PUBLIK

Pasca Banjir Di kalkulasi Ratusan Juta

INFOTANAHLAUT.COM-Banjir bandang yang melanda Desa Sungai Bakar di Kecamatan Bajuin beberapa hari lalu yang merusak infrastruktur desa seperti putusnya jalan poros menuju Desa Tanjung Bajuin sepanjang kurang lebih 3 meter, hanyutnya rumah Kusasi yang berada di Desa Sungai Bakar Rt 5, serta longsornya tanah di pegunungan Batayak di Desa Pemalongan, oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan telah di kalkulasi sebesar ratusan juta rupiah untuk perbaikan infrastruktur yang rusak.

Sebagai dinas tehnis yang menangani masalah infrastruktur, sehari setelah terjadinya bencana langsung melakukan survey dan pendataan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

Plt Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Dan Pertanahan Muhardin, Jum’at (27/1) kemarin mengatakan, akibat dari banjir yang di awali dengan insentitas hujan yang tinggi memang pada saluran-saluran primer tidak bias menampung jumlah air yang terlalu banyak, sehingga berdampak pada rusaknya infrastruktur seperti jalan, jembatan dan beberapa rumah.

“kita bijaksanai dengan adanya pergeseran lokasi, karena di daerah tersebut ada pula pengerjaan oleh dinas PU, dan itu sesuai dengan aturan, karena ini pasca penanganan bencana, seperti jalan poros Bajuin langsung di kerjakan sehari setelah bencana, dan di pastikan dalam 15 hari sudah selesai pengerjaan mengatasi jalan poros Bajuin yang putus,” katanya.

Ia menambahkan, seperti halnya Desa Sungai Bakar yang terdapat sungai, maka hal itu perlu di lakukan normalisasi, karena ada tikungan sungai yang memang yang sempit dan dangkal, sehingga jika ada debit air yang banyak tidak akan bias menampung, termasuk pula terhadap jembatan struktur box curevet di sana juga segera dilakukan perbaikan.

Dari hasil prakiraan cuaca khusunya tingkat curah hujan di Kabupaten Tanah Laut dari BMKG, maka di perkirakan sampai bulan Maret insentitas hujan deras masih akan terjadi.

Dinas tehnis pun secepatnya ambil langkah antisipasi terhadap ancaman hujan hingga sampai bulan Maret.

“dari kerusakan infrastruktur akibat banjir ini, anggaran telah di hitung dan hanya sebesar ratusan juta, karena kerusakannya tidak terlalu parah karena menyangkut tehnis saja,dan secara financial untuk normaliasi sungai sebesar Rp 100 juta rupiah karena memerlukan alat berat, perbaikan jalan dan jembatan kurang lebihRp 200 juta rupiah, dan perbaikan jalan poros Bajuin kurang lebih sebesar Rp 200 juta rupiah dan semua tidak menggunakan dana tanggap darurat, dan terakhir jalan poros menuju Desa Pemalongan yang tertutup tanah longsor , itu bisa di atasi, hanya menghalau tanah yang kejalan menggunakan alat berat Grader milik Dinas PU,”ungkap Muhardin.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook