PEMKAB TALA

Pemrov Buang-Buang Duit Lewat Proyek Lumpur Tinja

INFOTANAHLAUT.COM- Pemerintah Provinsi Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) atau sekarang Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP) lewat sebuah proyeknya yang bernama Instalasi Pengelolahan Lumpur Tinja (IPLT) dan bangunannya berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Bakunci di Kabupaten Tanah Laut di biarkan seadanya tanpa operasi hingga rusak dan hancur dengan sendirinya, proyek tersebut hanya buang-buang duit semata, tanpa ada kelanjutan dan tidak berfungsi sama sekali sebagai mana fungsinya.
Soal berapa rupiah yang di habiskan dalam pembuatan proyek tersebut, sepenuhnya berada di Pemprov Kalsel dalam hal ini DPUPRP, dan TPA Bakunci Tala hanya sebagai lokasinya semata. Tanah Laut pun dalam hal ini pengelola TPA Bakunci di rugikan, karena lokasi proyek telah menyita lahan seluas 1 hektar. Sementara TPA Bakunci sendiri saat ini dalam kondisi kekurangan lahan untuk kegiatan control landfill atau lubang penimbunan sampah dari luas total hampir 10 hektar.
Dari dekat diamati pada lokasi bangunan, begitu jelas dengan mata telanjang bangunan sudah mengalami kerusakan dimana-mana. Bagian atap dari fiber pun sudah terkoyak, batang-batang besi penyangganya sudah berkarat, dinding tembok untuk penampungan pun terlihat retak-retak.
Lebih lengkap dan semakin tidak terawatnya adalah rumput-rumput liar tumbuh subur di dalamnya dan dimana-mana.
Di bagian depan, tempat jalan masuk truk yang membawa tinja sendiri sudah di tumbuhi rumput liar yang menghijau. Di paling depan, ada 3 kolam berukuran masing-masing kurang lebih 4 x 6 meter hanya di tumbuhi rerumputan liar pula, begitu pula pada kolam-kolam lainnya.
Saking di biarkan begitu saja, sebuah tiang penyangga atap fiber pun bahkan di tumbuhi rumput yang tumbuh melingkar. Ada sebuah Hanggar tidak jauh dari IPLT berikut rumah penjaga hanyalah bangunan bisu tanpa ada aktivitas dan sebagai korban tidak termanfaatkan.
Bagi warga yang mungkin memiliki ternak sapi, tumbuhnya rumput-rumput liar di sekeliling bangunan tersebut menjadi tempat yang pas untuk makanan sapi mereka. Kegiatan mencari rumput untuk pakan sapi setiap hari dapat di jumpat di sekitar bangunan instalasi tersebut.
Di konfirmasi ke Riyadi, kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tanah Laut Selasa (20/2) mengatakan, bangunan tersebut di buat pada tahun 2015 lalu dan sumber dana dari APBN melalui Dinas PU Provinsi Kalsel.
“memang membawa manfaat jika seandainya instalasi itu berfungsi yakni sebagai pengelolaan limbah tinja menjadi pupuk serta dapat mencegah pencemaran lingkungan, upaya yang sudah dilakukan antara Pemprov dan Pemkab Tala bagaimana agar pengelolaan dan pemanfaatannya bisa jalan,” jelas Riyadi.
Informasi lain menyebutkan, pasca selesainya bangunan tidak pernah ada yang namanya pengoperasian terhadap fasilitas yang ada, dan kabarnya Kejaksaan Tinggi Kalsel pernah turun melakukan penelisikan terhadap proyek tersebut. Bahkan konon kabarnya, bupati Tala H Bambang Alamsyah juga tidak mau menandatangani penyerahan aset itu karena kondisi IPLT yang sudah tidak layak. Pada awal 2015 pernah dilakukan ujicoba namun bermasalah pada bak penampung tinja yang bocor.
Atas kondisi demikian oleh DPUPR Kalsel kabarnya juga membahasnya pada rakornas Kementerian PUPR di Jakarta, dan di tindak lanjuti oleh tim dari pusat yang turun ke lokasi bangunan. Saat tim pusat tiba, hanya mengela napas panjang plus heran setengah mati menyaksikan langsung. Namun kini tiada kabarnya lagi mau di apakan IPLT tersebut.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook