PUBLIK

Pengalaman PPK Banting Stir Ikut Calon Komisioner KPU

INFOTANAHLAUT.COM- Multi profesi warga yang mendaftarkan dirinya sebagai calon komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanah Laut yang terletak di jalan A.Syairani begitu besar. Diruang panitia penerimaan berkas pelamar di KPU nampak hilir mudik sejumlah pelamar yang datang.
Oleh panitia penerima berkas sejatinya akan menutup masa pendaftaran sampai pukul 16.00 wita Senin (12/3), namun ada perpanjangan waktu hingga sampai ke pukul 00.00 wita. Pada hari Senin kemarin sudah ada sebanyak 20-an pendaftar yang tecatat dalam buku registrgasi peserta pendaftar.
Jumlah 20-an tersebut telah melebihi kuota yang di targetkan kepada KPU Kabupaten Tanah Laut yang hanya sebanyak 18 orang. Berkas-berkas pelamar selanjutnya di serahkan oleh panitia penerima berkas ke KPU Provinsi Kalsel.
Di tuturkan Mulyadi, salah seorang peserta yang ikut mendaftarkan dirinya ke KPU dan pengalaman yang pernah ia miliki sebagai anggota Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) saat pelaksanaan pemilihan gubernur Kalsel lalu mengatakan, ketika pernah menjadi anggota PPK di tahun 2015 kemarin banyak mendapatkan permasalahan di tingkat desa yang sebenarnya bisa di atasi, namun karena punya keterbatasan kewenangan, maka dari situlah ingin memiliki power yang lebih di banding anggota PPK, jika sebagai anggota KPU bisa membuat kebijakan yang bisa mengatasi permasalahan tersebut terutama carut marut data pemilih.
“hal tersebut bisa di atasi, misalnya masyarakat kurang paham, padahal sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi tentang pemilu, dan carut marutnya itu kadang masyarakat beralasan tidak terdaftar, masyarakat tahu saja sebenarnya, dan persoalan tersebut bisa di atasi dengan tehnik melakukan sosialisasi yang mudah di pahami masyarakat,” paparnya.
Bagi Mulyadi yang tidak semata hanya berbekal pengalamam sebagai anggota PPK, kesehariannya yang juga sebagai penyiar radio milik Pemkab Tanah Laut di bawah kewenangan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan membawakan program siaran lagu-lagu Banjar ini, maka suatu saat jika ia bisa lolos sebagai komisioner KPU, maka tidak ada kata lain profesi penyiar pun harus terbatas, karena kerja di KPU harus full time. Segala persyaratan yang di minta jauh-jauh hari sudah ia persiapkan, termasuk membuat makalah.
“sebagai penyiar mungkin sudah tidak bisa lagi, namun sesekali barangkali bisa saja menyiar di saat tidak ada jadwal padat di KPU jika kelak duduk di KPU,” terangnya pula.
Hari Senin merupakan batas akhir bagi masyarakat yang mendaftar menjadi komisioner KPU Kabupaten Tanah Laut, karena masa jabatan 5 orang komisioner yang ada akan berakhir tugasnya pada 3 hari sebelum pelaksanaan hari pencoblosan bupati dan wakil bupati Tala, tepatnya tanggal 24 Juni 2018, sementara pelakasaan pencoblosan tanggal 27 Juni 2018. Untuk komisioner KPU selanjutnya hanya akan ada 3 orang, setelah sebelumnya ada 5 orang.
Dari pengamatan, beberapa orang komisioner KPU yang ada terlihat juga kembali mendaftarkan dirinya terutama yang baru sekali duduk sebagai komisioner KPU.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook