DUNIA USAHA

PKS Tajau Mulya Bakal Serap Ratusan Pekerja

INFOTANAHLAUT.COM-Proses pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Tajau Mulya Kecamatan Batu Ampar telah di mulai, dan peletakan batu pertamanya dilakukan bupati Tala H.Sukamta.
Kerjasama investasi dengan perusahaan tambang batu bara di Kabupaten Tapin yakni PT. Batu Gunung Mulia Putra Agro (BGMA) yang mengembangkan usahanya di bidang perkebunan kelapa sawit, dengan merangkul Koperasi Sawit Makmu Tanah Laut menjadi sebuah peluang membuka lapangan pekerjaan.
Senin (5/8) kemarin, ketua Koperasi Sawit Makmur Tanah Laut Samsul Bahri mengutarakan, jalinan kerjasama ini telah terbangun sejak bulan November 2018 lalu, dan kini bisa di realisasikan pembangunan infrastrukturnya.
Win-win solution saling menguntungkan sudah pasti yang di kedepankan baik kepada koperasi maupun PT. BGMA selaku pemodalnya, termasuk kepada para petani sawitnya.
“Diakui, petani sawit selama ini kesulitan dalam menjual sawit, dan harga pun selalu di permainkan perusahaan-perusahaan swasta, maka kini semua terjawab dan menjadi solusi bagi petani sawit, dimana harga sesuai dengan keputusan dari tim dari provinsi Kalsel yang di tuangkan dalam Permentan nomor 1 tahun 2019,”jelas Samsul.
Berdirinya PKS di Desa Tajau Mulya mendapat dukungan lahan seluas 11.700 hektar meliputi 3.200 kepala keluarga dan tersebar di 8 kecamatan dan 23 desa.
PKS ini sendiri tidak menutup untuk menerima sawit-sawit lainnya. Sementara lahan lokasi PKS berada di lahan seluas 38 hektar dan yang masuk dalam HGP seluas 29,6 hektar. Menyangkut daya tampung mencapai 45 ton per jam sehingga membutuhkan buah sawit sebanyak 1.000 ton per hari.
Menurut Samsul pula, penyerapan tenaga kerja mencapai ratusan orang dan mengupayakan tenaga kerja 60 persen dari putra daerah dan 40 persen dari luar yang notabennya memiliki skill serta tenaga ahli.
Di utarakan Dirut PT.BGMA, Angga Yudha Prasetya, kerjasama dengan di pilihnya Koperasi Sawit Makmur karena sudah secara legalitas mengantongi itu, manakala melihat pada misi dan visi Koperasi Sawit Makmur yang condong untuk kesejahteraan petani sawit, baik untuk menjaga harga, disamping bagi PT.BGMA menambah investasi juga, maka kenapa tidak hal ini dilakukan.
Soal pembagian terang Angga, pembagian saham di 70-30, dimana untuk 70 nya ke pihak PT.BGMA dan 30 nya ke Koperasi Sawit Makmur, yang mana jika sudah mencapai pada titik Break Event Point (BEP) atau titik modal kembali dalam beberapa tahun, maka akan berubah menjadi 60-40.
Obsesi kedepan tidak semata PKS, namun bagaimana memproduksi minyak sawitnya atau CPO.
Menurut Angga, jika itu memungkinkan kenapa tidak, dan menginginkan pula skala yang lebih besar lagi, tinggal bagaimana dukungan Pemerintah Daerah setempat serta petani.
Target penyelesaian PKS sendiri sebelum lebaran tahun 2020 sudah bisa produksi, investasi PKS sendiri menelan dana sebesar Rp 230 milliar.
Sementara itu kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerind) Tala Masturi, Rabu (7/8) mengatakan, terkait ketenaga kerjaan mereka harus mentaati Peraturan Bupati (Perbup) nomor 61 tahun 2018 tentang penempatan tenaga kerja. Pada regulasi tersebut investasi wajib menginfokan lowongan kerja kepada Pemkab melalui Disnakerind.
Dari info itulah memberikan pelayan pekerjaan kepada pencari kerja yang sudah ada di data base. Bila nanti yang di perlukan dengan ketersediaan tenaga kerja, maka dilakuan pelayanan perantaraan kerja. Kalau tidak memenuhi spec standar mereka, maka langkah pertamanya mereke boleh mendatangkan tenaga dari luar, dan dari Disnakerind mendorong untuk mengikutkan latihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta, atau di fasilitasi pengiriman ke Kemenaker Pusat oleh Kasi penempatan untuk jemput bola.
Lebih lanjut Masturi menjelaskan, dari sisi perlindungan kerja, pekerja terjamin BPJS ketenaga kerjaannya.
Konteks pada PKS Desa Tajau Mulya akan di lihat pada skala industrinya masuk mana, karena ada kriteria. Kecil, menengah ,besar. Kalau kecil dan menengah menyangkut Ijin Usaha Industri (IUI) ijin di terbitkan Kabupaten, skala besar ke provinsi, dan pada saatnya perusahann beroperasi maka pada bidang industri di Disnakerind yang memfasilitasinya.Tung

1
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook