PEMKAB TALA

Pendapatan Daerah Meningkat Tajam

INFOTANAHLAUT.COM-Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Tanah Laut terjadi peningkatan yang tajam,hal ini menggambarkan bahwa iklim investasi di Kabupaten Tanah Laut sangat kondusif,dan investor yang akan berinvestasi pun dapat dengan tenang menamakan usahanya di Bumi Tuntung Pandang.
Senin,(16/12) kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tala Drs.H.Surya Arifani, M.Si mengungkapkan,sampai pada tanggal 5 Desember 2019 terget Pendapatan secara keseluruhan Rp 1.497.640.603,62,telah melampaui target, dimana realisasi Rp 1.592.452.705.751,26 (106,35 persen).
Dapat di rinci, PAD di targetkan Rp 155.187.372.673,62 terealisasi sebesar Rp 188.451.259.815,29 (102,10 persen). Sektor PAD yang di nilai tinggi yakni penerangan jalan target Rp 19 milliar dapat terealisasi Rp 18.953.826.298.
PAD dimaksud mencakup Pajak,retribusi, dan kekayaan daerah yang di pisahkan,dan lain-lain PAD yang sah.
Termasuk pula Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di RSUD H.Boejasin di target Rp 51.546.127.216 dapat terealisasi Rp 36.926.360.239 yang merupakan komponen terbesar pemasukan daerah,akan tetapi dana BLUD di serahkan kembali ke RSUD untuk di gunakan.
Pada Dana perimbangan di target Rp 1.097.428.200 dapat terealisasi Rp 1.192.170.850.419 (108,66 persen),dimana hal itu merupakan transfer dana pusat.
Kemudian pada lain-lain pendapatan daerah yang sah (DAU),di target Rp 244.670.806.730 dapat terealisasi Rp 241.830.595.517 (98,84 persen). DAK di target Rp 247.225.526.000 dapat terealisasi sebesar Rp 213.495.236.112 (86,37 persen).
Surya menambahkan,untuk pendapatan di sektor PBB pedesaan di target Rp 2.975.000.000 dapat terealisasi Rp 3.692.736.622. Pada Desa Sebamban Baru Kecamatan Kintap,diakui tingkat ketaatan bayar pajak yang bagus,hampir 100 persen khusus PBB dan pada desa ini pun di berikan reward oleh Pemkab Tala.
“Soal kenaikan pendapatan sektor PBB di tahun 2020 akan di lihat dari penerbitan Surat Pemberitahuan Tertunggak (SPT) PBB,sehingga nanti dapat di ketahui untuk pemasangan target pendapatan. Karena saat sekarang di sektor PBB ada yang mutasi dan ada yang belum bayar,”jelas Surya.
Ia menambahkan,dari segi nominal ada kenaikan di banding tahun sebelumnya tahun 2018. Contohnya pada periode yang sama di bulan November terealisasi pendapatan secara keseluruhan realisasi Rp 1.264 trilyun miliar,dan di tahun 2019 menjadi Rp 1.592 trilyun milliar,atau Rp 300 milliar lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
Pada Royalti batu bara,Kabupaten Tanah Laut mendapatkan Rp 300 milliar. Selanjutnya pada pajak sarang burung walet di terget Rp 40 juta,dapat terealisasi Rp 61 juta (150 persen).
“Untuk sarang burung walet ini,sekarang tengah proses pendataan,kesulitan adalah menemui pemilik walet,karena rata-rata orang luar Tala pemiliknya. Kesulitan lain saat memantau sudah produksi atau belum,maka solusinya di pasang stiker di penangkaran walet,baik sudah lunas maupun yang belum,”tutup Surya.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook