PUBLIK

PMI Berobsesi Punya Markas Yang Representatif

INFOTANAHLAT.COM- Seharusnya sudah 5 tahun yang lalu di Kabupaten Tanah Laut ini, Palang Merah Indonesia (PMI) Tala memiliki gedung yang refresentatif atau kalau perlu terbaik se Kalsel, demikian di utarakan ketua PMI Tala Drs.Syahrian Nurdin, Rabu (23/5) saat melakukan sidak ke markas PMI Tala yang sementara ini masih menggunakan eks rumah dinas dokter gigi di samping kanan rumah sakit H.Boejasin Pelaihari bersama asisten 1 Noor Hidayat serta dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Keinginan kuat ketua PMI Tala yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) ini wajar, mengingat keberadaan eks rumah dinas dokter gigi yang di katakan markas PMI Tala ini sangat memprihatinkan. Selain sangat sempit pada bagian dalamnya, bercampur aduk dengan urusan administrasi dan laboraturium, Blood Bank atau sebuah tempat seperti lemari es untuk menyimpan berbagai golongan darah manusia juga sempit tempatnya. Sebuah garasi mobil yang seadanya pun berada di samping kiri untuk menempatkan 1 unit mobil operasional PMI.
Selain sempit, dari pemandangan markas PMI dari luar sendiri barangkali sudah kurang nyaman di pandang, sisi kanan dan kiri atap nampak mulai rapuh dan terbuka bak terkena angin puting beliung. Dengan kondisi seperti itu bagaimana masyarakat bisa merasakan nyamannya sebuah tempat pelayanan terlebih membutuhkan darah bagi sanak keluarganya yang tengah sakit.
Dalam keterangan persnya ketua PMI Tala Syahrian Nurdin mengatakan, terkait markas PMI tersebut kondisinya memang sekarang sangat tidak layak sebagai pusat kegiatan pendonoran darah. Di tahun 2017 lalu Pemkab Tala telah menghibahkan ke PMI lahan yang sekarang di gunakan sebagai markas PMI, an dulunya rumah dinas dokter gigi.
“kabar gembira lainnya, di tahun 2018 Pemkab Tala kembali menghibahkan dana kepada PMI Tala sebesar Rp 2,6 millyar, dan dana hibah itu sangatlah cukup untuk membangun markas PMI yang representatif berlantai 2 yang sesuai dengn standar ke palang merahan, di lokasi yang ada sekarang juga gedung baru PMI itu akan di bangun, dan rancang bangunnya di serahkan ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (DPUPRP),” papar Syahrian.
Syahrian menambahkan, pengerjaan pembangunan gedung PMI memang merupakan program pengerjaan fisik dari DPUPRP dan tahap sekarang dalam tahap lelang. Perkiraan pada minggu pertama bulan Juni 2018 segala operasional PMI yang ada sementara di pindahkan, karena ada kegiatan pembangunan gedung baru.
Dalam rentang waktu usia Kabupaten Tanah Laut terus bertambah, maka sudah saatnya pelayanan pendonoran darah oleh PMI menjadi lebih baik, terlebih menyongsong dengan selesainya pembangunan rumah sakit tipe B yang sekarang tengah di bangun dan sebagai rumah sakit rujukan yang akan melayani masyarakat dari Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Kotabaru.
Keberadaan PMI jelaslah sangat vital saat rumah sakit tersebut selesai dan beroperasi, maka dari itu harus di topang pula oleh PMI yang lebih maju, besar dan representatif markasnya, sehingga pelayanan akan darah dapat terpenuhi.
“tahun ini merupakan tahun perubahan bagi PMI Tala, PMI harus tumbuh besar di lingkup Kabupaten dan Kota di Kalsel,”tutup Syahrian.
Sementara itu, salah seorang warga yang kebetulan memerlukan golongan darah A plus Suparyo warga dari Kecamatan Panyipatan untuk anaknya Cantika Alaina Maharani (13) yang terkena penyakit kanker darah sejak kelas 6 SD dan kini di rawat di rumah sakit H.Boejasin Pelaihari mengatakan, dalam satu bulan sekali anaknya memerlukan darah golongan A plus.
“biasanya kalau tidak ada di PMI Tala, ya saya juga bingung dan harus ke PMI Provinsi, atau bahkan menelpon teman-teman siapa gerangan yang punya darah dengan golongan A plus tersebut,” ucapnya.
Sementara itu ketersediaan darah di PMI Tala, yakni darah karantina golongan A ada 35 kantong, golongan B 12 kantong, golongan O 55 kantong dan golongan AB 9 kantong. Darah bersih golongan A 11 kantong, golongan B nihil, golongan O 17 kantong dan golongan AB 9 kantong.Tung

2
100%
like
0
0%
love
0
0%
haha
0
0%
wow
0
0%
sad
0
0%
angry

Komentar Facebook