WISATA

Pesona Itu Yang Masih Terpendam

INFOTANAHLAUT.COM- Dengan jarak tempuh kurang lebih 25 km dari ibukota Kabupaten Tanah Laut, itulah ia Desa Tabanio di Kecamatan Takisung yang masih sejalur dengan kawasan wisata pantai Takisung, ibarat seorang putri malu yang masih enggan memunculkan dirinya. Pesona kekayaan Desa Tabanio yang merupakan perkampungan nelayan ini tercatat memiliki beberapa potensi yang sayangnya belum optimal tergarap.
Beberapa potensi tersebut jika memang benar-benar di seriusi maka kelak Desa Tabanio pun akan bisa mempunyai nama di hati publik. Sejumlah potensi tersebut memang sudah di manjakan oleh alam yang merupakan anugerah dari Allah SWT.
Potensi-potensi tersebut yakni suasana pantai, adanya situs peninggalan sejarah era penjajahan Belanda berupa peninggalan benteng. Bahkan oleh Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Balai Arkeologi Banjarmasin telah menetapkan sebuah zona terhadap sebuah situs yang masih dalam tahap penelitian terhadap keberaan benteng.
Wisata religi dengan di temukannnya sejumlah makam-makam keramat yang di yakini sebagai pahlawan era penjajahan Belanda dalam mempertahankan tanah Desa Tabanio, salah satunya makam “Datu Panglima Pangeran Abdullah” yang di yakini masih ada juriatnya dengan Pangeran Antasari Banjar. Kemudian sekumpuluan primata khas Kalsel berupa habitat Bekantan, wisata alam berupa hamparan tanaman mangrove, serta yang tidak kalah tertinggalnya wisata kuliner yang kerap dilakukan oleh kaum ibu dan remaja putri Desa Tabanio berupa pembuatan makanan berbahan utama daging ikan Teri (ikan laut) untuk di jadikan makanan yang di sebut Amplang.
Di utarakan Anang Abdurahman tokoh warga setempat, Sabtu (21/4) kemarin mengatakan, kedepannya berharap ada perhatian dai Pemkab Tanah Laut melalui dinas terkait, sebab masih banyak di sini kawasan-kawasan seperti pantai yang terpendam.
“untuk memberdayakan dan memunculkan sejumlah potensi yang terpendam itu, remaja Desa Tabanio berusaha untuk menjaganya, dan memberikan pelayanan kepada pengunjung walau jumlah pengunjung belum sebegitu ramai dengan wisata pantai lainnya,”kata Anang.
Akan tetapi terang Anang, untuk pengembangan wisata alam seperti primata Bekantan masih sulit di jangkau karena tidak ada akses jalan yang memadai.
Secara georafis letak Desa Tabanio tidak terlalu jauh dengan kota Banjarmasin, sehingga dengan radius dekat itu potensi-potensi yang terpendam di Desa Tabanio dapat di buka dan saatnya di ketahui publik.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook