PEMERINTAHAN

Petani Tebing Siring Keluhkan Harga Karet

INFOTANAHLAUT.COM-Kunjungan kerja presiden RI Joko Widodo, Minggu (7/5) bersama isteri di perkebunan karet yang memanfaatkan lahan masuk kawasan hutan, atau yang di kenal dengan Pemegang Ijin Hutan Kemasyarakatan, menjadi moment penting bagi petani karet. Mereka para petani mengeluh lantaran harga karet sangat rendah atau turun, yang semula bisa mencapai Rp 15.000 sekarang berkisar antara Rp 5.000 sampai Rp 6.000 per kgnya.
Presiden RI Jokowi yang mengenakan kemeja putih datang di lokasi kegiatan, di sambut bupati Tala Bambang Alamsyah dan isteri dan Gubernur Kalsel H. Sahbirin Noor serta dari pejabat Pemrov lainnya. Nampak pula Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya.
Sejak pukul 08.00 wita, masyarakat telah menunggu kedatangan RI 1 ini, namun Jokowi dapat berhadir di tengah-tengah masyarakat sekitar pukul 16.00 wita.
Di moment tesebut, Presiden Jokowi berdialog dengan beberapa petani, baik petani karet, singkong, tanaman untuk minyak wangi sampai ada yang mengelola tanaman jengkol.
Satu persatu secara bergantian, petani yang di ajak dialog Presiden di minta presiden untuk bercerita, baik itu mulai saat penanaman (pembibitan), jenis tanaman, berapa luasan lahan, berapa orang yang menggarap, serta berapa duit yang di hasilkan dari tanaman yang di tanam tersebut bersama kelompoknya setelah bersih di dapat oleh masing-masing orang.
“ingat, kemudahan petani saat ini begitu mudah di dapat, yakni bisa melakukan pinjaman ke perbankan, namun jangan lupa untuk membayar cicilannya,” kata Jokowi.
Jokowi menambahkan, di Kalsel ini lahannya cukup luas, walau hutannya sudah mulai nampak gundul, maka dengan adanya program dari Menteri Kehutanan dengan memberikan kesempatan kepada warga sekitar untuk memanfaatkan lahan hutan tersebut, akan tetapi perlu di ingat ini hanya di pinjamkan lahan, dan jangan sampai di pindah tangankan atau jangan di jadikan duit alias di jual.
“saya tegaskan seperti halnya HGU, yang di miliki perusahaan perkebunan yang besar-besar, itu juga sama haknya dengan warga, jika tidak di gunakan, di telantarkan maka HGU harus di cabut, begitu pula warga yang sudah di berikan ijin mengelola hutan, jika tidak memanfaatkan hutan maka hak pinjam pakai pun di cabut pula,” katanya.
Dalam kunjungan presiden tersebut juga sekaligus di serahkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada 2 pemegan izin Hutan Kemasyarakatan di Desa Tebing Siring dan Desa Karang Taruna Kabupaten Tanah Laut. Kemudian di Desa Marajai Kabupaten Balangan dan 4 lembaga desa pengelola Hutan Desa di Kabupaten Balangan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
Penyerahan SK tersebut merupakan rangkaian dari arahan Presiden dalam sidang Kabinet Terbatas tanggal 21 September 2016 lalu, terkait percepatan perhutanan sosial, peresmian kolaborasi Hutan Tanaman Rakyat dengan industri di Pulang Pisau Kalteng tanggal 20 Desember 2016, serta arahan presiden pada sidang kabinet paripurna tanggal 4 Januari 2017 di Istana Bogor dalam rangka mengatasi ketimpangan lahan, kesempatan usaha dan pendidikan vokasi melalui Program Pemerataan Ekonomi.
Adanya SK dari Menteri LHK no.2271/MenLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/4/2017 tanggal 17 April 2017 tentang pemberiab ijin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (HKM) seluas 400 hektar yang di kelola oleh kelompok tani Ingin Maju (42 hektar) dan kelompok tani Suka Maju (26 hektar) Desa Tebing Siring Kecamatan Bajuin, Kabupaten Tanah Laut. Kegiatannya, melalui produktivitas agroforesty yaitu penanaman pohon karet, kayu Gaharu, pohon Jengkol, tanaman Kopi, Padi, Lombok, Kacang Panjang, Labu, Jagung, Pakan lebah.
Tidak itu saja, kelompok juga membudidayakan ikan kolam Nila, yang di bantu sebanyak 10.000 bibit ikan Nila serta 5 ekor Sapi.
Lokasi HKM sendiri, mulanya padang alang-alang yang merupakan kondisi pada umumnya hutan-hutan lindung di Kalsel. Sejak tahun 2011, kedua kelompok ini di damping oleh Pusat Perhutanan Sosial dan Agroforesti (Puspersaf) Fakultas Kehutanan Universita Lambung Mangkurat. Dan tujuan pendampingan adalah untuk rekonstruksi sosial, penguatan kapasitas kelompok tani yang akan mengelola kawasan hutan lindung dengan kondisi tertutup alang-alang, dan selalu menjadi sumber kebakaran kawasan hutan dan lahan.
Pada tahun 2015-2016,HKM kelompok tani Suka Maju menanam padi lading Siam Gunung, Padi Ketan, Padi Sibuyung, Padi Mayang Badadari. Agroforestri berbasis karet ini menggunakan karet jenis unggul PB260 dan PB330 yang di dukung oleh Brigestone Kalimantan Plantation (perusahaan pembuan ban). Secara keseluruhan kedua kelompok tani telah mengelola seluas 158 hektar dalam bentuk agroforestri berbasis karet.
Namun sayangnya, lantara waktu yang mepet Jokowi tidak jadi melakukan panen padi Ladang jenis Gogo, dan tidak jadi pula melakukan tebar benih ikan Nila.
Usai berdialog dengan warga, Jokowi sesaat bersama warga yang ingin berselfi lantas meninggalkan lokasi acara.baz

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook