HUKUM

Oknum PNS OTT Saber Pungli Di Lokasi Wisata

INFOTANAHLAUT.COM-Setelah belum lama di lantik oleh bupati Tala Bambang Alamsyah, tim Saber Pungli Tanah Laut yang di ketuai oleh Wakapolres Tala Kompol Iwan Hidayat langsung melakukan action dengan pola Undercoverboy, al hasil 3 orang oknum PNS BP3T di lingkup Pemprov Kalsel yang bertugas di pintu masuk wisata taman Labirin Desa Sungai Jelai Kecamatan Tambang Ulang yakni AS, MD, dan JL serta Aliansyah warga Desa Batakan yang bertugas menjaga pintu masuk wisata pantai Batakan Kecamatan Panyipatan di jadikan tersangka.

Seperti halnya yang dilakukan ke-3 oknum PNS BP3T Pemprov Kalsel tersebut, pada tanggal 29 Januari 2017 lalu sekitar pukul 16.00 wita petugas yang menyamar sebagai pengunjung taman wisata Labirin sebanyak 4 orang menggunakan mobil. Sesampainya di lokasi 4 petugas di minta membayar Rp 2.000 per orang, dan meminta uang parkir secara sukarela. Salah satu petugas pun memberikan uang sebesar Rp 10.000 untuk tanda masuk, namun untuk karcis parkir mobil tidak di berikan. Petugas yang menyamar kemudian mendatangi pos jaga, dan ke-3 oknum tesebut sedang melakukan pungutan retribusi kepada pengunjung. Setelah dilakukan perhitungan jumlah karcis yang terjual sebanyak 1.843 dan jumlah uang yang di dapat Rp 5.120.000. Idealnya, uang terkumpul sebanyak Rp 3.886.000, sehingga ada kelebihan sebesar Rp 1.434.000, akan tetapi kelebihan uang tersebut menurut mereka di dapat dari sukarela dari bayar uang parkir tanpa karcis, baik untuk roda 2 maupun roda 4, sehingga salah seorang petugas parkir atas nama  Sukiatno pun di bawa ke Polres Tala berikut barang bukti sejumlah uang.

Tim saber pungli pun mensita 1 bundel karcis masuk yang sudah terjual 1 pak atau 100 lembar, 3 bundel karcis yang belum terjual, 1 bundel karcis parkir, yang uang tunai Rp 5.120.000. Di sita pula satu buku laporan penjualan karcis dari tanggal 1 sampai dengan 27 Januari 2017 untuk laporan kepada bendahara pengeluaran, 1 buku hasil kelebihan penjualan karcis harian yang di setorkan kepada bendahara koperasi dan pengumpul uang kas internal pemandu wisata taman Labirin, 1 buku pembagian hasil penjualan karcis setiap hari Sabtu, Minggu dan libur Nasional yang di terima oleh pegawai BP3T sebagai pemandu wisata, serta 1 kotak kardus untuk mengumpulkan uang.

Ketua tim saber pungli Tanah Laut, Kompol Iwan Hidayat dalam keterangan persnya Selasa (14/2) di sekretariat saber pungli di aula kantor Inspektorat Tanah Laut mengatakan, motif yang dilakukan para petugas-petugas di taman Labirin tersebut adalah mencari kesempatan keuntungan untuk pribadi, di samping itu petugas meminta uang parkir dengan sukarela kepada pengunjung tanpa peraturan perundang-undangan atau dasar hukumnya.

Ia menambahkan, sama halnya dengan pungutan liar di objek wisata pantai Batakan, dimana pada tanggal yang sama pula sekitar pukul 15.00 wita di pos masuk melebihi angka rupiah yang tertera di karcis yakni sebesar Rp 3.000, namun kenyataanya di pungut sebesar Rp 5.000.

Sejumlah barang bukti di objek wisata pantai Batakan pun di sita yakni 2 bundel karcis yang telah habis terpakai, 1 bundel karcis yang terpakai sebanyak 8 lembar, 3 lembar sobekan karcis, serta uang sebesar Rp 690.000.

“motifnya jelas untuk mencari keuntungan dengan memanfaatkan karcis tanda masuk,” terang Iwan.

Ini merupakan hasil kerja dari dua lokasi OTT yang dilakukan oleh Pokja Penindakan dan selanjutnya dilakukan penyidikan oleh pokja yustisi, dimana keduanya menyangkut masalah retribusi yang indikasinya mengambil keuntungan untuk pribadi, dan untuk kasus OTT di taman Labirin sudah pasti lanjut pidana korupsinya, sementara untuk di pantai Batakan masih di cari benang merahnya, apakah ada aliran dana ke pihak Aparatus Sipil Negara (ASN) yang masih di dalami, pendek kata masih dalam proses pendalaman, papar Iwan.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook