PUBLIK

Petugas Razia Tambang Emas Ilegal

INFOTANAHLAUT.COM-Operasi gabungan Polhut se Kalse dengan Polda Kalsel, Brimob Polda, dan Korem 101 Antasari, Kamis (23/2) kemarin, melakukan penyisiran di dalam kawasan hutan konsercasi Tahura Sultan Adam.

Operasi dari pagi hingga malam hari itu, melibatkan ratusan aparat gabungan yang di lengkapi dengan persenjataan.

Selama kurang lebih 2 jam, tim melakukan perjalalan mendaki gunung Karawang di wilayah perbatasan Kabupaten Tanah Laut dan Kabupaten Banjar, akhirya menemukan pondok-pondok para penambang emas ilegal di Sungai Kalaan, dimana aliran sungai Kalaan yang terkoneksi dengan bendungan Riam Kanan di Kabupaten Banjar.

Petugas pun membakar pondok-pondok, dan membakar semua peralatan yang ada di lokasi penambangan emas, termasuk membakar mesin-mesin dompeng yang di gunakan untuk penambangan emas.

Operasi ini dilakukan, menyusul keruhnya air waduk Riam Kanan akibat penambangan emas ilegal tersebut.

Lokasi penambangan emas sendiri terpisah-pisah, sehingga membuat petugas harus menyisir sungai Kalaan.

Di saat petugas melakukan penyisiran, di temukan sebuah pohon besar dan pada batang pohon tersebut bertuliskan “kalau ingin selamat kembalilah” dan tertera pula “Kalau aparat datang ke Tahura, terpaksa kami lari”.

Menyikapi tulisan bernada ancaman itu, kian membuat petugas semakin bersemangat memburu dan mencari secara menyebar keberadaan pondok-pondok penambang, kendati dalam kondisi tenaga yang cukup melelahkan.

Para penambang emas ilegal ini, bahkan merobohkan pohon-pohon besar yang di gunakan untuk jembatan penyeberangan.

Menurut ketua tim operasi penertiban Pancac Satata,S.hut yang juga menjabat kasi perlindungan pada Dinas Kehutana Provinsi Kalsel, usai operasi mengatakan, personil yang di kerahkan yakni Polhut 85 orang, dari Brimob Polda Kalsel 28 orang, Korem 101 Antasari 34, serta dari Reskrim Polda Kalsel 8 orang.

“dari operasi ini ada 10 pondok yang di musnahkan, dan pembakaran mesin-mesin domfeng ada 9 unit serta pemusnahan barang-barang lainnya. Ada memang 2 orang penambang yang saat itu lari lewat jalan tikus mereka, dan oleh petugas tidak bisa menjangkaunya, lantaran saat di lokasi juga suasana tengah hujan,”jelas Panca.

Ia menambahkan, kegiatan ini secara kontinyu dan pasca operasi ini menurunkan intelijen, apakah masih ada kegiatan penambangan, kalau masih aktif maka akan di turunkan tim dalam jumlah lebih banyak lagi. Sementara bagi penambang yang seandainya tertangkap maka akan dilakukan proses hukum, karena di tim sendiri ada PPNS yang melakukan penyelidikan.

Di prediksi para penambang terdapat puluhan orang, dimana dalam satu pondok di isi 7 orang, sementara di lokasi ada 10 buah pondok.baz

 

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook