PUBLIK

Pergerakan Narkoba Kewilayah Perkebunan

INFOTANAHLAUT.COM-Ketua Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) Kabupaten Tanah Laut Firmansyah mengatakan, peredaran narkoba sekarang bergerak ke daerah wilayah perkebunan, karena di wilayah pertambangan saat sekarang sudah tidak banyak lagi usaha-usaha pertambangan,seriring dengan tutupnya penambangan liar, demikian ia katakan saat di gelarnya Talk Show P4GN sebagai rangkaian untuk memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) tahun 2019, Kamis (20/6/2019) di salah satu aula hotel di kota Pelaihari.
Kegiatan yang di motori oleh BNNK Tala ini mengambil tema “Milelnial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas”, di hadiri beberapa orang para kepala desa dan jajarannya, perwakilan Rutan Kelas IIB Pelaihari, unsur perguruan tinggi, serta organisasi kepemudaan.
Sementara nara sumber pada kegiatan dari Kasat Narkoba Polres Tala Akp Sumardi, dan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tala.
Di utarakan Ari Setiawan Hiung selaku kabid bina pemberdayaan masyarakat pada DPMD, narkoba sebagai pemicu terjadinya gangguan di desa, maka bagi kades mau tidak mau dan wajib untuk mendukung kegiatan pencegahan narkoba masuk desa.
“Langhkah awal dengan membentuk relawan, minimal 5 orang dan maksimal 10 orang yang keanggotaanya di rekrut dari pemuda desa, selanjutnya di SK kan oleh kades, dan sebenarnya pada Musrenbangdes pun kegiatan pencegahan narkoba bisa di masukan,”kata Ari.
Sementara itu Kasat Narkoba Akp Sumardi mengatakan, upaya memberantas narkoba terus di gencarkan. Peran serta masyarakat dalam memberikan informasi ada pengedar narkoba atau bandar sangat di butuhkan, dan di jamin sumber pemberi informasi di jamin kerahasiaan dan keamanannya.
Dalam kegiatan, selanjutnya terjadi tanya jawab dan saran antara peserta dan nara sumber.
Seperti yang di utarakan Amir Mahmud kades Kurau Utara Kecamatan Kurau, di daerahnya yang merupakan daerah yang dekat Banjarmasin, yang namanya narkoba bisa di bilang cukup tinggi. Terlebih kegiatan kumpul-kumpul anak muda desa di sebuah bangunan yang tidak terpakai, termasuk bangunan SD pun kadang di temukan sisa-sisa kemasan Charnopen atau Zenith, maupun botol sisa alkohol.
Sementara Ardiansyah, salah seorang wartawan media cetak harian Kalsel angkat bicara.
Menurutnya, memberantas narkoba di tingkat desa di butuhkan komitmen bersama dan deklarasi bersama, tidak semata-mata hanya kepada kadesnya. Karena sekarang ini di duga jaringan narkoba pun sudah ada di desa-desa.
Kesimpulan dari kegiatan tersebut, BNNK Tala menginginkan adanya Desa Bersinar (Desa Bersih Narkoba). Namun untuk menuju itu di butuhkan kesepakatan bersama pihak desa dan BNNK Tala.
Data dari BNNK Tala menyebutkan, Kalsel berada di rangking ke 6 penyalahgunaan narkoba. Tahun 2017 dari 1,89 persen naik menjadi 1,97 persen.Tung

0
0%
like
1
100%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook