POLITIK

Pimpinan Parpol Malah Banyak Absen

INFOTANAHLAUT.COM-Hajatan Deklarasi Damai Indonesiaku, Senin (29/4/2019) di gedung Balairung Tuntung Berseri yang di hadiri bupati Tala H.Sukamta, forkopimda, tokoh agama, KPU, Bawaslu dan mengundang pimpinan parpol, justru para pimpinan parpolnya banyak absen alias tidak datang. Terlihat hanya Akhmad Suntung Yani dari PDI Perjuangan dan H. Arkani dari partai Demokrat.
Selanjutnya dengan membentangkan spanduk yang bertuliskan “Kami Sepakat Sabar Menunggu Dan Menerima Keputusan KPU Guna Menciptakan Situasi Yang Aman, Sejuk, Dan Damai Di Kabupaten Tanah Laut”, di sertai logo lembaga forkopimda dan lambang parpol peserta Pemilu Legislatif di Kabupaten Tanah Laut, ada 4 poin Deklarasi Damai Indonesia yang di baca bersama-sama bupati, forkopimda, tokoh agama, dan segenap undangan yang hadir.
Sebelum pembacaan naskah deklrasi damai, bupati Tala H.Sukamta dalam pidatonya mengatakan, deklarasi adalah sebuah bentuk komitmen yang baik, walau berbeda-beda pandangan pada Pemilu yang telah lewat tapi tetap dalam persatuan. Bagaimana sekarang membangun daerah, kalau masih sibuk berdebat beda pandangan di saat proses yang masih berjalan.
“Pemilu 2019 sangat luar biasa hingga membawa korban lebih dari 100 orang. Mudahan pada 5 tahun kedepan tidak lagi seperti ini, atau pada Pilkada di Tala tidak seperti Pemilu Presiden yang banyak makan korban jiwa,”tutup bupati Tala.
Sementara saat di singgung minimnya pimpinan parpol yang hadir, menurut Sukamta bahwa mereka seluruh pimpinan parpol peserta Pemilu di Tala sudah di undang, barangkali masing-masing masih ada kesibukan menyangkut suara-suara calegnya atau urusan partainya.
“Hal itu bisa di maklumi, dan yang hanya bisa menghadiri pada deklarasi walau hanya dua parpol, itu sudah di anggap mewakili pimpinan parpol lainnya yang tidak datang,”kata Sukamta.
Sementara itu, H.Mukri Yunus salah seorang tokoh agama dari Kecamatan Jorong usai deklarasi mengatakan, yang namanya perbedaan itu tidak pernah lepas, semuanya apapun saja, apalagi Allah SWT sudah menjelaskan di dalam al qur’an tidak akan melepaskan, dan kalau Allah SWT menghendaki umat itu bersatu pasti jadi, akan tetapi begitu di biarkan perbedaanntersebut adalah untuk menguji keimanan, sehingga apabila orang yang di beri rahmat maka akan tenang, begitu sebaliknya tanpa di beri rahmat sudah pasti berontak.
“Jadi anteng-anteng saja bagi orang yang di beri rahmat oleh Allah SWT, walaupun rintangannya sebesar apapun,”tutup H. Mukri Yunus.
Kegiatan turut di hadiri Sekda Tala Drs.Syahrian Nurdin, kepala SKPD, para Kapolsek, dan para camat se Tanah Laut.Tung

0
0%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
1
100%
angry

Komentar Facebook