PERTANIAN & BUDIDAYA

Pilot Project Kementan RI Percaya Sama Tala

INFOTANAHLAUT.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) RI mempercayakan penuh kepada Kabupaten Tanah Laut secara nasional dalam hal pilot project pengembangan kawasan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani.
Di Indonesia sendiri hanya ada 2 provinsi yang mendapat kepercayaan penuh dari Kementan RI yakni Kabupaten Tuban di provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Tanah Laut di provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Distanholbun) Tala Ir.Ahmad Mustahdi, Selasa (16/7/2019) mengatakan, alokasi kegiatan perbenihan jagung hibrida di tahun ini seluas 1.000 hektar untuk di Kabupaten Tanah Laut, sementara sumber anggaran tahun 2019 pada Satuan Kerja (Satker) Ditjen Tanaman Pangan di Jakarta.
Namun, menurutnya untuk pelaksanaan kegiatan atau untuk tingkat tahapannya meliputi sosialisasi kegiatan di tingkat kabupaten. Kemudian identifikasi Calon Petani Calon Lokaso (CPCL), dimana identifikasi dilakukan oleh petugas kabupaten dan kecamatan, atau lapangan telah di peroleh CPCL sebanyak 37 kelompok tani (Poktan) dengan rencana tanam seluas 240 hektar yang terdiri dari 2 kali waktu tanam.
Tahapan lainnya, CPCL untuk rencana tanam pada bulan Juli 2019 seluas 72 hektar yang terdiri dari 14 poktan . CPCL untuk rencana tanam bulan Oktober 2019 seluas 168 hektar sebanyak 24 poktan.
Sistem bantuan pemerintah yang di salurkan, kata Mustahdi di salurkan berupa bantuan transfer uang ke rekening poktan dengan pengadaan sarana produksi (barang) sesuai dengan rencana usaha poktan untuk keperluan berupa benih, pupuk dan pestisida sebesar Rp 5.385.000 per hektar.
Untuk menunjang itu, pelaksanaan bimbingan teknis (Bimtek) telah dilakukan pada bulan Juli ini juga.
Kegiatan pilot project jagung hibrida ini sendiri untuk menampung hasil yang telah di kerjasamakan atau bermitra dengan perusahaan agribisnis benih jagung hibrida lokal yakni PT. Tunas Widji Inti Nayottama (PT.Twinn) di Kediri provinsi Jatim.
“Pembelian hasil benih jagung yang di tanam antara poktan dengan PT.Twinn pun dilakukan Mou pada tanggal 27 Juni 2019 lalu.
PT.Twinn siap menampung semua hasil panen jagung petani dari program ini dengan harga Rp 6.000 per Kg dalam bentuk tongkol kupasan basah,”kata Mustahdi.
Untuk itu ungkapo Mustahd, poktan agar segera membuka rekening bank untuk proses pencairan dana dari Kementerian, dan persiapan sarana produksi agar segera dilakukan.
Beberapa spot (titik) pilot project pengembangan kawasan perbenihan jagung hibrida berbasis korporasi petani ini sendiri berada di Kecamatan Pelaihari, Takisung dan Panyipatan.Tung

4
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook