PUBLIK

Pedagang Minta Portal Besi Dibuka

INFOTANAHLAUT.COM-Para pedagang di pasar Tapandang Berseri atau biasa di sebut Pasar Parabola Pelaihari (Depan kantor Polres Tala) yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Pasar Tapandang Berseri Pelaihari meminta pihak yang berwenang soal pasar untuk membuka portal besi yang selama ini tertutup selama hampir kurang lebih 2 tahun. Plang besi yang awalnya di pasang Dinas Perhubungan setelah adanya koordinasi dengan pihak Satlantas Polres Tala di samping kanan dari pagar Bank Kalsel dengan alasan sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Dari analisa yang telah dilakukan Dinas Perhubungan, kebanyakan masyarakat yang datang naik kendaraan dari arah Jalan A.Yani (samping kanan Polres Tala) acap kali selalu memotong lewat gerbang pasar di dekat pagar Bank Kalsel tersebut, sehingga tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas atau pertemuan dengan arus kendaraan yang datang dari Jalan Kemakmuran.
Sejalan itu, Jum’at (19/10/2018) para pedagang yang tergabung dalam Persatuan Pedagang Pasar Tapandang Berseri menggelar rapat bersama pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan, Sat Pol PP dan Damkar, Dinas Perhubungan di aula Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan dan Satlantas Polres Tala dalam hal ini Kasat Lantas AKP Lalu Ryan.
Rapat koordinasi di pimpin kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan Tala H.M.Raffiki Effendi. Selama kurang lebih 1 jam rapat koordinasi di gelar, baik para pedagang maupun dari pihak dinas terkait terjadi dialog.
Usai memimpin rapat, kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan H. M. Raffiki Effendi dalam keterangan persnya mengatakan, dalam rapat fokusnya permohonan minta di buka kembali plang tersebut, maka dinas mempertemukan bersama stake holder lain, dengan adanya permohonan ini jelas nanti ada rekayasa arus lalu lintas, dan rekayasa dari pihak Satlantas Polres Tala dan iti pun di kaji kembali.
“Dan rakayasa sendiri terkait dengan adanya Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, oleh karena itu salah satu pasal yakni 273, apa bila di lokasi tersebut terjadi kecelakaan maka pihak Satlantas meminta siapa yang bertanggung jawab, dan hal inilah yang masih harus di kaji kembali oleh pedagang,”kata Raffiki.
Ia menambahkan, jika memang rekomendasinya harus di tutup maka di tutup, jika di buka pun pegang kuncinya bukan di Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan, yang pasti harus ada siapa yang bertanggung jawab.
Di tempat yang sama, Andreas Evony kepala Dinas Perhubungan Tala usai rapat menjelaskan, hal ini tentu pasti akan ada rapat lanjutan guna memfinalisasi apakah plang besi itu di buka atau di tutup, karena tadi dalam rapat hanya penyampaian saran dan pendapat secara tehnis.
Menyangkut arus lalu lintasnya tambah Andreas, semakin tahun kan semakin ramai, kemudian juga merupakan akses jalan nasional yang melintas di kota Pelaihari tentunya angkutan-angkutan umum berbadan besar, bertonase berat akan melintas di sana sehingga sangat rawan. Untuk itulah itu menjadi hal yang sangat krusial jika di buka harus ada rekayasa serta safety keselamatan yang optimal baik dari Dinas Perhubungan sendiri melalui alat-alat keselamatan, juga nanti ada petugas penjamin bahwa rekayasa tersebut benar-benar dilaksanakan.
“Dishub sendiri sudah menyampaikan semua rekayasa-rekayasa tersebut, tinggal juga kami menunggu jawaban dari yang memohon, baik dari Satlantas dan pertimbangan dari kawan-kawan di Dinas Koperasi,Usaha Kecil dan Perdagangan,”kata Andreas.
Sementara itu, H.Naufal sekretaris Asosiasi Pedagang Pasar Tapandang Berseri Pelaihari mengungkapkan, intinya apa yang kami bawa menyangkut masalah pasar ini kepada pihak yang terkait untuk di bukanya pintu masuk pasar yang kini tertutup plang besi.
“kami juga minta di tata dan di benahi masalah perparkiran, karena di situ pada setiap jam lain-lain yang pegang parkir, kemudian juga lepas dari Perda soal pungutan parkir, roda dua hanya Rp 1.000 tapi di lapangan Rp 2.000. Bila pembeli memindah motornya ke toko lain, juga di minta bayar parkir kembali,”kata Naufal.
Terkait adanya penutupan pintu masuk tersebut diakui terjadinya penurunan penjualan pedagang, disamping memang terjadi penurunan daya beli masyarakat secara global, di tambah pula dengan di tutupnya pintu masuk tersebut yang juga membawa dampak penurunan income pedagang. Menyikapi masalah pintu masuk masih akan ada rapat lanjutan untuk melahirkan solusi yang terbaik khsusunya para pedagang.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook