PUBLIK

PLN Alami Over Voltage Rumah Warga Nyaris Terbakar

INFOTANAHLAUT.COM- Sabtu malam (1/09/2018) kemarin sekitar pukul 20.00 wita suasana di Desa Gunung Melati Kecamatan Batu Ampar gelap gulita. Penerangan lampu dari PLN pun terhenti hingga sampai hari Minggu siang (2/09/2018).
Pemadaman listrik menyusul adanya over voltage (kelebihan tegangan) di jaringan PLN di desa tersebut, sehingga harus dilakukan pergantian trafo.Akan tetapi dampak dari over voltage tersebut merusak peralatan elektronik warga di beberapa RT Desa Gunung Melati. Fatalanya lagi, alat ukur listrik Kwh meter dengan sistem pulsa pun ikut hangus terbakar,bahkan kabel jaringan di tiang listrik turut terbakar. Untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan petugas PLN yang turun malam itu langsung memutus jaringan dari tiang listrik ke rumah warga.
Kondisi demikian memang sangat membahayakan rumah warga, bahkan ada rumah warga yang terbakar pada bagian pengaman arus listrik hingga membuat bangunan tembok rumah terlihat habis terbakar, bayangkan jika rumah warga dari kayu yang terpasang alat pengaman arus tinggi listrik tersebut hangus terbakar, maka di pastikan rumah pun ikut terbakar. Namun untungnya tidak ada insiden kebakaran rumah warga, hanya saja sejumlah peralatan elektronik warga mengalami kerusakan.
Diutarakan Lasito warga Desa Gunung Melati Rt 11, Minggu (2/09/2018) mengatakan awalnya memang listrik padam kemudian menyala kembali sekitar pukul 20.00 wita dan kurang lebih 10 menit saat listrik menyala, tiba-tiba ada sebagian rumah yang mengalami penurunan daya, lampu-lampu rumah tidak terang, akan tetapi sebaliknya ada beberapa rumah warga yang justru cahaya lampu bertambah terang akan tetapi tidak lama lampu rumah meledak, begitu pula terdengar suara ledakan di bagian alat ukur listrik (Kwh) hingga meleleh karena ada pula di sertai dengan api.
“Pada malam itu juga pihak PLN, kontraktor dan warga dengan di saksikan pihak Polsek Batu Ampar sepakat kalau kerusakan barang-barang elektronik warga menjadi tanggung jawab PLN dan kontraktor,dan akan di data secara detail siapa-siapa warga yang barang elektroniknya rusak,”kata Lasito.
Hal senada di utarakan Sarukan warga di Rt 11 Desa Gunung Melati, saat itu ia sedang nonton televisi bersama keluarga, tiba-tiba dari televisinya berbunyi suara ledakan plus keluar asap,maka di pastikan televisi rusak akibat arus listrik yang nampkanya terlalu tinggi.
“Sontak kaget karena tiba-tiba ada suara ledakan di televisi, dan barang elektronik yang lain seperti lemari es, reciever parabola dan lampu rumah rusak semua,”katanya.
Atas kondisi demikian petugas PLN langsung melakukan perbaikan di bagian trafo PLN yang berada di depan balai desa setempat. Beberapa petugas melakukan pergantian pada trafo yang di duga menjadi penyebab terjadinya over voltage dan mengganti dengan trafo baru.
Proses pergantian trafo pun dapat di tuntaskan, namun sebelum di hidupkan kembali arus listrik,para petugas PLN melakukan cros cek ke rumah-rumah warga, utamanya yang mengalami kebakaran pada alat ukur listrik (Kwh) hingga sampai pemutusan sementara. Terhadap Kwh yang terbakar sendiri sudah di ganti PLN.
Setelah melalui beberapa perbaikan dan pengecekan, kini kondisi listrik di Desa Gunung Melati sudah kembali normal, baik PLN maupun kontraktor tetap bertanggung jawab atas kerusakan sejumlah barang elekktronik warga.
Kepala PLN Rayon Pelaihari Sahida Wijaya belum bisa di konfirmasi mengenai hal yang terjadi di Desa Gunung Melati karena kantor PLN rayon Pelaihari di Jalan Datu Daim Pelaihari hari Minggu kemarin libur,di samping yang bersangkutan tengah mengikuti diklat di luar daerah selama beberapa hari.Tung

0
0%
like
2
50%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
2
50%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook