TOKOH

Pagi Ngajar, Malam Jual Jamu

INFOTANAHLAUT.COM- Peringatan hari guru ke-72 di tahun 2017 di Kabupaten Tanah Laut baru dilaksakanan di penghujung bulan November 2017 dan di pusatkan di lapangan SMP Negeri 3 Desa Batu Ampar Kecamatan Batu Ampar, Kamis (30/11) dalam bentuk upacara dari kaum guru, dan bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah bertindak langsung sebagai inspektur upacaranya.

Sejumlah pejabat lainnya turut hadir seperti ketua TP PKK Tala Arry Suryandini Bambang Alamsyah, kepala Bappeda Tala Ir.H.Ahmad Nizar,S.Sos,M.Si, pimpinan Bank Kalsel cabang Pelaihari Mitra Damayanti, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan Batu Ampar, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tala Abdillah M.Pd, Camat Batu Ampar Andi Mashaby, perwakilan Kejaksaan Negeri Pelaihari, kepala Kantor Kementrian Agama Tala Rusbandi, Kepala Dinas Perpustakan dan Arsip Daerah Tala H. Hairul Rijal.

Ratusan kaum guru bahkan mungkin ribuan, terkumpul bersama dalam satu hamparan lapangan sepak bola.

Di moment tersebut, sekaligus penyerahan penghargaan dari Bank Kalsel kepada 12 tokoh pendidikan berupa tabungan sebesar Rp 500 ribu dan bingkisan dari Dinas Pendidikan Tala, serta penyerahan bantuan sosial dari Pemerintah Kabupaten Tala kepada 5.447 orang siswa SD dan 1.337 siswa SLTP, dan penyerahan bantuan dari Alfamart berupa perlengkapan sekolah kepada 250 siswa-siswi.

Seperti mana biasa, bupati Tala pun membacakan sambutan Menteri Pendidikan.

Di monetum hari guru, masih ada segurat catatan tentang kondisi guru di tengah-tengah kemajuan jaman sekarang.

Satu dari sekian ribu kaum guru di Kabupaten Tanah Laut, salah seorang adalah M.Riduan,S.Ag guru honorer sejak tahun 2002 lalu itu, kini ia mengajar bidang studi agama dan Baca Tulis Al Qur’an (BTA) di SMP Negeri 3 Pelaihari.

Keseharian Riduan sapaan khasnya, jika pagi sampai siang mengajar di SMP Negeri 3 Pelahari, sementara menyambut datangnya malam selepas solat magrib, bukannya malah istirahat dan bersenda gurau di rumah bersama sang istri Rusdiana, atau bersama 3 anaknya Ahmad Rahli Rijani, Ahmad Fathul Munir dan Akila Alifa, namun pada malam hari Riduan justru harus mempersiapkan barang-barang dagangannya berupa jamu bungkus, berikut sarana lainnya seperti gerobak, gelas, air panas dan lain sebagainya untuk berjualan jamu.

Tempat mangkal Riduan sendiri paling gampang di cari, tepatnya berada di pintu gerbang pasar Tapandang Berseri atau biasa orang menyebutkan depan kantor Polres Tala, dan dari pukul 19.00 wita hingga sampai ke pukul 23.00 wita ia buka minuman jamunya.

Melayani pembeli jamu setianya membuat bapak 3 anak ini tidak merasakan kelelahan, kendati saat siang hari tenaga terporsir untuk mengajar siswa sekolah, namun ia tetap tersenyum dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan setianya.

Soal keluhan dari pelanggan jamunya tidak terlalu berlebih, paling-paling hanya pada saat pelanggan membutuhkan jamu sesuai kehendaknya, namun itu tidak tersedia saja, dan itu menjadi catatan agar bisa di siapkan ketika kelak pelanggan jamunya datang kembali, katanya pula.

Android pun Riduan tidak punya, hanya hanp phone jadul yang ia miliki, yang penting baginya komunikasi lancar.

Banyak beragam informasi atau cerita yang ia dapat dari orang yang minum jamu di kedai gerobaknya, di satu sisi baginya informasi beragam dari para peminum jamu dengan banyak cerita dapat menambah wawasannya sebagai guru agama.

Riduan menuturkan, awalnya ikut mengajar sebagai tenaga honor di SPM Negeri 3 dari ajakan teman, karena memang ada sedikit kebisaan dengan pelajaran agama, al hasil sejak tahun 2002 itulah ia memulai mengajar.

“jual jamu di akui sebagai tambahan penghasilan keluarga, karena gaji seorang guru honor hanya sebesar Rp 800.000 per bulan saat ini, dan dulu awal mengajar gaji yang di terima sebesar Rp 120.000 di tahun 2002,” ucapnya.

Kendati masih berstatus guru honorer, namun Riduan cukup berbangga dan setidaknya menemukan sebuah kecerahan masa depannya, karena status guru honorernya sudah masuk dalam database K2.

Besar harapannya, namun sampai kapan menunggu saatnya waktu ia bisa di angkat statusnya menjadi Pegawai Negeri bersama-sama dengan rekannya yang satu profesi.

Riduan memiliki prinsip dalam menjalani kehidupannya sehari-hari yakni “Mencerdaskan Anak Bangsa, Serta Menyehatkan Masyarakat Dengan Jamu”. Selamat Hari Guru.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
1
100%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook