WISATA

Perusahaan Sokong Rp 2 Milyar Untuk Infrastruktur Destinasi Wisata Bekantan

INFOTANAHLAUT.COM-Angin segar bagi Pemkab Tanah Laut, karena salah satu anak perusahaan tambang batu bara PT. Arutmin Indonesia yakni PT. Mitratama Perkasa yang mengelola pelabuhan, menyalurkan dana Coorporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp 2 milyar rupiah. Dana tersebut selanjutnya akan di gunakan untuk perbaikan infrastruktur Desa Panjaratan yang notabenya terdapat populasi satwa Bekantan. Pembenahan infrastruktur Desa Panjaratan yang ada terdapat satwa Bekantan seperti pembangunan dermaga yang permanen,sarana kapal yang memuat lebih banyak, safety bagi pengunjungnya dan lainnya. Fokus utama yang di persiapkan Dinas Pariwisata dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tanah Laut dalam menyongsong “Visit Kalimantan Year 2020” mendatang adalah Bekantan Panjaratan tersebut.
Dalam perencanaan yang besar ke Desa Panjaratan tersebut berpotensi untuk dapat menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Tanah Laut, karena di lokasi tersebut telah menjadi kunjungan sejumlah turis asing utamanya dari Australia dan Belanda sekitar 30 orang beberapa waktu lalu, disamping oleh mereka juga melakukan research (penelitian).
Di jelaskan staf ahli bidang ekonomi dan Sumber Daya Alam Abdul Haris Fahmi pada Bappeda Tanah Laut, Selasa (12/3/2019).
Bappeda dalam hal ini mengawal visi dan misi bupati Tala dan sesuai dengan RPJMD 2018-2023 akan melakukan satu transformasi ekonomi, dimana sedikit demi sedikit mengurangi dominasi sektor pertambangan dan penggalian walau saat sekarang masih di harapkan.
Di RPJMD sendiri sudah dilakukan penyusunan yang di namakan tranformasi ekonomi dan sektor lainnya yang bersifat unggulan lainnya yang tidak kalah penting apabila di garap dengan koordinasi, integrasi dan kebijakan yang tepat, berupa sektor-sektor pertanian, perikanan maupun industri pengolahan.
Di katakannya pula, yang sedikit intens adalah di sektor Pariwisata. Selama ini yang di unggulkan bergeser, tidak lagi objek wisata pantai, akan tetapi sekarang terarah pada objek wisata yang bersifat alami dan edukasi. Khusus untuk Pariwisata, dilakukan peningkatan daya saing, pengembangan destinasi wisata baru, akan tetapi semua di awali pembangunan menuju akses wisata dan sarana pendukungnya yang memadai. Peningkatan daya saing akan memberikan dampak untuk perekonomian yang akhirnya ke pendapatan daerah. Prinsip pembangunan pariwisata juga berkelanjutan, dan pembangunan wisata berbasis masyarakat yang menjadi sasaran.
“Ada satu peluang besar yang bisa menjadi destinasi wisata asing dan mendunia yang di tangkap Bappeda yang akan mengarah pada event Visit Kalimantan Year 2020. Dinas Pariwisata ternyata ingin mencari destinasi wisata baru itu, maka rancangan Bappeda yang tertuang dalam RPJMD, peluang besar itu adalah Bekantan Desa Panjaratan berikut dengan hutan Galam alaminya,”papar Fahmi.
Dukungan lainnya dalam pengembangan destinasi wisata baru berupa Bekantan Panjaratan juga telah terbentuk komunitas Gerakan Hijau Pecinta Bekantan Tanah Laut, akan tetapi dukungan konkrit Pemerintah belum ada. Bappeda melihat itu sebagai satu kesempatan dan menjadi jalan keluar dari kesulitan selama ini. Destinasi apa yang bisa di tonjolkan di tingkat internasional, dimana embrionya adanya kunjungan wisatawan asing dari perguruan tinggi Australia serta Belanda ke Desa Panjaratan sekitar 30 orang untuk melihat populasi satwa Bekantan. Kedatangan mereka hasil kerjasama dengan Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin melakukan research Bekantan.
Hal yang menarik untuk research karena populasi Bekantan di Desa Panjaratan sebanyak kurang lebih 300 ekor, dan itu akan terus berkembang dan aktivitas masyarakat setempat sangat tidak mengganggu kehidupan Bekantan.
“Dalam tahun juga akan ada kunjungan research dari luar negeri ke Desa Panjaratan dan perguruan tinggi di Jawa yang sudah menjaling hubungan dengan Unlam Banjarmasin dalam hal pertukaran research,”kata Fahmi.
Kedepan, mungkin ikon Tanah Laut adalah satwa Bekantan karena populasi terus berkembang dan terawat, dan itu konsepnya di perkuat dengan Peraturan Bupati (Perbup). Melengkapi kawasan destinasi wisata Bekantan di lengkapi dengan work shop untuk research.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook