PUBLIK

Perintah Panglima TNI AD, Kodim Ajak Publik Nonbar G 30 S PKI

INFOTANAHLAUT.COM-Masih ingat film sejarah hitam bangsa ini, dimana Pancasila sebagai ideologi bangsa, saat itu tengah di obok-obok oleh Partai Komunis Indonesia (PKI), atau yang di kenal dengan sebutan Gerakan 30 September (G 30 S) PKI, hingga pada akhirnya sejumlah pejabat TNI pun menjadi sasaran, di bunuh dan di buang kedalam lubang sumur yang di kenal dengan sebutan “Lubang Buaya”.
Film karya garapan sutradara Arifin C Noor sekitar tahun 1980-an itu kembali di putar di halaman kantor Kodim 1009 Pelaihari, Sabtu (23/9) malam. Namun banyak sensor pada film tersebut, dan hanya berdurasi kurang lebih 1 jam, sementara kalau film aslinya durasi bisa sampai 3 jam.
Pemutaran film G 30 S PKI di motori oleh Kodim 1009 Pelaihari, dan segenap masyarakat, anggota pramuka, tokoh agama, tokoh masyarakat, anggota DPRD Tala termasuk keluarga besar Kodim 1009 pun membaur bersama ikut nonton film.
Tidak kurang dari ratusan orang berkumpul memadati halaman kantor Kodim 1009 Pelaihari, hingga sampai membludak dan penonton pun harus ambil posisi duduk di pos penjagaan Kodim, mengingat halaman Kodim juga tidak terlalu luas.
Seyogianya pemutaran film tersebut dilakukan di lapangan sepak bola, namun pada saat yang bersamaan, lapangan sepak bola Dalas Hangit Kodim di gunakan untuk perkemahan Saka Wira Kartika, sehingga layar lebar pun di alihkan di depan teras utama kantor Kodim 1009 Pelaihari.
Lagu Indonesia Raya pun di nyanyikan bersama-sama sebagai pembuka nonton bareng.
Sebelum pemutaran film berlangsung, Dandim 1009 Pelaihari Letkol Infanteri Joseph DD Surbakti mengatakan, tentang peristiwa sejarah Gerakan 30 September PKI ini untuk memberikan gambaran dan pembelajaran bagi anak-anak sekolah dan anak muda yang mungkin belum pernah menonton film ini, dan khusus bagi anak-anak pelajar yang tidak lagi mempelajari sejarah tentang G 30 S PKI ini di buku-buku pelajarannya.
“tujuan pemutaran film ini untuk mengingatkan kembali bahwa bangsa Indonesia memiliki sejarah kelam tentang bagaimana Pancasila sebagai ideologi negara terancam dengan ideologi lain yakni komunis, dan harus bersyukur bahwa akhirnya negara tetap mampu memberantas ideologi lain khususnya komunis dan Pancasila tetap bisa menjadi pegangan ideologi sampai sekarang, di samping perintah langsung dari Panglima TNI AD Jendral Gatot Nurmantyo,” jelas Dandim.
Dandim menambahkan, tidak semata hanya dengan pemutaran film tersebtut, namun untuk terus menanamkan nasionalisme kepada anak-anak bangsa khusus di Tanah Laut, program Bela Negara di kampus maupun sekolah dan Kepramukaan yang telah berjalan.
Sementara itu Bilda Ariayani salah seorang mahasiwi Politeknik Tanah Laut usai menonton film tersebut mengaku baru kali ini ia nonton film G 30 S PKI sampai selesai, karena sebelumnya juga sudah pernah namun tidak tuntas menonton.
Mengenai film tersebut ia mengatakan, jadi mengetahui bagaimana perjuangan para pahlawan di masa lalu, akan tetapi dalam tayangan film memang banyak di sensor utamanya terhadap adegan pembunuhan dengan senjata, baik di mesjid maupun di rumah, dan itu menggambarkan betapa kejamnya memperlakukan orang ataupun petinggi TNI di jaman itu.
“harapan sekarang kepada TNI lebih tebal rasa nasionalisme dan patriotismenya, semoga tidak ada lagi yang tergambar dalam film tersebut, baik pemelencengan maupun pemberontakan,” ungkap mahasiswi Polteknik ini.
Usai nonton bareng, di tutup dengan doa dan kumandang sholawat yang di pimpin salah seorang tokoh agama, dan meyanyikan bersama-sama lagu Padamu Negeri, di teruskan dengan kuis di seputar film tersebut yang berhadiah door prize dari Kodim 1009 Pelaihari.
Nonto bareng film G 30 S PKI sendiri akan terus dilakukan oleh Kodim 1009 Pelaihari di kecamatan lain hingga sampai tanggal 30 September 2017.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook