PENDIDIKAN

Orang Tua Siswa Korban Banjir Dapat Bantuan

INFOTANAHLAUT.COM-Musibah banjir bandang yang terjadi sekitar 2 bulan lewat di perkebunan kelapa sawit PT. Gawi Makmur Kalimantan (GMK), dan menelan korban 2 orang siswa dari Sekolah Dasar Swasta (SDS) PT.DMS Kebun Barat Desa Damit Kecamatan Batu Ampar, yakni Naima Dea Ramadani kelas 5 dan Saira Septia Ramadani kelas 3, Kamis (12/10) orang tua dari kedua siswa yang menjadi korban banjir bandang tersebut mendapatkan bantuan uang dari Dinas Pendidikan Tanah Laut, dan langsung di serahkan kepala Dinas Pendidikan Tala Abdillah di sekolah SDS PT.DMS.

Orang tua kedua korban masing-masing Mat Kundari orang tua dari Naima Dea Ramadani dan Junaidi Efendi orang tua dari Saira Septia Ramadani di dampingi Efendi Simamora site manager PT. GMK Kebun Barat menerima bantuan tersebut dan di saksikan sejumlah guru-guru sekolah.

Kepala dinas pendidikan Tala Abdillah mengatakan, terhadap semua sekolah dan komponen yang ada di perusahaan ini  tentu harus lebih meningkatkan kewaspadaan terkait dengan fenomena-fenomena alam, terutama kalau sudah terdeteksi rawan banjir bandang maka tentu langkah-langkah antisipasi harus dilakukan.

“disekolah harus memahami betul karakteristik kondisi cuaca, sehingga manakala di prediksi akan  terjadi banjir, nah ini menyangkut siswa sekolah harus di amankan, dan ketika dalam kondisi hujan lebat jangan sampai siswa pulang tanpa ada orang tuanya, sehingga tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak di inginkan,” terang Abdillah.

Bantuan kepada kedua orang tua korban sebagai wujud simpati dan empati dari Dinas Pendidikan dan karyawan, dimana segenap karyawan dengan suka rela dan ihklas menyumbangkan sebagian keuangannya.

SDS PT.DMS Kebun Barat kini memiliki murid sebanyak 217 siswa, dengan 10 orang guru yang masih berstatus guru honor, dan rata-rata muridnya adalah anak-anak karyawan PT. GMK.

Usai menyerahkan bantuan kepada kedua orang tua korban, Kadisdik Tala Abdillah beserta beberapa guru melakukan peninjauan ke lokasi tewasnya dua siswa yang terseret banjir bandang yang hanya berjarak kurang lebih 50 meter dari sekolah.

Di jelaskan oleh Rafi’i Hamdi salah seorang guru SDS PT.DMS Kebun Barat menceritakan, saat kejadian waktu itu ada 3 orang bersama security dan guru lainnya, ketinggian air sudah sampai dada orang dewasa, kalau untuk siswa jelas sudah tenggelam.

Ia menambahkan, salah satu korban sudah terapung dan yang satunya masih di dasar, dan dilakukan pencarian sampai ke dasar, namun tidak ketemu, akhirnya minta bantu karyawan yang lain sekitar 20 orang untuk mencari, baru bisa di temukan karena ada menyentuh kaki salah satu karyawan yang mencari.

Korban yang di temukan dan di bawa ke Askes Perusahaan, tapi harus di rujuk ke luar atau ke Puskesmas, namun juga akses jalan saat itu banjir, akhirnya sampai di bidan Desa Damit sudah tidak bernyawa lagi.

“kejadian banjir bandang selama kurang lebih 3 jam baru air surut, bahkan siswa harus ada yang pulang pukul 19.00 wita dan pukul 20.00 wita, sampai guru-guru harus iuran untuk membelikan makanan mie dan nasi untuk makan siswa yang tidak bisa pulang,” katanya.

Pasca peristiwa memilukan itu pun pihak manajemen perusahaan pun ambil tindakan. Efendi Simamora site manager PT. GMK Kebun Barat mengatakan, pasca kejadian itu ada beberapa hal yang di rencanakan dan mudahan segera terlaksana dan ada sebagian yang sudah dilaksanakan yakni pengamanan pagar di sekeliling sekolah, dan ada penempatan satu orang tenaga Satpam yang secara khusus mengawasi siswa dari pagi sampai jam pulang sekolah, jadi kalau ada siswa yang keluar sekolah oleh Satpam di tegur.

“sekarang lebih fokus pada satu pintu agar Satpam mudah melakukan pengawasan, dan jika cuaca tidak memungkinkan atau di prediksi hujan deras, maka murid semuanya di pulangkan dengan mobil antar jemput perusahaan yang sudah di siapkan, hal ini sebagai antisipasi untuk tidak terulang kembali peristiwa memilukan tersebut, dan memang ancaman banjir bandang di sekitar sekolah selalu ada, di samping sekolah juga dekat dengan sungai,” terangnya.

Sementara itu, Mat Kundari orang tua dari Naima Dea Ramadani merasa bersyukur atas bantuan yang ia dapatkan.

“berharap peristiwa seperti itu tidak kembali terulang, dan sangat bagus pihak perusahaan telah melakukan langkah-langkah antisipasi,” terangnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook