KRIMINALITAS

Pasca Pembakaran Umbul-Umbul, Polisi Temukan Petunjuk Di TKP

INFOTANAHLAUT.COM- Aksi pembakaran atribut lambang negara berupa umbul-umbul merah putih di dua desa di Kecamatan Bajuin yakni Desa Bajuin dan Desa Sungai Bakar menjadi perhatian serius dari Polres Tanah Laut.
Setelah sebelumnya dilakukan olah TKP, Senin (21/8) unit Inafis Polres Tala yang langsung di pimpin Kasat Reskrim Polres Tala AKP Alfian Tri Permadi kembali melakukan olah TKP yang kedua.
Penyisiran dilakukan di lokasi awal di mana hilangnya sejumlah umbul-umbul yang hilang hingga sampai ke lokasi TKP tempat di bakarnya umbul-umbul di tengah-tengah jembatan besi Desa Bajuin.
Dalam penyisiran yang dilakukan tim Inafis Polres Tala di sebuah lokasi yang penuh rerumputan di temukan adanya beberapa botol kaca alkohol dengan kandungan 95 persen dan satu bekas gelas kemasan minuman.
Kesemua barang-barang itupun selanjutnya di bawa dan di jadikan petunjuk untuk proses penyelidikan mendalam di unit Inafis Polres Tala.
Penyusuran yang terus dilakukan oleh tim Inafis Polres Tala juga turut di damping aparat Desa Sungai Bakar.
Saat menyusuri lokasi tempat di pasangnya tiang-tiang untuk mendirikan umbul-umbul juga di dapati 2 buah tiang pipa paralon yang telah berisi semen sebagai tonggak pendiri tiang umbul-umbul yang sudah dalam kondisi patah, di duga tiang-tiang pipa paralon tersebut sengaja di patahkan.
Tim Inafis juga selanjutnya melakukan pengkuran dan identifikasi di tengah-tengah jembatan besi sebagai lokasi di bakarnya umbul-umbul tersebut.
Kasat Reskrim Polres Tala AKP Alfian Tri Permadi kepada INFOTANAHLAUT.COM di TKP mengatakan, dari hasil olah TKP yang kedua ini memang di temukan beberapa barang-barang, dan semoga ini menjadi petunjuk untuk mengungkap siapa pelaku pembakaran, di samping juga di kaitkan dengan keterangan beberapa saksi yang sudah di mintai keterangan sebanyak 6 orang, baik itu dari aparat desa maupun dari warga di kedua desa.
“melihat dari hasil temuan di TKP memang kondisi umbul-umbul tersebut seperti di paksa untuk di lepas, jadi ikatannya masih ada,” katanya.
Lantas apakah ini ada kaitannya dengan gerakan Radikalisme ?
Menurut Kasat Reskrim untuk hal ini barangkali sangat jauh, karena di TKP terlihat yang hilang hanya umbul-umbul dan cara melepasnya juga terkesan di paksa di tarik, tanpa di lepas atau di gunting,” ungkapnya.
Menyikapi ini, wakil bupati Tala H Sukamta dalam komentarnya mengatakan, atas adanya aksi ini jelas pelakunya harus di cari sampai dapat, dan diproses secara hukum dan aturan yang berlaku, karena hal ini sudah sangat keterlaluan dan menghina lambang negara walau hanya umbul-umbul tapi corak warnanya merah putih.
“pasca kejadian ini berharap kepada kedua warga, dan semua warga di Kabupaten Tanah Laut untuk sama-sama menjaga lambang negara, dan yang utama adalah mengenang bagaimana jaman dulu merebut kemerdekaan dan bisa mengibarkan bendera merah putih harus dengan darah dan nyawa, apa lantas di jaman sekarang main bakar saja, hukumlah pelakunya sesuai aturan,” kata Sukamta.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook