PUBLIK

Pembangunan RS Terhalang Portal

INFOTANAHLAUT.COM-Berjalan sekian bulan sejak bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah memulai pembangunan (Ground Breaking) rumah sakit H Boejasin di Kelurahan Sarang Halang di tahun 2016 lalu, belakangan pembangunan rumah sakit megah yang di kerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) selaku BUMN ini terhambat oleh adanya portal yang terpasang di pintu masuk dan tumpukan batu untuk arus keluar masuk material proyek rumah sakit.

Di portal tersebut terpasang sangat jelas, larangan untuk masuknya semua aktivitas yang menyangkut pembangunan rumah sakit, baik karyawan PT.PP maupun angkutan material proyek. Pada portal tersebut kabarnya di pasang oleh pihak PT. Parembee selaku pemegang HGU yang telah menghibahkan lahan HGU nya seluas 10 hektar kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Laut untuk di bangun rumah sakit. Dari sejarahnya, proses hibah sendiri dilakukan pimpinan PT. Parembee H. Mawardi bersama bupati Tala Bambang Alamsyah di kediaman bupati Tala beberapa waktu lalu yang turut di saksikan oleh segenap kepala SKPD.

Akibat adanya portal tersebut, otomatis pengerjaan pembangunan rumah sakit pun sedikit terhambat, bahkan informasi di dapat menyebutkan ada 4 unit truk muatan semen cor atau truk molen harus kembali karena tidak bisa masuk kelokasi proyek rumah sakit, dimana pada tahapan itu harusnya dilakukan pengecoran semen.

Portal yang di pasang pihak PT. Parembee sendiri sudah ada sejak hari Jum’at 20/1 pekan lalu. Sejumlah pekerja dari PT PP pun harus mencari jalan lain untuk bisa masuk ke lokasi proyek, yakni di jalan setapak dekat rumah warga untuk bisa masuk ke mess PT.PP dan lokasi proyek.

Setalah di telusuri kedalam, tidak jauh dari rumah sakit juga tedapat bangunan baru yakni sebuah pengolahan semen, yang katanya itu juga milik PT. Parembee.

Sementara itu Mariono selaku Pejabat Pembuat Komitmen atau pelaksana di lapangan dari pihak rumah sakit H Boejasin, Rabu (25/1) dalam keterangan persnya mengatakan, yang jelas secara waktu kita di rugikan dengan adanya penutupan jalan tersebut, untuk masalah berapa kerugian yang di akibatkan oleh PT.PP itu secara tehnis bukan kewenangan saya.

“memang di sayangkan kenapa penutupan itu sampai terjadi, pihak PT. Parembee juga tidak ada pemberitahuan ke kita, setidaknya ada tertulis di ajukan ke rumah sakit atau PT.PP sehingga kita dapat merespon dan memprosesnya, namun ini tidak ada apa-apa lantas tahu-tahu ada portal, dan bahkan di tumpuki batu-batu, namun demikian kami terus berupaya melakukan komunikasi dengan PT. Parembee,”jelasnya.

Ia menambahkan, soal kenapa sampai hal ini terjadi, itulah yang kami sendiri tidak mengetahuinya.

Dikofirmasi ke pihak PT Parembee dalam hal ini Deni selaku humas PT.Parembee mengatakan, kenapa hal itu kami lakukan karena ada beberapa hal yakni yang tidak ada etikat baik dari PT. PP maupun rumah sakit, ada kewajiban-kewajiban yang harus di penuhi oleh kontraktror pelaksana dan hal itu tida di penuhi, ujarnya di hubungi via telpon selulernya.

“setidaknya ada permisi baik kepada kontraktor maupun pihak rumah sakit, kendati memang lahan tersebut telah di hibahkan ke Pemkab Tanah Laut, disamping itu yang menjadi ke khawatiran kami adalah kondisi arus air yang datangnya dari proyek pembangunan rumah sakit jatuhnya ke kawasan perumahan yang sedang kami bangun, karena memang posisi rumah sakit agak tinggi dari posisi perumahaan,”ungkapnya.

Saat di tanyakan adanya pabrik pengolahan semen dekat rumah sakit milik PT Parembee, Deni kembali menjelaskan, bahwa untuk pengolahan semen itu kita ijinnya lengkap dan ada, dan itu kami persiapkan untuk keperlun proyek pembangunan perumahan, sehingga tidak perlu harus mendatangkan dari luar daerah, beda dengan pembangunan rumah sakit yang harus mendatangkan material dari luar daerah, di satu sisi malah merusak jalan, katanya.

Belum lama wakil bupati Tala H Sukamta melakukan peninjauan lokasi proyek portal itupun sudah ada di pasang di pintu masuk.

Wakil bupati Tala H Sukamta sendiri Rabu (25/1) mengatakan, bahwa memang ini barangkali ada komunikasi yang tersumbat, dan harus segera di selesaikan, jangan sampai kedua belah pihak ada yang di rugikan, sehingga berdampak terhambatnya pembangunan rumah sakit, maka dari itu secepatnya kami akan melakuan pembahasan bersama.

Proyek pembangunan rumah sakit ini sendiri menelan dana Rp 200 milliar rupiah lebih dari dana APBD Kabupaten Tanah Laut yang di bangun dalam tiga tahap. Rumah sakit ini sendiri menjadi harapan sebagai rumah sakit rujukan antar kabupaten di Kalsel setelah rumah sakit umum Ulin Banjarmasin.

Jika pada lokasi dekat rumah sakit terdapat pengolahan semen milik PT Parembee, apakah hal ini sangat pas dengan rumah sakit, karena asap yang di hasilkan dari pengolahan semen itu sangat dekat dengan rumah sakit yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter. baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook