SALAM REDAKSI

Pemimpin Baru Harapan Perubahan

INFOTANAHLAUT.COM-Kabupaten Tanah Laut sebagai daerah pesisir yang berada di bagian selatan dari Provinsi Kalimantan Selatan,atau dengan jarak tempuh 65 km dari Banjarmasin ibukota provinsi Kalimantan Selatan,kini memiliki pemimpin baru. Kendati orang bilang “Stok Lama Barang Baru”,sosok H.Sukamta secara resmi menjabat sebagai bupati Tala dan patnernya Abdi Rahman,S.pd sebagai wakil bupatinya yang telah di lantik oleh Menteri Dalam Negeri melalui gubernur Kalsel di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin pada Rabu (19/09/218). Di duet kepemimpinan H.Sukamta dan Abdi Rahman,S.pd warga Tanah Laut berharap penuh terjadi kemajuan dan perubahan di segala bidang.
Memasuki tahun 2018 sebagai tahunnya politik bagi masyarakat di Kabupaten Tanah Laut lewat proses Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) telah terlihat hasilnya setelah secara serentak di beberapa kabupaten dan kota di Indonesia tanggal 27 Juni 2018 lalu juga melakukan Pilkada.
Pertarungan pada Pilkada 2018 banyak prediksi yang menyebutkan bakal panas, karena dua pasang calon adalah dari petahana.
Ya, mereka adalah H.Bambang Alamsyah yang notabenya pasangan H.Sukamta sebagai wakil bupatinya saat Bambang Alamsyah menjabat bupati dari periode tahun 2013 sampai 2018. Memasuki tahun politik 2018,Bambang Alamsyah banting stir dan menggandeng Ahmad Nizar yang juga kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanah Laut untuk maju sebagai kandidat cabup dan cawabup 2018 sampai 2023. Begitu pula H.Sukamta,mereka yang dulu sama-sama, H.Sukamta pun menggandeng Abdi Rahman,S.pd sebagai wakilnya,dan Abdi Rahman sendiri notabennya anggota DPRD Tala dari parpol besutan Prabowo Subianto (Gerindra).
Jalur-jalur partai di Kabupaten Tanah Laut yang membuka pendaftaran cabup dan cawabup pun tidak terlewatkan oleh kedua pasang kandidat untuk mendaftar,termasuk ada pula dari unsur masyarakat ikutal pula memasukan berkas pendaftaran guna melamar menjadi cabup dan cawabup dalam Pilkada 2018 pada papol yang membuka pendaftaran cabup cawabup.
Masa kampanye,merupakan kegiatan untuk unjuk kekuatan masing-masing pasangan calon (Paslon) setelah secara resmi di tetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Data dari KPU sejatinya ada 3 paslon,yakni dari unsur perseorangan (Independen) yakni Ustaz Zainal Abidin pimpinan sebuah ponpes di Desa Batu Mulya Kecamatan Panyipatan bersama pasangannya H.Norhakim Ramli tokoh masyarakat dari Kecamatan Bati-Bati yang merupakan anak guru Ramli. Namun karena kurang syarat dari ketentuan KPU,di berikan waktu perbaikan hal itu pun masih belum sanggup di penuhi utamanya pengumpulan data diri warga atau KTP,maka paslon independen ini pun batal ikut sebagai kandidat cabup dan cawabup 2018.
Dalam masa kampanye, lokasi, tanggal dan waktu telah di atur oleh KPU. Gencarnya kampanye dengan menjelaskan tentang program masing-masing kepada rakyat pun berharap menjadi daya tarik,hingga akhirnya mencoblos nomor dan gambar dari paslon yang kampanye.
Tidak selamanya perjalanan sesuai harapan,badai hantaman terasa manakala ada aksi membelot,mengalihkan dukungan ke salah satu paslon,padahal sudah terang dan nyata sudah ada surat keputusan dari tingkat parpol di pusat siapa yang harus di dukung dan di menangkan dalam Pilkada adalah yang sudah di amanahkan parpol di tingkat pusat.
Aksi ini pun di tanggapi dingin,dan dianggap biasa terjadi di daerah mana saja ketika Pilkada berlangsung. Tapi lagi-lagi aksi pembelotan membawa pengaruh besar karena berani dilakukan secara terang-terangan dan terekpose di media cetak,elektronik serta online.
Ada apa sebenarnya sampai terjadi pembelotan ?
Banyak faktor yang ada di dalamnya, hal tersebut membutuhkan kerja keras dari parpol pendukung agar jagoan mereka bisa memenangkan Pilkada di tengah-tengah hantaman badai yang cukup dahsyat. Wallahu allam,kenapa sampai ada aksi pembelotan.
Kemenangan pun di raih oleh paslon nomor urut 1 atas nama H.Sukamta dan Abdi Rahman. Seleisih perolehan suara yang cukup jauh yakni 60 persen lebih dengan 30 persen lebih atau separo dari total pemilih. Angka-angka tersebut tetap ber ending manis,karena dapat di terima tanpa harus sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).
Kini,proses demokrasi telah berlalu dengan aman, lancar dan terkendali,walau ada riak-riak kecil hingga sampai ada pengaduan ke wasitnya Pilkada yakni Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), bahkan sampai ke meja Hakim Pengadilan Negeri karena di tenggarai tidak bersikap netral sebagai seorang ASN terhadap Pilkada lewat sebuah foto yang mengarah ke dukungan salah satu paslon, akan tapi semua dapat selesai.
Pilkada diakui begitu cadas seperti batu karang di laut. Terjangan gelombang air laut begitu dahsyatnya. Perang kelemahan maupun ke unggulan Paslon di medos kian menjadi-jadi,entah itu akun asli atau palsu,apakah tim masing-masing atau hanya segelintir orang yang memanfaatkan. Namun tetap dalam pengawasan pihak yang berkompeten baik dari pra maupun pasca Pilkada,karena itu sudah menjadi tugas dari pihak yang berkompeten untuk ambil ketegasan jika memuat persekusi,dan bullying.
Rakyat Tanah Laut hanya menitipkan pesan kepada bupati Tala H.Sukamta dan Abdi Rahman untuk melakukan perubahan dan kemajuan Kabupaten Tanah Laut termasuk memenuhi janji saat kampanye.
Duet pimpinan H.Sukamta dan Abdi Rahman dengan 7 produk unggulannya kini pun di tunggu warga.(*)

1
50%
like
0
0%
love
1
50%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook

Tentang Penulis/Jurnalis

Tim Jurnalis

Tim Jurnalis

Kami akan selalu berusaha memberikan informasi yang aktual dan terpercaya kepada pembaca setia infotanahlaut.com. Semoga media ini bisa menjadi media penambah khasanah informasi khususnya dari Kabupaten Tanah Laut.