PUBLIK

Operasi Semut “Putiki Ratik”

INFOTANAHLAUT.COM-Operasi semut yang melibatkan ratusan orang terdiri dari unsur pejabat Pemkab Tanah Laut, Polsek Takisung, Danramil Takisung, Dinas Pariwisata, Camat Takisung, Kades Takisung, oragnisasi pecinta alam Orpala Tupan Meratus Tanah Laut, Mapala Politala, KNPI Tala, Karang Taruna Barakat dan Persada Bahari serta siswa SMK Negeri 1 Takisung dan SMP Negeri 1 Takisung, tidak ketinggalan warga masyarakat sekitar, Minggu (26/2) di sekitar kawasan objek wisata pantai Takisung melakukan kegiatan pengambilan sampah yang berada di kawasan bibir pantai dekat perkampungan.

Kegiatan tersebut sebagai rangkaian dari adanya instruksi bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah nomor 660.1/98/DPRKP-LH/II/2017 tertanggal 2 Februari 2017, tentang pelaksanaan gotong royong kebersihan dan baputik sampah dalam rangka peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2017.

Kegiatan tersebut juga atas dasar adanya Surat Edaran (SE) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomor SE.1/MenLHK-Sekjen/Rokum/PLB.3/1/2017 tentang Pelaksanaan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2017.

Ratusan orang yang telah di bekali oleh satu kantong plastik ukuran besar tiap orang, melakukan penyisiran di bibir pantai dan mengambil setiap sampah yang di temukan.

Sampah-sampah di bibir pantai seperti sampah ranting pohon, bekas kemasan air mineral hingga sampai batang-batang pohon besar di kumpulkan dan selanjutnya di masukan kedalam box container sampah milik dinas PU yang di siapkan sebanyak 2 buah.

Bahkan untuk bisa mengambil bekas batang pohon yang cukup besar dan terpendam di dalam pasir pantai, oleh Dinas PU menurunkan 2 unit mesin pemotong kayu, dan potongan-potongan kayu itupun di kumpulkan, sementara untuk sampah dalam ukuran kecil langsung di masukan ke dalam box container.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup Riyadi di sela-sela kegiatan mengatakan, ada beberapa tempat terkait HPSN ini, namun di sesuaikan dengan temanya yakni pengelolaan sampah terintegrasi dari gunung, sungai, kota dan laut atau pantai.

“untuk wilayah kota sudah dilaksanakan, yakni di kawasan pasar dan terminal serta sekitarnya, kegiatan ini merupakan aksi spontan dan aksi nyata memungut sampah, dan aksi ini terus di canangkan sesuai dengan pencanangan pemerintah bahwa Indonesia bebas sampah di tahun 2020, dan menunju 3 tahun kedepan terus menggelorakan kepada masyarakat agar peduli dengan sampah dan mengingatkan kepada masyarakat, masalah sampah bukan tugas pemerintah saja, termasuk pihak swasta,”papar Riyadi.

Dalam operasi semut memungut sampah tersebut, 2 buah box container terisi penuh sampah-sampah, dan di kalkulasi antara 7 sampai 8 ton sampah yang telah di pungut di lokasi kegiatan.

Kegiatan di luar HPSN sendiri oleh Pemkab Tanah Laut akan melaksanakan pemungutan sampah di kawasan objek wisata Gunung Kayangan dalam waktu dekat dan melibatkan beberapa unsure organisasi serta masyarakat.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook