PUBLIK

Payung 3 Warna Yang Memukau

INFOTANAHLAUT.COM- Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah, secara simbolis memasangkan payung ukuran besar yang kerap kali di pakai oleh pedagang pentol maupun penjual sayur yang menggunakan kendaraan roda dua.

3 warna mencolok di payung tersebut yakni merah, kuning dan hijau bak pelangi itu juga terpampang gambar bupati sendirian mengenakan pakaian Aparatur Sipil Negara (ASN) serta logo sebuah bank.

Cukup cerah mata memandang payung dengan 3 warna itu, entah apakah ada pesan khusus kepada publik lewat 3 warna itu, ataukah hanya kebetulan semata. Karena dari pandangan orang kritis barangkali saja menilai 3 warna tersebut merupakan warna dari parpol yang memang mendukung penuh keberadaan Bambang Alamsyah untuk maju sebagai calon bupati Tala 2018-2023 mendatang. Wallahu Allam.

Abdul Rasid, satu dari ribuan Pedagang Kaki Lima (PKL) semakin bersemangat manakala sarana sepeda motor yang ia gunakan untuk menjual makanan ringan berupa pentol goreng yang tidak lepas dari sebuah payung ukuran besar, ia pun mendapat payung ukuran serupa dari program Coorporate Sosicial Responsibility (CSR) banak Kalsel, dan payung baru Rasid sendiri di pasangkan bupati Tala Bambang Alamsyah, Kamis (9/10) di kantor Setda Tala, serta sekaligus lounching program “Cangkal Bausaha”.

Melalui program CRS bank Kalsel, sebanyak 400 buah payung di bagikan kepada PKL, baik yang jual pentol, pop ice dan lain sebagainya.

Sejak pagi sekitar pukul 09.00 wita, para PKL ini sudah menunggu datangnya bupati Tala, karena akan mendapatkan payung ukuran besar walau suasana penyerahan payung di sertai gerimis hujan.

Abdul Rasid mengaku sangat senang dengan adanya pemberian payung ini, pasalnya memang payung yang sudah ada miliknya terlihat kusam, di samping untuk payung pemberian dari bupati jauh lebih tebal, sementara kalau payung miliknya agak tipis.

“Alhamdulillah senang banget, payung yang dulu buruk-buruk campur rusak gitu lah, dan berjualan pentol goreng di Pelaihari ini sudah 12 tahun, jualannya di sekolah-sekolah, kalau kantor hanya sebentar saja. Dalam membuat pentol goreng menghabiskan telur ayam sebanyak 7 rak,” katanya.

Bupati Tala Bambang Alamysah kepada para PKL meminta, bahwa dengan giat berusaha, menekuni pekerjaan yang ada, maka dengan keyakinan pasti akan membuahkan hasil, namun alangkah baiknya jika ada melihat peluang lain yang di rasa bisa membawa manfaat, maka ambil peluang itu tanpa harus meninggalkan jualan.

Bupati Tala selanjutnya memasangkan atau menggantikan payung lama kepada 2 orang pedagang pentol.

Kepada 2 pedangang pentol yang menerima dan di pasangkan payungnya secara simbolis oleh bupati itu, di minta kepada PKL yang hadir menikmati makanan pentol sepuasnya, karena bupati yang membayarkannya, al hasil PKL yang lain  termasuk pegawai di Setda pun menyerbu pentol goreng dan pentol biasa.

Di tempat yang sama kepala dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) Raffiki Effendi mengatakan, keberadaan UMKM di Tanah Laut sesuai data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Tala sebanyak 35.000-an dan serapan tenaga kerjanya sekitar 62.000-an.

Ia menambahkan, kalau menyangkut bantuan dana ke UMKM lewat pemerintah sekarang tidak di bolehkan lagi, jadi harus melalui perbankan, dimana dari Kementerian UMKM mengarahkan ke perbankan tanpa adanya agunan, dan bunga maksimal 9 persen, sukur lagi kalau bunganya di bawah 9 persen, karena harapan pemerintah bungannya di bawah 5 persen, dan tidak semata dari program CRS perbankan, harapan peran dari BUMD dan BUMS peduli dengan UMKM.

Pada penyerahan payung ke PKL juga turut di hadiri sejumlah pejabat daerah lainnya.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook