PERISTIWA

Multaqo Para Habaib Tolak Keras People Power

INFOTANAHLAUT.COM- Kumandang People Power atau gerakan Kedaulatan Rakyat sebagai sebuah aksi turun ke jalan dalam jumlah besar di Jakarta lantaran adanya penolakan terhadap hasil keputusan KPU pada Pemilu presiden 2019, membawa imbas ke daerah.
Selasa (21/5) di salah satu aula hotel di Pelaihari, di gelar Multaqo (Pertemuan) Ulama, Habaib, Pimpinan Ponpes, Cendekiawan dan Mahasiswa Muslim Kabupaten Tanah Laut dengan teman”Indonesia Damai”.
Multaqo sekaligus dilaksanakan buka puasa bersama Kapolres Tala AKBP Sentot Adi Dharmawan, Dandim 1009 Pelaihari Letkol Infanteri Bagus Budi Adrianto, NU Tala, GP Anshor dan segenap masyarakat.
Multaqo tersebut menolak dengan tegas adanya aksi people power di Jakarta, karena di nilai melanggar peraturan dan di nilai bisa memperpecah persatuan dan kesatuan bangsa.
KH.Mukri Yunus pimpinan ponpes Nurul Hijrah Kecamatan Jorong dalam pencerahannya mengatakan, di bulan puasa di antaranya nikmat kedamaian, karena perbedaaan itu tidak akan hilang dari muka bumi. Sejauh mana iman manusia di uji oleh Allah SWT, maka orang yang di beri rahmat pasti akan mencari persamaan.
“Dengan rahmat Allah manusia akan berlaku lembut. Organisai apapun sama Indonesianya, maka seharusnya tidak perlu ada persengketaan,”kata Mukri Yunus.
Ia menambahkan, tidak ada kemenangan bangsa di manapun tanpa persatuan, persatuan tidak akan terwujud tanpa kasih sayang, kasih sayang tidak akan terwujud tanpa silatruahmi.
Sementara ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tala KH.Syahrani,S.ag menuturkan pula, habis pelaksanaan Pemilu khususnya di Tala dapat berjalan dengan aman, damai dan tentram.
“Dimedsos banyak ujaran kebencian, bahkan dengan dalih jihad, masyarakat di Tala jangan sampai terpengaruh,”ucapnya.
Hal senada juga di utarakan Bambang Kusudarisman selaku Cendekiawan Muslim Tala, bahwa ada fase besar telah di lampaui. Hingar bingar Pemilu membuat warga terkotak-kotak, namun ini tidak lagi ada istilah 01 dan 02, yang ada 03 dalam artian Persatuan Indonesia.
“Jadi sudah saatnya masyarakat Indonesia, khususnya di Tala untuk membangun daerah,”ucap Bambang.
Pada kegiatan tersebut di Akhiri dengan pengucapan ikrar Deklarasi Damai oleh tokoh agama, pimpinan ponpes. Isi dari ikrar deklarasi damai tersebut yakni para ulama dan tokoh agama di Kabupaten Tanah Laut menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengikuti kegiatan kedaulatan rakyat atau people power yang dilaksanakan di Jakarta, demi terciptanya situasi aman dan damai di bumi Tuntung Pandang yang di cintai.
Pertemuan pun di lanjutkan dengan buka puasa bersama.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook