KESEHATAN

Perda Rokok, Hantarkan Tala Raih Penghargaan

INFOTANAHLAUT.COM- Rokok, mungkin hanya orang-orang tertentu yang suka padanya, tapi banyak orang juga yang tidak suka padanya. Mitos mengenai rokok yang selalu membawa ketenangan saat pikiran lagi di landa galau, pun mungkin ada benarnya, tapi di sisi lain tentang rokok juga bukan lantas sebagai sebuah sarana untuk menenangkan pikiran yang galau, namun justru mengusik kesehatan seseorang.
Di daerah di mana saja kini, utamanya di fasilitas publik perkotaan, larangan merokok sudah pasti di temukan, dan untuk menghormati Hak Asai Manusi (HAM) untuk mengisap rokok pun di siapkan sebuah tempat yang biasa di sebut “Zona Smoking Area” atau tempat untuk merokok.
Bahkan kini ada Peraturan Daerah (Perda) tentang sembarangan membuang asap rokok sampai wilayah kabupaten, sanksi yang di kenakan bagi si perokok yang melanggar Perda larangan merokok yang telah di tetapkan tempatnya pun benilai ratusan ribu rupiah, mungkin ada yang mencapai jutaan rupiah tergantung masing-masing daerah yang memproduk Perda itu.
Di Kabupaten Tanah Laut sendiri, adanya Peraturan Daerah (Perda) yang di terapkan yakni perda tantang Kawasan Bebas Rokok, maka justru membawa Kabupaten Tanah Laut mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI bersama enam wilayah kabupaten kota lainnya di Kalsel.
Melalui pertemuan atau undangan dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes tentang Undang-Undang Pertemuan Aliansi bupati dan walikota dan pemberian apresiasi dari Menteri Kesehatan bagi Pemda yang telah menerapkan Perda atau kebijakan lain dalam pengendalian konsumsi hasil tembakau, di The Alana Hotel & Convention Center jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7, Sariharjo, Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogakarta, Rabu (12/7) kemarin, bupati Tala Bambang Alamsyah yang di wakilkan oleh Asisten 2 Drs.Noor Hidayat beserta kepala dinas kesehatan Tala H Junaidi, telah menerima penghargaan yang berkaitan dengan itu.
Kadis kesehatan Tala H Junaidi, Kamis (13/7) mengatakan, penghargaan ini di berikan bagi daerah yang menerapkan perda kawasan dilarang merokok di tempat-tempat yang di atus oleh Perda masing-masing kabupaten dan kota.
Untu Kabupaten Tanah Laut sendiri lanjutnya, adanya penerapan atau observasi di sejumlah lokasi tanpa asap rokok, di samping itu bagi aparat Perda seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) yang telah memberikan sanksi kepada pelanggar Perda hingga sampai kepesidangan di Pengadilan Negeri.
Di jelaskan pula, ada 7 lokasi yang merupakan kawasan tanpa rokok yang di terapkan di Tanah Laut yakni fasilitas kesehatan (rumah sakit H Boejasin), pendidikan, fasilitas umum, angkutan umum, tempat ibadah, tempat bermain anak, serta perkantoran. Kesemua lokasi itu hanya seperti di lingkungan perkantoran yang di buatkan Zona Smokoing Area (Tempat Untuk Merokokok).
Pasca di terimanya penghargaan tersebut, Dinas Kesehatan Tala tetap terus menerapkan Perda dan melakukan sosialisasi tentang bahaya merokok, baik kesekolah-sekolah maupun lewat tokoh masyarakat.
Wacana yang di kembangkan lanjutnya, adanya pengembangan di beberapa Puskesmas untuk di buatkan Poli Berhenti Rokok, atau dalam bahasa lain sebagai tempat bagi masyarakat berkonsuling untuk benar-benar berhenti merokok.
Penghargaan ini di berikan, sehubungan dengan semakin meningkatnya prevalensi perokok terutama pada usia anak dan remaja yang sejalan dengan peningkatan kasus Penyakit Tidak Menular (PTM). Oleh karena itu, Presiden RI Joko Widodo melalui Intruksi Presiden nomor 1 tahun 2017, tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, telah menginstruksikan agar bupati/walikota melaksanakan kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR).baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook