tenaganya, karena juga sudah terlatih untuk penggunaan alsintan tersebut.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook