RELIGI

Peringati 10 Muhamarram, Bagi-Bagi Bubur Assyura

INFOTANAHLAUT.COM- Memperingati 10 muharram 1439 Hijriah, masyarakat di Desa Benua Raya Rt 7 Kecamatan Bati-Bati membagikan bubur Assyura kepada warga setempat, Sabtu (30/9) tadi di mesjid Ihya Uddin.
Sejak pagi, kaum ibu-ibu di desa tersebut sudah mulai di sibukkan dengan pekerjaan meracik aneka macam bahan campuran, baik sayur-sayuran maupun sedikit buah-buahan dan daging ayam sebagai bahan campuran bubur assyura plus penyedap rasa makanan.
Tidak ketinggalan bagi kaum laki-lakinya, baik tua maupun muda mereka mempersiapkan wajan-wajan ukuran besar berikut perapiannya sebanyak 7 buah wajan. Beras sebagai bahan utama dari bubur assyura sendiri pun isinya berbeda dalam per wajan. Untuk wajan ukuran agak sedang mampu di isi beras sebanyak 5 liter, sementara wajan ukuran besar mampu di isi beras sebanyak 7 liter.
Kegiatan gotong royong membuat dan membagikan bubur assyura dalam memperingati 10 muharram memang setiap tahun selalu di lakaksanakan warga.
Budaya bubur assyura ini sendiri hampir di setiap RT di Kecamatan Bati-Bati memperingatinya.
Dalam pembagian bubur assyura di Desa Benua Raya sendiri juga turut di iringi dengan syair-syair maulid habsy oleh sekolompok anak muda setempat.
Apa sebenarnya makna dari 10 muharram dan bubur Assyura ?
Tokoh agama Desa Benua Raya H.Muhammad Aqli Ahmad yang juga pimpinan majelis Ta’lim Dhiyaul Anwar Desa Benua Raya menjelaskan, makna yang terkandung di dalam bulan Muharram adalah bulan yang sangat agung dan di muliakan oleh Allah SWT, karena di dalamnya merupakan hari kemenangan para nabi yang di sebut dengan 10 muharam, mulai dari nabi Adam yang di terima taubatnya, nabi Nuh yang selamat pada peristiwa banjir besar, nabi Ibrahmin yang selamat dari pada api yang di bakar oleh raja Namrud, nabi Musa yang selamat dari kejaran raja Fir’aun, dan nabi Muhammad SAW yang memasuki kota Madinah, dimana Rasulullah menemui orang-orang Yahudi yang tengah berpuasa, maka di tanya oleh Rasulullah kenapa kalian berpuasa di 10 muharram, maka mereka menjawab kami puasa karena kami mensyukuri nabi kami selamat dari kejaran Fir’aun. Oleh jawaban tersebut, Rasulullah berkata, kalau begitu kalian lebih berhak kepada nabi Musa, itulah gambaran hikkmah dari makna 10 muharram.
“itulah yang dilakukan oleh masyarakat di sini sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dengan 10 muharram atau hari Assyura, sementara makna adanya bubur assyura itu sebenarnya tidak di syariatkan puasanya, tapi karena bubur di buatnya pada bulan assyura, maka di sebutlah bubur assyura, dan arti assyura sendiri adalah hari kesepuluh dari bulan muharram, dan bubur sendiri bukan syariat namun hanya budaya. Buburnya bagus untuk berbuka puasa, dan bukan seperti pola dahulu dalam membuat bubur assyura campurannya ada 41 macam itu bid’ah, jelas H.Muhammad Aqli Ahmad.
Pembagian bubur assyura kepada masyarakat setempat dilakukan usai sholat ashar, dan sebanyak ratusan bungkus bubur assyura yang di bagikan kepada warga yang membawa tempat masing-masing.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook