HUKUM

Pencalegkan Syahruji Tidak Dicoret

INFOTANAHLAUT.COM-Baik Syahruji ketua DPD KNPI Tala maupun Faulina Riski sebagai bendaharanya DPD KNPI selama di rutan merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri Pelaihari, yang kesandung kasus dugaan korupsi dana hibah dari Pemkab Tala sebesar Rp 1,2 milliar ke organisasi induk yang menaungi Organisasi Kepemudaan (OKP) lainnya, dalam jangka waktu selama penahanan yakni 20 hari terhitung sejak tanggal mereka masuk rutan, kemudian di tambah 40 hari atau kurang lebih 2 bulan.
Ketua DPD KNPI Tala Syahruji juga merupakan ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pelaihari, bahkan ia pun ikut dalam bursa caleg. Ia berada di nomor urut 2 pada Dapil 1 yang meliputi Kecamatan Pelaihari dan Bajuin. Lantaran ia masuk dalam Daftar Calon Tetap (DCT) tetap tidak di coret atai di gugurkan.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Tala Ahmad Suntung Yani di konfirmasi, Rabu (19/12/2018) mengatakan, untuk partai sendiri belum mengambil sikap karena yang bersangkutan juga baru 2 hari di tahan, akan tetapi hal ini menjadi atensi partai.
“Kemungkinan dalam waktu dekat di jajaran partai mengadakan rapat untuk membahasnya, apakah nanti ada sanksi atau hukuman,”kata Suntung.
Hukuman seperti apa yang bakal di kenakan kepada Syahruji ?
Suntung Yani menambahkan, hukuman yang di berikan kepada kader-kader partai biasanya mereka yang terlibat dalam narkoba dan korupsi, dan sanksinya jelas di lakukan pemecatan. Kalau seumpama yang bersangkutan terpilih sebagai anggota legislatif maka partai punya hak untuk melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW).
Sementara itu Komisioner KPU Tala Akhmad Rozi di konfirmasi mengatakan, karena yang bersangkutan telah masuk dalam DCT untuk Pemilu 2019 maka tidak mungkin di coret, surat suara pun sudah ada gambar dan namanya.
“Beda pada saat masih dalam tahapan Daftar Calon Sementara (DCS), status sebagai caleg akan di tinjau setelah ada putusan yang berkekuatan hukum,”kata Rozi.Tung

0
0%
like
0
0%
love
4
80%
haha
1
20%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook